
kabar vanila di tembak dan Nova sudah menyebar
dan sampai pada Sadewa dan Meera istrinya pun segera pulang dari Singapura untuk datang menjenguk vanila..
"permisi boleh kami masuk " tanya Sadewa
"maaf tuan di ruang piccu maksimal 2 orang dan tidak boleh bawa anak kecil " ucap sadewa
"tapi ini putra vanila, aku yakin vanila pasti sadar jika bertemu anaknya " ucap Sadewa
"mas, tenangkan dirimu " Meera menenangkan
mendengar itu umi. yudha yang di dalam ruang piccu pun keluar untuk melihat apa yang terjadi
"maaf, mas dan mbak ini siapa ya? " tanya umi
"saya Sadewa dan ini danielo putra ku dan vanila , kami ingin masuk bisakah anda bantu kami " pinta Sadewa
mendengar itu wajah umi cukup kaget
danielo anak laki-laki berusia 4 tahun itu sangat lucu dan tampan
"ayah, aku ingin ketemu ibu vanila " renggek danielo
umi pun menelfon yudha, agar meminta ijin pada pihak rumah sakit mengizinkan Sadewa dan danielo masuk..
bebas bantuan yudha seorang mayor Sadewa dan danielo di ijinkan masuk menjenguk vanila
namun ada banyak tanya di hati yudha dan umi
"vanila aku datang bersama putra kita danielo sekarang usianya sudah 4 tahun, dia sangat lucu juga pintar, vanila ayo bangun " Sadewa menangis
"ibu, ayo bangun aku rindu sekali pada ibu, ayo bangunlah " danielo juga menangis
vanila 4 tahun lalu kita sudah sepakat untuk membesarkan danielo tapi kamu menolak menikah dengan ku.. aku Terima tapi lihat kamu benar -benar balas dendam pada leon
di alam lain vanila pun binggung, seperti berjalan di tempat serba putih, dan melihat Nova tampak cantik bak bidadari
"Nova akhirnya kita bertemu, aku rindu sekali pada mu " peluk vanila
"vanila aku juga sangat rindu padamu, tapi pulanglah " perintah Nova
"kenapa? aku harus pulang setelah sekian lama kamu mengusir ku " tolak vanila
"jika kamu di sini siapa yang jaga bunda bukankah kamu sudah janji jaga bunda dan putraku danielo siapa yang jaga? " tanya Nova
"putraku danielo benar aku lupa jika kita punya seorang anak, Nova aku sayang padamu " vanila menangis
"aku pun sangat sayang pada mu, tapi pulanglah ya " Nova pun seperti menghilang
bak di film Nova pun seakan kembali dari tidur panjang
danielo yang sedang mencium pipi vanila seakan jadi obat untuk membuat vanila sadar
"ibu, ayah lihat ibu buka matanya " teriak danielo
"vanila kamu sudah sadar " Sadewa senang
__ADS_1
"danielo putra ku " vanila pun menangis
Sadewa pun beritahu dokter jika vanila sudah sadar, umi dan Meera yang duduk di luar juga sangat senang
"ibu kenapa? ibu tidur dengan banyak sekang dan kabel " tanya danielo
sayang ibu sedang sakit "jawab Sadewa
" biarkan saja mas, aku rindu sekali pada danielo biarkan dia bicara, aku rindu sekali putraku , danielo sini peluk ibu "pinta vanila
mereka pun berpelukan sangat erat
dan yudha setelah selesai urusan di kantor juga langsung ke rumah sakit menjenguk vanila
namun setelah sadar vanila sudah di pindahkan ke ruangan perawatan, umi juga sudah pulang
cuma info dari suster yudha pun tahu kamar vanila
" mas dewa bagaimana kabar kalian? aku senang bisa bertemu kalian lagi "ucap nila
" gadis penakluk sehebat itu kah kamu sekarang, vanila kamu luar biasa "dewa kagum
mereka terus tersenyum 😄😄
" ayah, ibu ayo kita peluk bertiga terus foto biar teman sekolah aku tahu, kalau aku juga punya ibu hebat "pinta danielo
saat mereka sedang asyik selfi, yudha pun masuk dengan raut wajah cemburu juga binggung
