Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
aku sangat mencintai mu


__ADS_3

leon yang trauma hanya duduk lemas, tanpa bisa menolong vanila yang jatuh tenggelam di laut


"tolong, aprilia semua nya tolong pacar ku" teriak leon


yudha pun dengan sigap, menolong vanila dan langsung nyebur ke laut


vanila pun di bawa yudha ke darat, dia tidak sadar dengan segera memberikan pertolongan pertama


menekan -nekan di bagian perut


"vanila ayo bangun" bathin yudha


leon pun segera datang dan turun dari kapal tapi kaki nya terus gemetar


"kamu sepupu aprilia, yudhi kan tolong lah dia " pinta leon


cara menolong orang yang tenggelam, ada lah memberi nafas buatan


yudha pun memberi nafas buatan


ya lagi-lagi mereka berciuman..


hampir 5 menit,vanila pun mulai sadar


"uhuk.. aku pusing sekali" ucap nila


"sayang, syukur lah kamu sadar " leon pun langsung memeluk vanila


kalau saja tidak sedang akting, aku pasti sudah meninju wajah leon (yudha kesal)


"maafkan aku trauma air, aku tidak bisa menolong mu " leon menangis


aku pun langsung ke kamar untuk ganti baju yang basah..


leon tampak melamun di jendela


"hai kenapa? kok diam aja" ucap ku


"sayang aku minta maaf tadi tidak berguna tidak bisa menolong mu "


"aku juga salah tadi sandal ku terpeleset, aku juga tidak bisa berenang"


"aprilia masa kecil ku tidak begitu baik, aku sering sekali di bully di sekolah, dan yang bikin trauma mereka men dorong ku ke kolam renang orang dewasa, sejak itu aku fobia air " leon tampak sedih


jadi begitu rupanya


"tidak apa -apa yang penting aku selamat, lalu jika bukan kamu siapa? yang memberikan nafas buatan"


"sepupu mu yudhi, aku pun tidak tahu tiba-tiba dia datang ke sini "


mas yudha dia mencium ku lagi


"yudhi kan tour gaek, makanya dia pasti keliling tempat wisata"


"benar aku rasa juga begitu "


rupanya alam masih berpihak pada kami


bibir ini hanya di boleh di cium yudha


"sayang sebagai rasa bersalah, ayo ikut aku " leon menarik tangan ku


mata ku tertutup, sebuah tempat indah yang di hiasi lampu sungguh romantis


"sayang untuk apa? semua ini" aku binggung

__ADS_1


"aku ingin menunjukkan rasa cinta ku "


bahkan leon mengajak ibu agustin dan Felix datang ke bali


bahkan donna alias desi, tia alias lia juga di ajak


tak lupa marko si jutek


"untuk apa kamu mengajak mereka semua ke sini " aku binggung


"aku ingin melamar mu " leon mengeluarkan kotak berisi cincin berlian


apa melamar? aku tidak menyangka leon sedalam itu


leon pun berlutut bak di drakor, wajah nya yang tampan tampak sumringah..


"aprilia maharani, aku sangat mencintai mu, seumur hidup aku baru ini jatuh cinta, kamu adalah satu -satu nya wanita yang aku ingin kan di sepanjang hidup ku, Aprilia maharani


I will you merry me " leon menyodorkan cincin


ya Allah rasanya aku begitu terharu, jika saja ini bukan akting aku pasti bahagia


apa lagi mas yudha yang ngomong..


