
"kamu pernah kemari?"Tanya Elvano.
Saat ini mereka berdua sudah sampai di tempat yang mereka tuju.
"Pernah satu kali dan ini kedua kalinya."Jawab Meira.mereka berdua berjalan menelusuri tempat itu dengan sesekali saling pandang.
"Reyna.."Panggil Elvano.
"Ia.."Jawab Meira lalu melihat kearah Elvano. "Kenapa kak?" tanya Meira lagi karena Elvano belum juga bicara saat itu.
"Tidak."Jawabnya.mereka berdua kembali meneruskan langkah mereka masuk kedalam.Elvano menghentikan langkahnya lalu duduk melihat pemandangan malam itu begitu indah yang saat itu juga di ikuti Meira juga duduk di sampingnya.
"Kakak sepertinya sangat menyukai tempat ini?"Ucap Meira melirik Elvano.
"Suasana seperti ini membuatku menghilangkan sejenak kesibukan otakku karena pekerjaan." Elvano memejamkan matanya dengan menyandarkan tubuhnya di bangku yang mereka duduki saat itu.di sampingnya,Meira masih terus melihat kearah Elvano.
"Boleh aku menanyakan sesuatu?" mendengar itu,Elvano lansung membuka matanya lalu menoleh kearah Meira.
"Menanyakan apa?" Tanyanya.
"Mengenai tadi,sungguh kakak tidak memiliki teman dekat wanita? kakak kan pria Dewasa.!" Ucap Meira.
"Apa menurutmu aku seperti pria yang suka berbohong..?" Ucap Elvano dengan matanya sejak tadi tidak dia alihkan dari wajah Meira.
"Aku tidak tau.lagi pula aku baru mengenal kakak." Jawab Meira.
__ADS_1
"Kalau begitu kenali aku lebih jauh lagi biar kamu tau aku seperti apa."Ucap Elvano membuat Meira mengernyitkan keningnya.
"Maksudnya bagaimana?" Ucap Meira lagi.
"Kamu bilang kamu tidak tau aku ini pria yang tulus atau tidak?,Kalau begitu kedepan kita harus sering seperti ini,biar kamu tau bagaimana aku." Ucap Elvano serius.Meira belum menjawab,dia masih serius melihat kearah Elvano dengan mencerna ucapan Elvano.
"Maksud kakak,kakak ingin dekat denganku..!" Ucap Meira menebak.
"Bisa jadi."Meira tersenyum lalu melihat kearah depan.senyumannya membuat Elvano yang kini mengeryitkan keningnya.
"Kau tidak mau?,apa karena kamu sudah memiliki kekasih?" Ucap Elvano menatap serius kearah Meira,ingin mendengar jawaban Meira.
"Aku lebih suka berteman di banding lebih dari itu." Jawab Meira kembali menatap Elvano.
"Aku tidak memiliki kekasih.kalau kakak mau berteman denganku tentu saja aku menerimanya." Ucap Meira yang di mengerti Elvano.
"Baiklah kalau kamu sudah setuju.jadi aku anggap kau teman dekatku mulai sekarang!"
"Hah..teman dekat bagaimana?" Ucap Meira sedikit terkejut,karena dia tau maksud dari ucapan Elvano.
"kamu sudah setuju,artinya kamu tidak bisa lagi menolak.."Mata Meira melotot mendengar ucapan Elvano, sedangkan Elvano tersenyum melihat keterkejutan Meira.
"Aku tidak suka penolakan." Ucapnya.
"Bukannya banyak wanita di luaran sana tentunya ingin dengan kakak, kenapa aku?"Ucap Meira ingin tau.
__ADS_1
"Aku tidak tau kenapa.Apa kau keberatan.." Ucap Elvano bertanya membuat Meira diam.Meira masih terdiam ingin mencoba menerka apa yang sebenarnya Elvano inginkan darinya.Meira merasa Elvano ingin mencari sesuatu darinya tapi Meira tidak tau apa,apa mungkin dia ingin tau siapa sebenarnya dirinya.kalau ia,kenapa dan untuk apa pikir Meira.
Meira juga berpikir tidak mungkin Elvano hanya ingin menfaatkan dia seperti Janson dulu,tapi Meira juga merasa Elvano bukan pria seperti itu. Meira sungguh tidak bisa menebak pikiran pria di depannya ini.
Di sampingnya,Elvano tersenyum mengetahui isi pikiran Meira.
"Kamu terlalu jauh menilaiku Reyna." Ucapan Elvano mengejutkan Meira.
"Kakak tau apa yang aku pikirkan?." Ucap Meira.Elvano berdiri lalu berjalan yang lansung Meira ikuti namun saat itu Elvano mengejutkan Meira lagi karena Elvano mengemgam tangannya lagi kemudian menariknya menuju sebuah Restoran yang tidak jauh dari tempat mereka menyantai saat itu.sampai disana,Elvano membawa Meira masuk kedalam ruangan Vip lalu duduk disana.
"Kita makan malam dulu."Ucap Elvano sedangkan Meira masih diam dengan matanya trus menatap Elvano.
"Ada apa?" tanya Elvano.
"Bisakah kakak melepaskan tanganku." Ucap Meira membuat Elvano tersadar meski sudah duduk tapi Elvano masih saja memegang tangannya.perlahan Elvano melepaskannya meski entah kenapa dia berat sebenarnya melepasnya.
"Pesanlah.." Ucap Elvano memberikan daptar menu makanan kearah Meira dengan dia juga tengah memilihnya lalu memberitahu kepada pelayanan.
"Tambahkan sayuran." pinta Elvano kepada pelayan itu.
"Kakak memesanku sayuran,aku tidak menyukainya kak." Ucap Meira.
"Itu sangat baik buat kesehatan, jadi sekarang kamu harus biasakan memakan sayuran." Ucap Elvano.
"Tapi apa itu har__" Ucapan Meira terhenti karena Elvano.
__ADS_1