
rupanya vanila datang ke sebuah pekan raya, untuk mengisi sebuah acara
"hai guys aku datang " nila tersenyum
"nila, lama banget sih , udah jamuran nungguin" ucap joni
"sorry, aku harus cari alasan dulu soalnya tapi polisi itu pengen ikut, aku harus mikir alasan dulu " jawab nila
"jangan -jangan pak yudha, naksir lagi sama kamu " tambah Denis
"kalian dasar bodoh, gadis mafia dan polisi itu musuh" nila menepuk bahu Denis
"ayolah, kali ini mereka akan bayar kita, masing- masing 2 juta satu jam " ucap joni lagi
"ok, meski pun ini jauh dari kerjaan kita sesungguhnya " nila kesal
sungguh tak di duga vanila dan joni jadi pemain motor merayap dinding pada acara sirkus tiap minggu malam
mobil yudha pun parkir di depan kerumunan orang banyak, 3 orang pemotor untuk first style
mata yudha makin penasaran, gadis ini sungguh luar biasa, sesaat terlihat cantik bak bidadari, tapi kini aku makin terkejut vanila sebagai pemain sirkus..
"panas sekali " nila membuka helm dan membuat rambut panjang ya terurai indah
"ini ambil lah "
"terima kasih joni, aku lelah sekali " ucap nila tampak menoleh
"nila kamu mau minum apa? " tanya joni melambai
nila kaget lalu minuman dingin ini dari siapa?
"pak yudha, anda ikuti aku ya " nila kaget
"jadi ini kencan malam minggu dengan gebetan yang kamu maksud" yudha duduk di sebelah nila
"pak bukankah aku tidak punya salah, kenapa? anda mengikuti aku terus " nila kesal
melihat yudha duduk di samping nila, joni dan Denis memilih kabur pulang duluan
"pemain sirkus, kamu pintar sekali bisa naik motor ke dinding, itu luar biasa, apa kamu tidak takut celaka? " tanya yudha
"kalau pun aku mati tidak ada orang yang akan sedih" nila cuek
"nila ini serius " yudha meyakinkan
"pak santai lah, aku itu suka sekali naik motor, sudah biasa karena temanku ke banyakan laki-laki aku jadi terbawa tomboy, mungkin jika wajahku tidak cantik pasti aku macho seperti cowok" nila terkekeh
dasar vanila tidak pernah bisa serius
"pak yudha ini jomblo akut ya, ngikutin aku kesini " nila meledek menaikan alis nya
"aku tidak suka pacaran, tidak suka buang-buang waktu " ucap yudha
__ADS_1
"benarkah berarti langsung kalau cocok langsung nikah " nila terkekeh
saat mereka sedang ngobrol asyik, petugas sirkus memberi amlop gaji vanila
"dasar kurang ajar 2 teman bodoh ku sudah pulang duluan " nila kesal
"ini sudah malam, aku antar kamu pulang " ucap yudha
"kok bapak, jadi hobi nganterin aku sih, pak yudha gak naksir aku kan " nila tertawa menggoda
vanila gadis ini nakal sekali
"siapa pun pasti naksir dengan gadis secantik dan selincah kamu " yudha menatap
waduh,polisi ini bikin aku mati gaya..
"pak yudha boleh aku tanya? " ucap nila
"tanya saja"
"apa benar yang umi bilang jika pak yudha sedang patah hati akut, gara-gara kehilangan halida?
.
yudha pun diam sejenak
" kalau kamu tidak mau jawab juga gak papa "nila binggung
" ok, aku paham tapi tidak baik juga jika anda terus menerus sedih, hidup itu harus terus melangkah dan di nikmati, jika kita stake di satu titik berarti kamu kalah pada keadaan"
"kamu benar, tapi halida itu seperti separuh jiwa ku " yudha mendadak sendu
"terserah anda lah, tapi buat aku, dalam hidup kita harus menatap ke depan, biarkan kisah sedih itu jadi bagian di hati tapi kita harus terus maju ke depan "
"rupanya kamu jago motivasi juga " yudha kagum
"bukan, aku hanya sering susah saja " nila santai
dari Sisi lain nila cukup tangguh
"kamu sendiri sudah move on ? " tanya yudha
"ya pasti lah, gadis cantik dan manis seperti aku pasti banyak yang mau " nila tertawa
perjalanan itu pun terasa, akrab sekali kita saling goda dan makin dekat
namun tiba-tiba saja ada jalan rusak hingga membuat yudha kaget saat menyetir, membuat mereka beradu kepala
dan rambut nila yang panjang tersangkut, di kancing baju yudha
secara perlahan jantung ku bergetar, ini seperti bersandar di dada bidang polisi tampan ini
"maaf, pak " nila melepaskan perlahan
__ADS_1
"tidak apa -apa " yudha pun terlihat
dan selanjutnya makin lama mereka saling intens mengirim chat
"bos can kapan kita mulai beraksi? " tanya joni
"emang kamu sudah dapat target baru? " tanya nila
"ada seorang anggota dpr dia sudah punya 2 istri, tapi masih saja suka wanita malam, cuma kali ini kita cukup beresiko target banyak kenalan orang penting " jelas joni
"tapi nilla bukan nya sekarang kamu dekat dengan polisi itu, aku kira kita tidak akan beraksi lagi" ucap donna
"dasar bodoh, jika aku jauhi polisi itu makin curiga pada ku, kalian cukup main cantik saja dan susun yang rapih, jangan sampai gara-gara ke bodohan kalian aku harus menginap lagi di kantor polisi " jelas nila
tak di sangka yudha pun datang di jam pulang kerja menambah yakin semua teman nilla, jika polisi itu Menyimpan rasa
"selamat sore semua, aku tidak ganggu kan? " tanya yudha
"pak yudha mau jemput nila lagi? " tanya Tia
"tidak aku ingin mengajak makan malam di resto jepang " jawab yudha
"wah.. pasti makanan nya enak sekali, tapi cuma nila aja, teman nya gak " ucap donna lagi
"justru itu aku memang ingin mengajak kalian semua, bersedia kan " yudha tersenyum
"soal makan pasti lah " jawab mereka
tapi aneh dalam rangka apa? polisi ini semakin baik saja pada kami
"wah restoran jepang ini mewah sekali pasti makanan di sini Mahal kan? " tanya Tia
"makan lah tidak usah pikirkan harga, nila kenapa? dari tadi kamu diam saja? apa tidak suka makanan ya? " tanya yudha
"tidak aku hanya sedang berpikir kenapa? anda begitu baik pada kami, aku rasa ini sudah di luar kebiasaan anda kan? " nila menatap
"rupanya kamu perasa sekali," yudha mengeluarkan tas yang berisi dokumen di atas meja
"apa itu pak? " tanya joni
"ini dokumen kejahatan kalian " yudha tersenyum
semua kaget, bahkan kaki ku gemetar mendengar ucapan polisi ini, Tia saja menangis
"pak yudha aku tidak suka lelucon " nila kesal
"iya pak, jangan bercanda " Denis pun tegang
"lihat ini semua foto ini dengan rambut wig dan lensa di mata nya itu dirimu kan? vanila aprilia, yang suka sekali menjebak pria kaya berpura-pura kencan, tapi kalian bekerja Sana untuk memeras mereka semua, memang semua korban kalian para koruptor tapi cara kalian mencari rejeki itu juga salah "
pernyataan pak yudha membuat kami semua yang sedang makan bungkam, akhirnya setelah beberapa tahun kami beraksi
mungkinkah akan berakhir di penjara..
__ADS_1