"sayang ayo jawab, yes" ucap ibu agustin


"iya April, kamu dan pak leon cocok " donna dan lia meyakinkan


mata mereka saling melirik satu Sama lain memberi kode pada vanila


tak ketinggalan dari kejauhan yudha, joni dan Denis


ikut menyaksikan


"aprilia, jawab please " tegas leon


"yes, I will merry you " jawab vanila


semua bersorak senang, leon pun memakai kan cincin di jari manis ku


dan memeluk erat vanila dan mencium kening nya


"tapi, jangan terlalu cepat ya" vanila ragu


"kenapa? kamu tidak yakin pada ku"


"no, aku pikir menikah itu butuh persiapan apa lagi kami punya keluarga besar, satu bulan aku minta waktu satu bulan "


"it's ok .. sayang aku terserah pada mu yang penting aku bahagia " leon hendak mencium bibir ku


ehm..


ehm


"maaf, tuan leon anda baru tunangan, jadi tolong jaga anak saya sampai kalian sah" ucap Felix


"ok, ayah aku minta maaf "


keren.. Felix membantuku lolos dari ciuman leon


akting keren sebagai ayah ku


hanya marko, yang tampak kesal dan tidak suka


apalagi yudha saking cemburu nya, dia remas botol itu sampai tangan nya berdarah

__ADS_1


Denis dan joni pun saling melirik dan curiga jika yudha suka pada vanila


"aku janji vanila, akan menjaga mu dari leon, aku tetap harus tahan lihat mu mesra pada leon " bathin yudha


karena ibu dan ayah gadungan ku, ada di bali aku pun me minta satu kamar pada mereka, leon pun setuju karena menghargai ayah ku


"hebat nona, kamu hebat sekali leon benar -benar takluk pada mu " ucap agustin


"benar, tapi jika dalam satu bulan kita belum dapat cukup bukti mungkin aku akan menikah beneran sama leon, aku tidak mau " nila kesal


"pak yudha tidak mungkin diam saja, pasti bantu anda nona " tambah Felix


"permisi boleh kami masuk " ucap donna dan lia


"iya ada apa? " tanya nila


"nila tadi joni bilang tangan pak yudha terluka, akibat meremas botol, mungkin dia kesal melihat mu" jelas donna


"tapi kenapa? pak yudha kesal ya " tia binggung


"dasar lemot,pak yudha itu cemburu dia suka sama vanila " donna kesal


"makasih info nya, aku cerita lagi nanti " nila pun pergi mencari yudha


kamar yudha ada di ujung, nila pun mengetuk pintu dulu


"masuk lah " ucap yudha duduk di sofa


"mas kamu terluka " nila langsung di samping nya


"untuk apa kamu ke sini? nanti tunangan kamu tahu dia bisa marah " jutek sekali wajah yudha


"benar leon tunangan aprilia, sedangkan aku datang sebagai vanila pacar prayudha" nila menggobati luka yudha


benar yudha jealous..


"sudah selesai, tangan mu kuat sekali botol plastik saja di remas, hebat " nila tersenyum


"aku kesal melihat kalian, sudah ku tahan tapi makin tidak karuan rasanya "


"makanya satu bulan ini, kita harus kerja keras untuk bisa menangkap leon agar aku bebas dari akting ini, kalau tidak aku bisa menikah sungguh an nanti "


"gadis nakal, awas saja kamu " yudha menyentil jidat ku


melihat cincin di jari manis vanila, yudha tambah kesal


"harusnya, aku yang pasang kan cincin ini bukan si brengsek itu, vanila aku sangat mencintai mu" yudha mencium tangan ku


melihat yudha sebucin itu pada ku, aku sangat senang


"kalau begitu tidur lah, aku pamit ya sudah malam" nila hendak pergi


"tunggu, ada yang lupa " lagi -lagi yudha mendekati bibir ku


"stop, bukankah tadi siang kamu yang memberi nafas buatan pada ku, itu sudah cukup "


"benar, aku yang menolong mu, aku panik melihat kamu tenggelam" tegas yudha


"aku panik sekali, Leon hampir saja mencium ku tadi,aku mundur terus sandal ku terpeleset, jadi nyebur deh "


"berarti alam pun mendukung, karena aku sangat mencintai mu, jadi kamu itu millik ku" bisik yudha


aduh... polisi ku makin bikin aku deg-deg an


aku juga sangat mencintai mu, polisi ku..

__ADS_1


__ADS_2