
2 hari di rawat leon pun kembali ke rumah nya, vanila pun standbay membantunya
"April akhirnya aku pulang ke rumah, aku bosan sekali di rumah sakit " ucap leon
"apa bapak? ingin makan sesuatu" tanya nila
"pesan saja pizza atau spaghetti" jawab leon
"tidak pak itu tidak sehat, saya masakan sup hangat saja ya, tunggu di sini " nila pergi masak
menunggu setengah jam akhirnya, aroma sup ayam hangat sudah hadir di kamar leon
"ayo kita makan " ucap nila
"kamu bisa masak? " tanya leon
"sedikit, jika di rumah suka bantu ibu, ayo pak coba lah " nila menuang kan ke piring
aku tidak menyangka April pinta masak, sup ini persis masakan ibu
"aku senang makan ini, sudah lama aku tidak makan masakan seenak ini "
"sama-sama pak, saya senang mendengar nya " nila tersenyum
"April apa kamu tidak ingin menikah? bukan kah harus nya umur dewasa mu, sudah pantas menikah? " leon penasaran
"setiap wanita pasti ingin menikah tapi, aku harus bertemu orang yang tepat " jawab ku
leon sepertinya mulai nyaman, aku harus makin mendekati nya agar dapat info yang aku mau
tiba-tiba hp leon berbunyi, ada telfon
"April bisa tolong ambil laptop ku, kirim kan email ke alamat ini, bilang jika roti gandum harus segera di kirim " perintah leon
"pak aku baru tahu jika anda juga bisnis roti gandum " nila penasaran
"itu bisnis samping an ku"
"pak di sini tertulis besok jam 8 waktu manila akan segera di kirim dari Mr, nick "
"jawab, saja ok "
"baik pak "
Mr Nick, roti gandum, manila filipina.
apa ini yang yudha cari ada hubungannya
"April, aku bahagia sekali bisa punya sekretaris pintar dan cantik seperti dirimu, jika hubungan ini bisa lebih aku pasti lebih senang lagi "
__ADS_1
"anda saja tidak percaya cinta, mau hubungan apa? pak leon wanita itu butuh yang pasti, aku bukan tipe wanita yang cuma butuh uang, tapi juga kasih sayang, ini sudah malam saya. permisi ya " nila hendak pamit
"tunggu" leon mendekati dan lagi -lagi membelai rambut vanila
"ada apa lagi pak? " nila gugup
"hati -hati di jalan, aku tidak ingin kamu terluka"
leon begitu perhatian sekali, seperti cowok yang sedang Pedekate
nila pulang naik taksi online, dan segera mencari pak yudha untuk beri tahu info yang baru saja dia dapat dari leon
namun yudha sedang di rumah nya, karena adik kesayangannya sedang menginap
aku pun, putuskan, untuk datang ke rumah pak yudha soalnya aku curiga sekali
"Assalamualikum" ucap nila
"waalaikum Salam, nila kamu ke sini " sambut umi
"maaf mi, aku ada urusan sama pak yudha" nila sedikit grogi
"ayo masuk, yudha ada di dalam kebetulan ada yuka" umi menarik ku, masuk
rumah keluarga pak yudha sangat besar, di dinding penuh foto pak. yudha pakai seragam tampak gagah
"kamu tidak lupa pada ku, aku pikir setelah menikah kamu pasti me lupa kan aku " ucap nila
"mana mungkin aku lupa teman ku yang nakal dan cantik vanila aprilia" yuka tersenyum
"wah.. wah.. rupanya kalian sangat akrab sekali" yudha menghampiri
"mas vanila dan aku dulu satu sekolah favorit, vanila ini sangat pintar makanya dia dapat beasiswa" yuka. sangat senang
"yuka umi bilang kamu sudah punya anak, boleh aku gendong" pinta nila
"itu sama ayah, ayah beri kan putri aunty vanila ingin kenalan " yuka memberi kan anak nya di gendong
tapi jantung vanila selalu berdebar tiap kali melihat wajah ayah yuka
"om, aku ke sini lagi" sapa nila sambil mencium tangan nya
"vanila, apa sekarang kamu sudah lulus kuliah,katanya ingin jadi CEO. terkenal dalam. bisnis" ucap om
"sudah om, tapi tunda baru sampai d3, saya sibuk kerja dulu "
"om, tinggal dulu. ya"
melihat, wajah vanila pucat tiap kali ketemu ayah nya yuka tertawa
__ADS_1
"nila selalu takut ketemu ayah,mas yudha sih waktu sekolah tinggal di asrama jadi baru kenal sekarang" yuka tertawa
"benar kah kamu takut pada ayah ku? " tanya yudha
"aku baru ketemu 3 kali, om kan wajah nya galak juga di siplin, "
"vanila aku kira kemarin faris menikah dengan mu tapi ternyata tidak, padahal kalian sudah kenal 10 tahun, kamu sabar ya"
"mungkin kak faris dan aku tidak jodoh, apalagi tante fera itu benci setengah mati, lebih baik jika kami tidak bersama"
vanila kembali terlihat sedih
"nila apa kemarin kamu bicara pada olive? " tanya yudha
"maaf mas, aku nakal lagi karena olive itu sombong sekali, aku buat saja dia cemburu"
"kamu kenal olive juga? terus dia ngomong apa? " tanya yuka
"aku kesal dia datang marah -marah bilang aku gak pantas buat mas yudha, pada hal itu kami baru ketemu tapi dia judes banget, aku kerja in aja, bilang jika mas yudha dan aku saling mencintai dan akan segera menikah, dan kamu tahu yuka, wajah dokter itu merah seperti habis makan cabe,.. pedas " nila tertawa.
"nila gak berubah, kamu selalu nakal tapi aku paham pasti olive yang menghina mu kan? aku baru tahu memang kamu sama mas yudha, ada hubungan? mas yudha sudah move on dari halida, aku setuju jika kalian menikah " yuka senang
"yuka ngomong apa barusan? umi dengar mas yudha ingin menikah dengan vanila apa itu benar? " umi kaget
gawat umi dan yuka salah paham
"tidak umi bukan aku hanya asal bicara, mas yudha jelas kan pada umi " nila binggung
"umi, doa in aja yang terbaik ya, aku masih ada urusan dengan vanila pamit ngobrol di taman dulu" yudha mengajak nila
sampai lah di taman nila segera cerita, tentang info soal leon dan roti gandum
"bagus info ini sangat penting, tempel terus leon aku yakin kamu pasti bisa dapat lebih lagi " ucap yudha
"benar bahkan tadi leon mengajak ku menikah, dia bilang perlu orang seperti diriku "
"lalu, kamu setuju " yudha kesal
"ya nggak lah itu bukan tujuan ku, mas yudha aku minta maaf gara-gara aku umi dan yuka jadi salah paham, aku merasa bersalah, aku sering nakal tapi aku tidak tega jika membuat seorang ibu menangis " nila berkaca-kaca
"itu u lah mu, jadi terima saja akibatnya jika umi menganggap itu serius " yudha tersenyum
sebenarnya aku senang melihat keluarga ku, menyukai dirimu, hati ini berbunga-bunga sekali ya dekat vanila, apa ini benih cinta?
"nila makan dulu ya, sebelum pulang " umi memanggil
"tapi mas, aku takut ah,.. nanti mas yudha jelas in ya, agar aku bisa minta maaf "
yudha hanya tersenyum melihat vanila gugup
__ADS_1