
sehari sebelum pernikahan faris, lagi-lagi vanila menangis di depan hotel tempat pesta
"vanila ikut aku " faris menarik tangan nila masuk ke mobil
"faris kamu mau bawa nila kemana? " teriak dona
mobil faris terus melaju dengan kecepatan tinggi
donna yang panik langsung menelfon yudha minta ban tuan takut faris nekat
"halo pak yudha, tolong vanila di bawa faris menuju puncak " ucap donna
"ok, kirim flat mobil nya " jawab yudha
perasaan yudha pun jadi kacau, ada rasa takut yang luar biasa
"Kak, untuk apa bawa aku ke sini? " tanya nilla
"kita menikah siri, aku tidak ingin menikah dengan wanita lain " jawab yudha sampai di puncak
ternyata benar sudah ada saksi dan penghulu, faris sudah gila nekat mengajak nikah siri
"aku tidak mau, ini salah aku tidak bisa mengikuti keinginan mu " nila menolak
"vanila tidak kah, kamu merasa sedih melihat gedung mewah itu, besok aku akan menikah dengan wanita pilihan ibu ku, aku tidak mau " faris sedih
"benar aku merasa sedih melihat itu, tapi apa yang kita lakukan juga tidak benar, ini salah " nila menangis
"aku sangat mencintai mu de, ayo pak nikah kan kami " faris memaksa ku duduk
"kak faris, ibu mu setengah mati benci aku, tidak aku tidak mau menikah tanpa restu " nila hendak bangun tapi tangan nya di pegang erat faris
ya Allah, ini tidak benar aku tidak mau menikah siri
"pak penghulu ayo mulai akad nikah nya " perintah faris
"lalu siapa wali nya, mempelai wanita harus punya wali nikah, ayah atau saudara kandung dari keluarga ayah " ucap penghulu
"vanila yatim piatu, aku sudah menyiapkan wali hakim "
rupanya semua nya sudah di siap kan oleh faris secara matang
saat detik-detik, ijab kobul di mulai, yudha yang datang dari jauh, langsung membubarkan
"hentikan " teriak yudha
semua kaget dan vanila yang melihat faris lengah langsung lari mendatangi yudha
__ADS_1
"pak yudha tolong aku " ucap nila
"sudah kamu tenang ya " jawab yudha
"kurang ajar, siapa? yang menyuruh anda datang ke sini? " faris kesal
"ini salah, dalam pernikahan tidak boleh ada paksaan" tegas yudha
"kami saling mencintai, jadi minggir lah vanila calon istri ku, kemari lah " faris mengajak nila
"kak aku sudah bilang tidak mau menikah siri dengan mu, hidup ku sudah susah selama ini, jika ibu mu tahu bukan cuma aku yang di sakiti tapi seluruh penghuni panti asuhan " nila menangis
"vanila aku hanya ingin menikah dengan mu, aku tidak peduli " faris hendak mendekati tapi di pukul oleh yudha
"sudah ku bilang jangan paksa vanila " yudha kesal
mereka pun berkelahi saling pukul, vanila pun tidak tahan dan ingin melerai namun kena pukul faris
plakk...
"vanila aku tidak sengaja " faris terkejut
"kak, berhentilah mana kak faris yang aku kenal baik dan sopan, aku mohon " ucap nila menangis
mendengar itu faris pun tertunduk lemas dan berlutut di lantai
"pak yudha, ijin kan aku bicara sebenarnya pada nya " pinta nila
"ok, tapi jika faris menyakiti mu, akan ku patah kan kaki nya " yudha kesal
vanila pun mendekati faris yang sedang kacau
"kak, terima kasih selama 10 tahun ini sudah jadi malaikat pelindung ku, aku pun sangat mencintai kak faris, tapi restu ibu itu penting dalam pernikahan, aku tidak punya orang tua jadi mana mungkin aku sanggup menyakiti hati ibu yang melahirkan dirimu, di dunia ini ada hal yang tidak bisa kita pilih takdir, jodoh maut rejeki, dunia kita berbeda jauh, aku tidak sanggup mendayung lebih jauh, biar kan cinta ini mengalah, aku yakin pilihan orang tua mu pasti yang terbaik " nila menangis
hp faris pun berdering, mengabarkan jika ibu nya masuk rumah sakit
"nila ibu ku, masuk rumah sakit " faris kaget
"kalau begitu, kembali lah ke tempat yang seharusnya, jaga ibu mu, ridho ibu ada lah surga,
cukup aku yang tidak punya ibu, jangan kamu orang yang aku cintai " nila menenangkan faris
"vanila, beri aku pelukan terakhir, karena mungkin setelah hari ini status ku akan jadi suami orang " pinta faris
"ya " nila memeluk faris
namun ekspresi kesal nampak jelas di wajah yudha
__ADS_1
"vanila, berjanji lah, kamu akan selalu bahagia meski tanpa aku " bisik faris
"iya aku akan berusaha selalu bahagia, dan menyimpannya cinta kak di sudut hatiku, kamu akan tetap jadi kakak faris terbaik dalam hidup ku " nila tersenyum
dan para pengawal pun menjemput faris dengan mobil dan membawa nya pulang
hatiku sakit sekali, merasakan semua sudah berakhir
"sini aku kompres pipi mu " ucap yudha
"pelan -pelan sakit " nila merintih
"siapa yang menyuruh mu melerai kami, hingga kamu kena pukul " yudha sambil mengkompres
"faris itu sebenarnya orang baik dia tidak jahat, dia cuma sedang kacau otak nya " jelas nilla
"hei nona, faris hampir saja memaksa mu menikah siri, itu kriminal " yudha kesal
"mas yudha, apa kamu pernah jatuh cinta yang sangat dalam? faris begitu karena terlalu mencintai ku" bela nila
"jadi kamu membelanya? " tanya yudha
"mirip romeo dan Juliet, tapi aku tidak mau mati seperti Juliet, meski pun aku cinta tetap saja itu bukan impianku " nila menatap pemandangan
"nila apa cinta faris? sudah memenuhi seluruh hatimu? " yudha kembali menatap ku
"kenapa? anda ber tanya hal itu, kami sudah bersama 10 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tapi besok faris akan menikah dengan gadis pilihan ibu nya, pernikahan nya pun sangat mewah dan banyak di hadiri pejabat " nila kembali galau
"makanya mulai besok buang semua cinta itu faris akan jadi milik orang lain "
"emang anda pikir semudah itu, anda sendiri tidak bisa melupakan halida begitu saja kan " nila terlihat bete
"benar aku memang tidak bisa melupakan halida, tapi aku mengingat dia sebagai bagian terindah dari hidup ku, karena sekarang ada dirimu " yudha terus melihat ku
"benar kah? apa anda jatuh cinta pada ku " vanila menaik kan alisnya
"gadis nakal kamu selalu menggoda ku " yudha membelai rambut ku
jantung ku bergetar ya.. di belai pak yudha
"tapi terima kasih, kedatangan anda sangat berguna jika tadi aku sampai menikah siri dengan faris panti pasti akan di gusur, makanya aku memilih mundur" tambah nila
"nila mulai sekarang, aku yang akan melindungi dirimu, kamu jangan takut ya " yudha meyakinkan
tatapan mata yudha terlihat tulus
vanila, aku tidak mengerti apa yang terjadi pada ku
__ADS_1
yang aku tahu, aku bahagia jika dekat dengan dirimu... vanila aprilia (yudha hatinya merasa nyaman)