Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
sedikit data


__ADS_3

setelah kejadian malam itu hubungan tya dan Xander makin akrab.. bahkan sedikit demi sedikit tya mulai berani bertanya pada Xander tentang apartemen miliknya..


"Xander apartemen itu sangat mewah dan luas, kamu tajir juga ya " ucap tya


"benarkah, alena kamu tahu ini adalah hadiah dari seseorang yang hidup matinya itu di tangan ku " ucap Xander sambil minum vodka


"hadiah, maksud kamu itu apa? " tya terus mancing omongan


"hadiah dari bos ku, aku pernah berperan kecil dalam skenario nya " Xander setengah mabok


rupanya tya itu sudah di lengkapi Microsoft kecil, yang merekam seluruh pembicaraan mereka dan langsung masuk ke HP joni dan Denis


"Xander, aku sangat mencintai mu, ayo lah siapa bos mu itu " tya memeluk Xander


"bos, dia adalah pemilik perusahaan keramik dan liontin emas di Singapura, dan yang paling rahasia dia lah bandar narkoba sesungguhnya bisnis haramnya sudah ada di 20 negara di dunia" tambah Xander


"iya beb.. tapi siapa namanya? " tya makin penasaran


"syamsir putra dewangga alias samer khan alias bos perak kami biasa memanggil nya begitu, kamu tahu cantik wajah oppa Korea ku juga hadiah atas kerja sama kami " Xander mabuk


mendengar rekaman itu vanila hancur bukan main.. om samer anda benar -benar merusak masa depan ayahku.. anda lah penjahat nya..


vanila meneteskan air mata..


"Donna, aku ingin keluar sebentar tolong jaga cafe ya " vanila pun pergi..


hati ini kacau bukan main.. mendengar sedikit data.. vanila kembali menemui leon di penjara kali ini tanpa ijin yudha


"ada apa wajahmu terlihat murung? " tanya leon


"tolong aku, bos perak pria itu di juluki bos perak, aku ingin kamu lagi -lagi bantu aku leon, bantu aku sampai pada pabrik nya di negara mana? aku tidak bisa bertindak tanpa bukti " vanila menangis


"vanila apa jendral polisi mu sudah tahu hal ini? " tanya leon lagi


"tidak, leon.. aku binggung ini menyangkut keluarga besar mertua ku, kamu paham kan, posisi ku " vanila makin sedih..


"sudah jangan menangis, gadis penakluk kenapa? kamu cengeng sekali, ayo lah aku ingin melihat vanila yang cerdik, pintar dan tangguh " tatap leon


saat vanila sedang bicara pada leon, kabar itu pun sampai pada yudha, dari puluhan kilometer yudha pun melaju secepat mungkin untuk datang menemui vanila

__ADS_1


namun vanila sudah selesai saat yudha sampai di kantor polisi


"apa yang kamu lakukan? bertemu leon tanpa ijin dari ku " mata yudha menyimpan marah


jam sudah pukul 5 sore, vanila pun mencoba tenang, melihat situasi ini di kantor polisi, siang ini yudha baru saja tiba dari bandung untuk operasi penggrebekan para bandar narkoba


"mas, kita bicara di rumah ya " bisik vanila


"ayo, kita pulang " perintah yudha


.


di dalam mobil situasi hening, yang terlihat hanya amarah di mata yudha dan vanila pun diam dalam kebimbangan


di rumah pribadi yudha..


