
sejak di mobil vanila juga tidak ceria seperti biasa nya, wajah nya murung dan kesal
"ini sudah malam, kamu pulang saja mas dan besok aku ada acara pengajian di panti tolong jangan ganggu aku dulu, soal leon aku pun sudah beralasan anterin ibu pergi dan ijin tidak ke kantor, aku masuk dulu ya " nila sedih
"tunggu, ok aku tidak akan memaksa mu, jika kamu tidak ingin bicara tapi jangan berpikir sendiri, karena sekarang ada aku di sini " yudha mencium rambut ku
mas yudha aku tahu, kamu pria yang baik tapi aku hanya ingin sendiri dulu..
vanila pun menyadarkan diri di tembok kamar dan kembali menangis
nova aku rindu...
ke eso kan paginya vanila pun berangkat pagi-pagi tanpa bicara apa pun pada agustin dan Felix
kaca mata hitam dan kerudung, vanila pergi dengan sepeda motor
yudha pun tidak bisa diam saja, meski vanila bilang jangan di ganggu tetap saja yudha lebih cerdik, dari jauh yudha pun menyamar jadi ojek online mengikuti vanila
mau kemana dia sepagi ini? aku bukan nya tidak percaya pada mu, tapi aku khawatir
sampai lah di sebuah pemakaman umum, yudha ber fikir mungkin vanila rindu pada nenek ya, tapi bunda nety yang mengurus panti juga hadir di sana
"vanila sayang kamu sudah di sini " ucap bunda
"iya bunda, seperti biasa malam ini aku juga tidak bisa tidur memikirkan nova " nila menangis di balik kaca mata hitamnya
yudha masih belum paham dan tidak berani mendekati hanya terus memantau
vanila dan bunda mengirim doa dan membaca surat al Fatiha
"sayang tidak terasa sudah 2 tahun sejak kepergian nova, bunda rindu sekali " bunda menangis
"aku pun, kak nova adalah saudara ku meski tidak sedarah dia kakak yang baik "
vanila juga bodoh, pin bross yang di pakai untuk merekam leon, hari ini juga di pakai otomatis
percakapan mereka masuk ke hp yudha
"vanila, bunda takut kamu akan bernasib sama, tolong lah nak henti kan misi itu, ikhlaskan semua nya " pinta bunda
"bunda aku ikhlaskan nova pergi, tapi aku tidak bisa membiarkan pria itu hidup bebas tanpa dosa, sedang kan saudara ku mati karena dia " nila menangis
apa maksudnya? vanila kenal nova
yudha terus mendengar kan omongan mereka
"nak bunda tahu kamu gadis pintar, tapi tuan leon itu jahat, bunda khawatir"
__ADS_1
"bunda, aku sudah sejauh ini tidak akan mundur, leon sudah tergila-gila pada ku, sejak nova meninggal aku bersumpah untuk balas dendam pada leon pria yang tidak punya hati, jika kecantikan ku bisa Meng hancur kan ya aku tidak akan mundur "
jadi benar vanila? punya dendam pribadi pada leon
"tadi nya bunda sedih anak kandung bunda nova sudah meninggal, tapi bunda beruntung punya anak lain sebaik, hebat dan kuat seperti dirimu " bunda memeluk vanila
jadi nova itu anak bunda panti, tapi kenapa?
vanila tidak jujur
saat vanila dan bunda sudah pergi, yudha pun memastikan makan itu nova atau bukan
yudha pun kaget, batu nissan tertulis nova kamelia
sepertinya vanila punya alasan kuat benci pada leon
setiap tahun kematian nova panti asuhan selalu mengadakan pengajian, mereka semua mengirim doa untuk nova
"permisi bunda di luar ada mayjen yudha dia mengirim sembako juga bingkisan untuk anak -anak panti " ucap pengurus
"mas yudha sudah ku bilang jangan ganggu aku, kenapa dia masih ke sini " nila kesal
"vanila tunggu, temui yudha nak "
omongan itu pun, terus di dengar kan yudha dari headsheat di hp nya
"iya aku sedang mampir, dan vanila bilang ada pengajian , jadi aku boleh ke sini kan " yudha sopan
"tapi pak yudha, vanila maksud bunda mute gadis nakal itu sedang tidak baik " bunda ragu
"tapi boleh kan, aku bicara pada nya sebentar saja "
bunda pun setuju, mungkin pak yudha pria yang tepat untuk vanila
"pak polisi mau cari kakak vanila ya " tanya anak panti
"iya, apa kamu tahu vanila dimana? "
"dia sedang tidak mute, katanya tidak ingin di ganggu, sejak kematian kak nova, vanila selalu menangis di hari ini tepat 2 tahun kematian nova, tapi besoknya dia sudah ceria, katanya jadwal vanila untuk menangis jangan di ganggu "
bocah ini bicara apa? jadwal menangis, tidak mau di ganggu
yudha pun memberi uang pada anak panti yang memberi tahu kan dimana vanila sekarang
di belakang panti ada pohon besar yang di buat rumah seperti film my heart, dan di situ vanila bersembunyi
pohon ini tinggi tidak ada anak tangga
__ADS_1
bagaimana aku Naik?
"sudah pergi lah, sudah ku bilang jangan ganggu aku " vanila duduk di atas.
"aku rindu pacar ku, makanya ke sini " goda yudha
"pohon ini tinggi, jika jatuh kaki mu bisa patah"
"nona aku ini polisi, di militer aku sudah biasa melakukan hal ekstrem "
dalam waktu 10 menit yudha pun berhasil memanjat pohon itu
"nona jika kamu menganggap aku ini remeh ya, apa kamu lupa aku mayjen" yudha duduk di samping vanilla
"benar tempat ini mudah bagi mu" vanila jutek
"sayang,aku hanya khawatir pada mu, mata mu juga bengkak semalaman menangis kan? " yudha membuka kaca mata ku
"aku sudah bilang jangan di ganggu, bukan kah hari ini aku juga libur dari misi pada leon? kenapa? kamu tetap kesini"
"vanila sayang, tidak kah kamu merasakan jantung ku berdebar saat ada kamu, aku ingin selalu ada saat sedih atau suka , ayo cerita lah apapun itu"
yudha mengeluarkan rekaman di hp nya, percakapan di makam tadi,vanila pun cukup kaget
"bodoh sekali aku lupa pin bross ini, sekarang jadi boomerang bagi diriku sendiri"
"vanila aku kesini bukan sebagai polisi,tapi yudha pria yang ingin tahu semua tentang mu, percaya lah aku bisa di ajak berbagi, suka dan duka".
mendengar ucapan yudha aku tersentuh, aku merasakan ketulusan dari mata yudha
" nova kamelia itu anak kandung bunda nety , ibu kami di panti, wanita yang sama juga sekretaris leon yang sangat mencintai nya namun di campak kan begitu saja"nila sedih
"boleh aku tahu? kenapa nova meninggal? " yudha penasaran
"karena polisi tidak bisa membantu ku, tidak ada gunanya aku cerita"
"vanila dengar aku, aku tidak ingin membuat mu sedih, yakinlah aku bisa jadi teman berbagi" yudha pegang tangan nila
entah,gimana? caranya aku mulainya
ini sulit,
vanila masih diam,tanpa kata
mata bengkak nya, juga tidak bohong
jika vanila amat sedih..
__ADS_1