
"Beb ceritainlah yang mau kamu kasi tau aku tadi." pinta Meira yang
Sekarang mereka sudah selesai makan.
"Jadi gini beb,semalam aku di ajak dia makan disini nih kan',awalnya kita ngobrol santai sih,kek nanyain aku gitu,masalah kuliah apa,banyaklah dia tanyain.udah itu tu dia bilang mau nanyain sesuatu sama aku,ia aku tanya balik mau nanyain apa?.dia cerita,dia lagi nyariin seseorang yang tinggal satu gedung sama kita,dia bilang lagi orang itu pakai mobil,plat mobilnya EL001MB.aku mikirkan siapa yang punya mobil itu,trus aku ingat sama pak Edi pernah jelasin sama kita soal parkiran dulu beb,Pak Edi kan sempat tu ngasi tau kita kalau parkiran depan hanya khusus penghuni Apartemen atas kan'."
"Ia aku ingat beb.terus lanjutin.." Ucap Meira ingin mendengar kelanjutan cerita Devi.
"Ia dia nanyain juga aku kenal atau pernah ngak lihat orangnya?.aku jawabkan tapi bohong beb,ngak beranilah bilang sebenarnya.aku bilang aku ngak pernah lihat itu mobil,
kalau soal siapa pemiliknya aku jujur bilang ngak tau sama ngak pernah lihat kita kan'." Terang Devi membuat Meira berpikir mengenai plat mobil tersebut.
"EL001BM?,Memangnya ia ada mobil berplat nomor itu di tempat kita beb?, Aku ngak pernah lihat lah seingat aku." Ucap Meira.
"Aku pernah lihat sekali beb,saat itu aku balik pagi,mobil itu keluar dari tempat parkiran yang di katakan pak Edi,udah lama banget aku lihatnya, sekali itu aja sih.soal orang yang bawanya ngak lihat aku beb." Ucap Devi memberitahu Meira kalau dirinya pernah sekali mobil itu.
"Emm,seingat aku,aku ngak pernah lihat mobil itu apalagi pemiliknya.aa.. soal pertanyaan Frans itu,kamu ada nanyain dia ngak?,kenapa dia nanyain sama kamu beb soal mobil itu.?"Ucap Meira ingin tau alasan Frans menanyakan mobil dan Pemiliknya.
"Aku tanya dia,kenapa dia nanyain masalah itu kan?,Eh dia malah bikin aku terkejut beb..."
"Bikin kamu tekerjut?" Tanya Meira penasaran.
"Dia bilang aku kalau sebenarnya dia nanyain masalah itu karena permintaan atasannya,kamu tau ternyata Frans itu asisstennya Putra Tuan juandra Gilbert Edizon Beb,
keluarga yang sangat kaya raya di Negara C itu." mendengar itu meira mengerutkam keningnya.
"Putranya Tuan Juandra Gilbert Edizon..?" Meira mencoba mengingat Nama itu yang rasanya tidak asing untuk Meira.
Di dekat mereka Elvano mengepalkan tangannya,mengetahui kalau Dean sedang mencari tentang dirinya.
Apa tujuan dia menanyakan mobilku dengan wanita itu?.rupanya dia mau mencari masalah denganku."
__ADS_1
Batin Elvano bicara,lalu dia kembali serius mendengar ucapan Meira dan Devi lagi.
"Apa Tuan Juandra Gilbert Edizon itu, putranya Tuan Andreu Gilbert edizon beb?" tanya Meira .
"Ia benar Beb,Frans ini kerjanya sama cucunya beb..Emm..siapa namanya Frans bilang semalam ya.." Devi mencoba mengingat ingat nama Dean yang Frans sebutkan semalam.
"Lupa aku siapa namanya beb,tapi Frans sering bilang...Aa Tuan Muda Beb." Terang Devi lagi.
Semua yang Devi ceritakan kepadanya,membuat Meira sejenak diam untuk mencerna semua cerita Devi itu.
"Mereka mengenal Keluarga Tuan Andreu?benar-benar membuatku semakin pensaran dengan wanita ini." Guman Elvano yang juga mendengar apa yang Devi ceritakan.
"Ini sangat mencurigakan beb,kenapa dia bisa lansung menanyakan mobil serta pemiliknya sama kamu?,padahal kalian kan baru tiga kali kan ketemu selama di negara ini..?" Ucap Meira menatap Sahabatnya.
"Ia juga sih beb.."Jawab Devi.mereka berdua sama diiam mencari tau alasan kenapa Frans lansung menanyakan Devi mengenai hal itu.
"Beb semalam kau ajak dia naikkah?" tanya Meira yang lansung di angguki Devi."Ia beb,tapi ngak lama kurang lebih 10 menitlah dia diApartemen aku,udah itu dia pulang" Jawab Devi.