"cepat katakan kepentingan apa? yang membuat istriku menemui mafia itu tanpa ijin ku lebih dulu " tatap yudha lagi


"sayang tenangkan diri mu, kamu baru pulang dari bandung sabar lah " vanila bicara lembut


"vanila aprilia, jangan lupa aku ini seorang jendral polisi, aku merasakan istriku sudah banyak berubah, jangan sampai aku mendengar fakta dari orang lain yang tidak ku suka dari dirimu " kalimat yudha penuh penegasan


"fakta apa tentang ku? jendral kamu curiga pada istri mu sendiri? " tanya balik vanila


air mata pun menetes di pipi vanila, kali ini aku lemah sulit sekali mengatur emosi ku


"kenapa diam jendral? kamu pintar dan pasti punya banyak mata -mata kan, aku pun ingin dengar apa yang sudah kamu tahu tentang istri liar mu ini " kali ini vanila terlihat marah


yudha pun menarik nafasnya, mencoba bicara tenang pada vanila


"istriku, kita menikah untuk berbagi suka maupun duka, aku tidak ingin ada rahasia di antara kita, jika ada masalah aku bisa kamu percaya, jadi please jangan sakiti hatiku dengan bertemu leon diam-diam aku tidak suka itu " yudha pegang tangan vanila...


kali ini vanila merasakan sudah salah, menyembunyikan sesuatu dari yudha


"mas, aku minta maaf " vanila memeluk yudha


menangis adalah cara paling ampuh untuk meluapkan emosi


bunyi chat pun masuk dari Intel sang jendral

__ADS_1


"kalau begitu pergilah mandi, nanti saja bicaranya " yudha pun langsung pergi ke balkon


chat dari Intel


jendral polisi, kami sudah tahu ada sedikit data mengenai teka-teki orang tua istriku.. ada kemungkinan besar ibu pamela pernah jalin cinta dengan seorang pria Turki yang kini menjadi narapidana di tempat anda bertugas, dan sumber kuat ayah vanila adalah Abraham Khan..


membaca chat itu, hati yudha tak karuan


pantas saja beberapa hari ini vanila terlihat antusias untuk menemui napi kamar 123 itu


tanpa banyak bicara yudha pun, membuka laptop dan memasukan email tentang data para napi beserta kasusnya, di ketahui Abraham sudah di tahan jauh sebelum yudha jadi jendral..


vanila pun usai mandi merasa bersalah pada yudha, kondisi ini bukan salah mas yudha tapi keadaan juga takdir.. yang membuat hubungan vanila yang baru di mulai tapi terancam bubar..


sebaiknya aku ajak suami ku bicara dulu, sebelum masuk ke ruang kerja yudha vanila membuat teh dulu agar lebih rileks..


data pun sudah muncul, saat yudha mengecek data Abraham Khan terlibat kasus dengan paman nya sendiri om syamsir, yudha pun terkejut dan makin bikin tambah syok yudha membaca data jika Abraham merupakan salah satu gembong narkoba kelas kakap


yudha pun syok dan bicara sendiri sambil memijat kepalanya sendiri


ya.. Allah jadi vanila itu anak dari napi bandar narkoba Abraham Khan, ucap yudha sendiri


vanila yang masuk dan mendengar omongan yudha, cukup kaget dan menjatuhkan teh itu


"jadi, kamu juga sudah tahu " ucap vanila kaget


"sayang, kamu di sini " yudha pun berhambur ke pelukan vanila


"benar, Abraham Khan itu ayah ku, seorang napi ayah ku bandar narkoba " vanila terus menangis


"sayang, tenangkan dirimu " yudha makin erat memeluk vanila


setelah beberapa saat vanila dan yudha pun bicara hati ke hati..


"sayang, siapa pun ayah mu, itu tidak akan merubah kasih sayang ku pada mu, aku akan tetap mencintai dirimu " tatap yudha mencintai hapus air mata vanila


"selain sedikit data itu, apa lagi yang sudah kamu tahu tentang ayah ku mas? " tanya vanila


"sayang, bukankah aku sudah bilang itu tidak akan merubah rasa cinta ku pada mu, siapapun ayah mu " yudha makin meyakinkan

__ADS_1


"bukan itu masalahnya, kamu pasti tahu sebab ayah ku jadi narapidana selama berpuluh -puluh tahun lamanya, itu karena kasusnya bersama om syamsir Khan " vanila penuh benci dan sedih..


suasana makin tak karuan.. yudha kali ini cinta dan profesional mu sebagai polisi akan di uji..


__ADS_2