" boleh aku masuk "ucap yudha
" ibu sekarang ibu punya teman polisi juga ya "tanya danielo
" iya sayang, om polisi bukan sembarangan dia mayor jenderal "tegas vanila
" vanila siapa anak ini mengapa dia panggil kamu ibu? "tanya yudha dengan mata terus menatap curiga
" ini danielo putra ku dan itu Sadewa suami ku "
duar.. yudha nampak kaget dan kesal mendengar itu, namun tiba -tiba Meera keluar dari kamar mandi
"bohong pak polisi, Sadewa ini suami ku, danielo ini anak dari Nova, gadis nakal saat kondisi mu masih sakit saja masih nakal " ucap Meera
"benar pak yudha, Meera ini istriku, danielo anak kami bersama, karena vanila sangat menyayanginya makanya danielo panggil ibu " tambah dewa
"mbak Meera biarkanlah tegang sedikit, kenapa? muncul saat sedang seru "vanila tertawa
" aku sudah dengar dari bunda jika pak yudha pria yang sangat baik dan juga mencintai mu, makanya aku tidak ingin dia kecewa, vanila ini sudah sore danielo harus mandi ya "ucap Meera
" sayang pulang sama ayah bunda ya, besok kesini lagi "pinta vanila
" ok ibu, tapi ibu janji padaku kita akan main ke dufan tepatin ya "
"iya sayang " cium vanila
sadewa dan Meera pun pulang bersama danielo
dan sekarang tinggal yudha dan vanila
__ADS_1
"jadi danielo itu anak Nova dan leon? selama ini tinggal dimana? " tanya yudha
"singapura mbak Meera anak pengusaha kaya punya bisnis resto dan cafe di sana "
"lalu apa maksud mu tadi bilang Sadewa suami mu, nakal sekali, apakah kamu tidak tahu dari kemarin aku begitu khawatir melihatmu terbaring koma, kamu tidak paham itu "yudha kesal
" mas yudha maaf, aku hanya bercanda"
"aku sangat mencintai mu vanila " peluk yudha
mereka pun pelukan sambil menangis..
"mas yudha kemarin dalam mimpi aku bertemu Nova dia sangat cantik bak bidadari, tadinya aku ingin bersama Nova tapi Nova melarang ku ikut bersamanya, dan bilang jika danielo harus aku jaga dan benar saat aku bangun anak itu menangis di pipiku " cerita vanila
"aku bersyukur kamu kembali sadar sayang, perempuan yang meninggal melahirkan itu mati syahid, Nova sudah bahagia dan kamu pun sekarang harus bahagia " pinta yudha
benar Nova meninggal saat melahirkan itu seperti para syuhada yang berjihad, semoga Nova tenang disisinya..
"sayang kamu kenapa? "
"kepala ku pusing, sepertinya aku ingin tidur "
"baiklah tapi berjanjilah kamu harus bangun ya "
"pasti aku akan bangun, karena aku masih ingin melihat leon di hukum "
vanila pun tidur untuk memulihkan kondisinya
karena ini sudah malam
yudha pun kembali menjaga vanila dengan penuh cinta..
vanila tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa mu
dulu aku hancur kehilangan halida, sekarang aku bisa kembali tersenyum setelah bertemu dirimu, aku janji akan menjaga mu selamanya
aku sudah tidak sabar agar kita sah..
mata yudha terus memandangi wajah vanila
sementara leon nampak kacau di penjara, meraung bak singa terluka
"vanila kenapa? kamu begitu kejam padaku, saat aku benar -benar jatuh cinta kamu menghancurkan aku, " leon terus menangis
namun leon juga ingat vanila tertembak peluru mike dia kembali khawatir vanila bagaimana kondisinya?
mampu kah dia menahan sakitnya di tembus peluru
Tuhan aku tidak dekat pada mu, tapi aku mohon ya Allah lindungi vanila kembalikan dia dalam keadaaan sehat
leon pun bersimpuh berdoa dalam hatinya..
ayo lah di like...
jika masih penasaran...
next part...
__ADS_1