Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
aksi di sumba


__ADS_3

pesawat kami mendarat jam 3 sore, setelah me lakukan perjalanan cukup jauh


"nila satu jam lagi bersiap lah temani aku bertemu klien " ucap leon


"memang acaranya di mana pak? apa di sini anda juga punya kantor? " tanya nila


"tentu saja , bukan ada party di club di kota ini, jadi pakai lah dress saja " leon sambil pergi


"baik pak "


waduh meeting party di klub, aku harus tenang dan aku akan kabari yudha


pukul 8 malam aku di ajak leon klub besar di sini, memang sudah ada banyak tamu berkumpul, bahkan mayoritas pria bule para klien leon


"April duduk di samping ku " perintah leon


dress merah aku tenang kan diriku, agar leon tidak curiga meeting berjalan seperti biasa hanya setelah selesai


semua berhamburan berjoget menikmati musik jedag jedug


"April coba lah minum sedikit " ajak leon


"tidak pak!! saya tidak suka alkohol" nila menolak


"benar kah apakah kamu begitu alim " leon mulai mabuk


"bukan alim tapi tidak suka, anda saja yang minum " nila menuang kan lagi


sementara yudha mengawasi dari luar


setelah leon hampir mabuk nila pun segera membawa yudha kembali ke hotel


dasar pria suka sekali mabuk


"tidur lah pak anda sudah mabuk " nila membantu leon tidur


"tunggu mau kemana kamu " leon menarik nila ke pelukannya


"pak saya juga mau istirahat " ucap nila


"tidur lah di sini bersama ku " bisik leon


nila yang gugup juga kesal men dorong leon


"pak jangan melebihi batas " nila hendak pergi


tapi lagi -lagi leon menarik nila ke pelukannya


"kamu cantik sekali, rambut mu juga wangi, ayo nikmati malam ini " leon hendak mencium bibir nila


namun ketukan pintu room boy membuat leon tidak jadi


"ada apa? aku tidak pesan makanan" ucap leon


"ini adalah minuman khusus dari hotel untuk tamu sultan " rupanya room boy itu Denis


syukur lah kalian datang, seperti biasa mereka sudah memberi minuman yang sudah di beri obat tidur


"terima kasih, kami akan me minum nya " nila menutup pintu


"hei bukankah tadi kamu bilang tidak suka minum " leon kesal

__ADS_1


"ini kan minuman sultan pak? " nila menuang kan gelas


"ok tapi aku ingin melanjutkan yang tadi " leon kembali menarik nila agar dekat


ayo nila putar otak, agar leon minum biar cepat tidur agar aku segera bebas


nila duduk di pangkuan leon


"tapi minum dulu ya " nila memaksa leon


"ok tapi setelah ini aku ingin makan kamu " leon pun me minum segelas wine sampai habis


biasa nya dalam hitungan ke 5 dia akan tidur


"April kepala ku pusing " leon Ter jatuh di kasur


syukur lah obat nya cepat bekerja, nila pun cepat -cepat keluar dari kamar leon


"pak yudha, anda di sini " nila kaget


rupanya yudha dari tadi me nunggu di depan kamar leon


"kamu tidak apa -apa " yudha panik


"ayo kita ke kamar ku, aku tidak ingin supir leon curiga jika melihat anda " ajak nila


"syukur lah Denis datang tepat waktu kalau tidak habis lah aku " nila duduk


"memang apa yang ingin leon lakukan padamu" tanya yudha juga duduk


"dia hampir saja mencium bibir ku " jawab nila


"apa lalu? " yudha kaget


"tenang saja tidak jadi Denis datang mengetuk pintu, meski pun aku nakal enak saja leon ingin mencium ku sembarangan, ya walau pun leon itu tampan " nila tersenyum


"dasar bodoh, bisa -biasa nya kamu santai begitu, berhadapan lelaki seperti leon " yudha marah


"pak aku ini kan gadis penakluk bukan vanila jika tidak bisa lepas dari buaya, aku pun tidak rela bibir ku di cium begitu saja "


"nila aku janji dalam misi ini aku akan menjaga mu, tidak akan ku biar kan pria itu menyentuh mu seenak nya " yudha menatap serius


"ya sudah, aku mau tidur, anda bisa keluar " pinta nila


"tidur lah, aku akan menemani mu di sini, tenang saja aku tidak akan berbuat macam " ucap yudha


"apa? ini sin keluar dari kandang buaya masuk kandang singa "


"ini demi kebaikan mu, kamu tidak percaya aku " yudha menatap


aduh.. kenapa? setiap yudha menatap aku jadi grogi ya


terserah lah, aku mau ganti baju dulu


biar pun yudha baik tetap saja dia itu laki-laki


kenapa? jadi posesif


nila pun tidur dengan celana pendek dan kaos


"gadis nakal, tidak bisakah pakai celana panjang itu aurat " ucap yudha gugup

__ADS_1


"aku ini mau tidur bukan ke pengajian " nila kesal


yudha pun menarik nafas nya dan merebahkan dirimu di sofa


ini pertama kalinya aku sekamar dengan laki-laki


jadi berdebar begini ya..


perut ku lapar lagi, sejak tadi aku belum makan apa pun, nila ingin keluar


"mau kemana ini sudah malam " ucap yudha


"aku lapar mas, belum makan dari sore " jawab ku


mendengar nila panggil mas, aku senang ya


"tunggu lah, biar mas yang cari makanan untuk mu " yudha pergi


sikap yudha meski tegas tapi sangat sopan membuat aku nya man


kami pun makan nasi goreng bersama


"terima kasih ya, akhirnya aku kenyang " nila senang


"tunggu ada sesuatu yang menempel " yudha mengelap dengan tissue


serr.. darah ku mengalir deras


"ada sisa kecap di pipi mu " yudha sambil menatap


"mas yudha, bisakah jangan terlalu dekat menatap ku, aku jadi " nila gugup


"jadi apa? " yudha masih terus menatap


"jadi takut ada setan datang menggoda kita " nila panik


"dasar gadis nakal " yudha menepuk jidat nila lembut


"ini pertama kalinya aku berdua di satu ruangan dengan pria asing, pasti lah aku cukup takut "


"aku pun sama, dulu aku pernah menemani halida di icu itu pertama kalinya aku dekat dengan nya, dan juga yang terakhir " jelas yudha


"apa anda bisa tidak bisa move on dari halida " tanya nila


"bisa, sekarang aku sedang merasakan nya " jawab yudha


"maksud nya? apa anda sudah bertemu seseorang yang anda suka " nila penasaran


"entah lah, tapi yang aku tahu aku ingin selalu melindungi dirimu, sudah tidur lah ini sudah malam " yudha menggendong ku ke kasur


"ok, selamat malam pak " nila menutup selimut


kata-kata yudha bikin aku senang ya..


vanila malam ini aku bahagia bisa dekat dengan mu


aku pun tidur lelap tanpa takut, aku yakin yudha akan menjaga ku bukan menyakiti aku


mungkin umi benar, sudah waktu nya aku buka lembaran baru, untuk cinta baru


biar kan halida di simpan di masa lalu

__ADS_1


dan aku harus melangkah ke masa depan..


__ADS_2