"Masa sih beb Frans manfaatin aku, masa sih Frans gitu..?" pikir Devi masih belum percaya.
"Coba kamu pikir,kalian itu baru semalam ketemu ngobrol berdua kan, kalau di pikir-pikir banyak hal yang bisa di bicarakan selain itu,ini kenapa dia malah menanyakan hal itu sama kamu,dan juga itu pekerjaan Frans sebagai asistennya Beb tentu dia tidak boleh membocorkan hal itu dengan siapa pun apa lagi sama kamu,jelas sekali dia mau manfaatin kesempatan pertemuan kalian beb. Kau juga ih bikin kesal saja,kenapa bawa dia masuk sih beb...,kenapa?,
apa yang ada dalam pikiran kamu itu sih beb,Brayen pacar kamu sendiri aja kamu ngak pernah kamu ajak dia masuk beb?" kesal Meira karena sahabatnya ceroboh sudah membawa Frans masuk kedalam Apartemennya.
Devi terdiam mendengar semua yang Meira katakan padanya.
"Aku harap dia tidak menyelipkan penyadap diApartemen kamu beb.." Ucap Meira menatap Devi masih terdiam.
"Aku minta maaf,aku benar-benar ngak tau kenapa semalam aku bisa negajakin dia naik beb,aku minta maaf beb,sekarang aku sudah tau dia sebenarnya hanya manfaatin aku.aku ngak akan mau lagi dia ajak ketemu atau apa..maaf beb.." Ucap Devi menyadari kesalahannya.Meira belum menjawab ucapan Devi,dia masih menatap sahabatnya yang diam saat itu karena menyadari kesalahannya. Meira duduk mendekati Devi lalu memeluk sahabatnya.
"Beb..aku ngak marah sama kamu, aku hanya ingin kamu tau,jangan mudah percaya begitu saja sama orang baru kamu kenal,meski dia itu sudah kamu kenal sebelumnya,kamu harus perlu mengetahui orang itu benar tulus sama kamu atau hanya maanfaatin kamu beb...Sudahlah itu juga sudah terjadi,lain kali aku minta sama kamu jangan pernah lagi ajak dia keApartemen.Soal dia nanti mau ngajakin kamu ketemu atau jalan lagi, kamu ngak boleh menolaknya,itu akan membuat dia curiga sama kamu yang sudah tau kalau dia manfaatin kamu. Menurut aku terusin aja bawa dia ketemu,aku ingin mau tau apa yang dia cari lagi setelah ini,karena aku merasa bukan hanya itu yang mau dia tanyakan sama kamu beb." Ucap Meira yang mengangkat wajah Devi agar bisa menatap kearahnya.
__ADS_1
"Kamu ngertikan apa yang aku katakan sama kamu beb..?" Tanya Meira. "Ia aku mengerti beb,maaf.." Devi kembali memeluk tubuh Meira.
"Hmm.kamu ajakin dia keatas,dia nggak masuk keruangan dapur kan?" Ucap Meira menatap Devi.
"Dia cuma duduk diruangan tamu beb,ngak ada kemana mana." Terang Devi lagi.
"Baguslah,soalnya kamu taukan di dapur ada foto kita,dengan wujubku yang asli" bisik Meira lalu tertawa.
"Memang kamu jelmaan siluman,iblis ada istilah asli palsu." Ucap Devi tertawa kecil.
"taulah,Balik yuk.." ucap Meira kemudian mengajak Devi pulang.
Foto aslinya?,apa maksud wanita ini, foto asli...
Elvano masih memikirkan kata-kata terahkir Meira ucapkan.
Saat itu Meira dan Devi bangun dari tempat duduk mereka,lalu pergi dari restoran itu pulang menuju Apartemen mereka.melihat itu,Elvano juga bangun lansung mengikuti Meira dan Devi.
"Apa maksud dari ucapan Wanita itu, kenapa dia mengatakan foto yang aslinya.memang sekarang dia bukan aslinya..?"
Sepanjang perjalanan pulang,Elvano masih tergiang ngiang dengan ucapan Meira.
"Benar-benar wanita yang mesterius. Aku harus mencari tau siapa dia sebenarnnya." Guman Elvano melajukan kendaraannya membelah malam itu dengan pikirannya terus memikirkan ucapan Meira.
Saat ini mereka sudah sampai di parkiran Apartemen.
"Kak itu mobil teman wanita kakak cari." Ucap Davin.
Meira dan Devi bersamaan keluar dari mobil lalu berjalan dengan saling merangkul masuk menuju kedalam.
"Tania!!
__ADS_1