Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
membuka kasus


__ADS_3

status ayah Abraham sudah sah di mata hukum sebagai ayah kandungku, sebagai anak jiwa ku bergelora tidak tega melihat pria di usia senjanya tidur di sel begitu dingin..


"tya apa ada kabar up date dari mr X? " tanya vanila


sebelum ya vanila menyuruh tia mendekati orang dekat samer yang di kenal mr X


.


"iya kapten, aku punya info penting besok ada pesta di kapal pesiar, menurut x akan ada transaksi tapi x tidak bilang untuk apa?, yang pasti om samer di pastikan adalah ketuanya " jawab Tia


"bagus, lanjutkan misi kita aku cuma perlu satu bukti pamungkas agar lengkap untuk membuka kasus Abraham versus samer " ucap vanila dengan wajah menatap ke arah jendela


"tapi kamu yakin ingin membuka kasus meskipun kamu tahu resikonya adalah keluarga yudha akan benci kamu? " tanya Donna yang turut hadir


"semua yang terjadi terlalu pahit dan juga kejam apalagi untuk pria sebaik ayah Abraham, aku tidak tahu respon mertua ku jika aku nekat buka kembali kasus itu, tapi demi keadilan bagi orang tua ku, apapun resikonya aku siap "


sementara joni dan Denis masih sibuk mengotak atik data di laptopnya..


meretas rekening bank milik samer alias syamsir putra dewangga dengan meng hack datanya kita bisa tahu sumber keuangan samer yang masuk juga keluar..


. "yes... berhasil kapten gadis penakluk lihat kami sudah berhasil menemukan data syamsir " joni tersenyum


.


"vanila di sini tercatat rekening om samer begitu banyak dalam jumlah dollar, dan paling sering transaksi masuk dari Texas dan hongkong, dan jogja ada aliran dana rutin dari kota Jogja "


jogja bukankah itu kota kelahiran mas yudha


"bagus, print semua data bukti transaksi dan apapun menyangkut syamsir aku ingin file dokumen itu cukup untuk melengkapi bap ku di kantor polisi " tegas vanila


"vanila, ingat apapun yang terjadi kami semua mendukung mu " peluk tya dan dona


.


"aku tahu kalian besti terbaik ku, meskipun kali ini resiko pekerjaan kita sangat berat tapi kalian luar biasa " vanila sedih...


.

__ADS_1


sementara malam ini ada sebuah acara kecil di restoran Jepang milik yudha ya, merayakan ulang tahun ayah pras kami sekeluarga dinner bersama, dan paling mencuri pandangan ku kedatangan om samer dan anaknya revan


. "ayo kita makan, hari ini hari spesial untuk ayah pras di usia ke 53 tahun ini semoga ayah panjang umur dan sehat terus ya " ucap umi


"amien " jawab kami kompak...


aku pun sangat senang, makan bersama yuna, yuka dan keluarga mertua ku, ini moment mahal sekaligus pilu..


mungkinkah ini akan jadi kenangan


.


ayah dan umi berdansa asyik.. yang memang kami ada di privat room..


"om samer, cobalah ini " ucap ku memberikan sushi


"Terima kasih, menantu aku dengar test dna cocok dengan vio dan Abraham apa itu benar? " tanya balik om samer


"benar om.. Abraham Khan dan violencia itu orang tua kandung ku " vanila tersenyum


ekspresi wajahnya terlihat berubah, samer terlihat tak suka


mendengar pertanyaan itu pun yudha yang duduk tenang jadi ikut gelisah


.


"sayang ku vanila, please kita sedang makan bisakah obrolan berat itu nanti saja di bicarakan " pinta yudha menatap ku


"tak apa yud, om akan jawab agar vanila tahu kebenarannya, karena istri mu pasti berfikir aku ini jahat sudah memenjarakan ayah nya, dengar aku vanila ayah mu dan aku itu berteman tapi karena sebuah kesalah pahaman dia menyerang ku secara brutal hingga aku terluka dan mendapat jahitan di pelipis ku, dan fakta mengejutkan lain ayah mu terbukti sebagai pengedar narkoba bukan ayah mu seorang bandar besar " jelas samer tersenyum


mendengar itu hatiku terbakar, tak sadar vanila menekan sendok makan hingga bengkok


.


"oh begitu.. jika ayah ku sebajingan itu ku rasa pantas dia di hukum tapi sebaliknya jika semua itu tidak valid, aku akan segera menemukan bukti nya " vanila menatap om samer


rupanya istri yudha bernyali besar... bathin samer

__ADS_1


"vanila apa maksud mu? kamu tidak percaya ucapan ayah ku? " protes revan..


"tidak abang sepupu bukan begitu, aku kan tidak kenal kalian berdua, meski pun Abraham itu ayah ku aku baru kenal begitu pun om samer aku baru kenal, abang tidak usah cemas, aku sekarang istri jendral polisi prayudha semua yang aku lakukan akan sesuai jalur hukum " vanila tambah senang..


aku yakin vanila memiliki rencana lain, bathin samer


"ok, sebaiknya kita lanjut kan makan dan bersenang -senang " yudha berusaha mencairkan suasana


kami pun makan dengan tenang, tapi om samer tampak gelisah.. sesekali dahinya berkerut seolah menatap ku marah


aku pun pergi sebentar pamit untuk menerima telfon dari Donna


"hallo Donna? " vanila angkat telfonnya


"vanila, kami sudah berhasil meretas seluruh data rekening bank milik om samer, faktanya om samer itu terbukti memindahkan seluruh aset toko pak Abraham yang di Singapura semua atas namanya, padahal menurut cerita joni waktu bicara pada ayah mu harusnya toko itu memiliki sistem tanam saham 50/50 jadi fiks.. om samer serakah " Donna terus menceritakan fakta nya


"ok, print saja semua data itu " vanila menutup telfonnya


kurang ajar ternyata om samer.. betul serakah dan licik..


namun saat vanila merasa kesal.. om samer pun tiba -tiba muncul di belakang vanila


"menantu apa kamu mulai menyusun rencana untuk membuka kasus ayah mu Abraham? " tanya samer sambil menatap ku tajam..


"om samer.. anda lebih pintar dari yang ku bayangkan.. benar aku akan buka kembali kasus yang membuat ayahku abraham Khan, dan sesuai amanat ayah ku pengacara dari turki pak hamzah mulai besok akan mendaftarkan permohonan untuk buka kembali kasus abraham Khan versus samer " ucap vanila dengan mantap


"ok, lakukan apapun yang kamu inginkan menantu, tapi ingat semua harus ada bukti jika kamu ingin kembali melawan ku di pengadilan " samer menaikkan alisnya


"om tidak usah khawatir, seperti tadi aku bilang sekarang aku nyonya prayudha istri dari jendral polisi, jika aku berani mengajukan berarti aku sudah siap dengan buktinya, anda tidak perlu risau om, karena kebenaran akan menemukan jalannya " vanila pun pergi dengan tersenyum


samer pun terdiam dan menatap punggung vanila pergi..


vanila aprilia si gadis penakluk apakah gadis itu seberani itu? mulai sekarang aku harus waspada,


"sayang obrolin apa sih kok lama? " tanya yudha


"biasa mas, Donna selalu heboh " vanila tersenyum

__ADS_1


kami pun kembali menikmati acara itu sampai usai..


hati yudha pun gusar.. curiga pasti pasti istriku bukan gadis bodoh.. pasti vanila punya rencana lain


__ADS_2