Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
janji ku..


__ADS_3

setelah mendengar cerita vanila tentang nova, yudha pun makin paham jika di balik kejahatan yang sudah di lakukan nya, vanila menyimpan luka yang dalam


"mas yudha, setelah tahu aku dendam pada leon kamu tetap membiarkan aku lanjutin misi ini kan? " tanya ku dengan mata sembab


"tentu, asalkan kamu tetap ikuti skenario dari ku, jangan bertindak bodoh, aku penasaran sebenarnya rencana awal mu pada leon? " balik tanya yudha


"tadinya mungkin aku akan menikahi leon, membuat dia bergantung pada ku, baru aku tinggal kan "


"gadis bodoh jika kamu menikah dengan nya, itu juga menghancurkan hidup mu" yudha kesal


"itu pun yang membuat aku dan faris bertengkar tidak setuju, faris marah karena aku bersumpah tidak akan menikah jika leon belum menderita"


"oh, jadi itu makanya kamu menolak kawin lari sama faris gtu?"


"benar, kalau bukan karena dendam pada leon mungkin aku akan kabur ke Dubai bersama faris, kawin lari di Sana " vanila tersenyum..


vanila kamu memang luar biasa


"lalu sekarang ada aku? apa kamu akan tetap ingin menikah dengan leon? " yudha menaikkan alisnya


"mana mungkin aku saja masih status tahanan mu, aku tidak bisa menikah sampai misi ini berhasil, lagi pula mas yudha yakin, masih tetap mencintai aku, meski pun aku memiliki jalan hidup yang tak sama seperti mu, aku tidak pantas dapat cinta dari polisi baik dan sopan seperti mu "


"umi bilang wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok,jika di paksa lurus akan patah, seperti itu juga hidup mu, aku semakin yakin kamu wanita yang baik, yang pantas jadi istri ku, aku akan bantu meluruskan hidup mu yang sulit, janji ku akan selalu mencintai mu dan janji ku kita akan menikah setelah misi ini selesai"


aku tersentuh yudha yang seorang polisi mencintai ku sangat tulus, menerima ku apa ada nya


"yakin sekali belum tentu, aku mau menikah dengan mu " goda vanila


"apa? kamu mau menolak pria sebaik aku " yudha mendekati wajah ku


hari ini aku yakin, cinta itu milik ku


gerakan yudha pun, terus mendekati wajah ku, dan hampir kembali mencium ku, tapi..


"kak vanila ini pesanan mu, tarik ember nya " teriak anak panti


"ok" vanila pun menepuk wajah yudha kaget


rupanya kebiasaan vanila jika di rumah pohon, dia selalu makan es krim vanila saat sedih, juga sepotong cake vanila, dan dari atas sudah ada ember di beri tali untuk menarik ke atas


"wah..ini seperti di film, ambil makanan di tarik dari atas "yudha tertawa


" saat nya kita makan, es krim dan cake vanila "


"vanila apa sejak kecil kamu sangat suka rasa vanila? " tanya yudha

__ADS_1


"kata bunda si begitu,aku pun binggung aku lebih suka vanila dari pada coklat, apa mungkin ayah atau ibu ku keturunan bule ya "


benar biasa nya yang suka rasa vanila dan keju itu orang barat


"seperti nya begitu, apa sejak lahir tidak ada tanda yang membantu, mengungkap siapa orang tua mu? " tambah yudha


mendengar tidak ada tanda apa pun, cuma di bahu ku ada tanda bawaan lahir


"tidak ada, nenek bilang aku di temukan dalam kardus mie instan hanya di bedong kain, tidak ada surat atau benda apapun, cuma halte bus di taman kota pada bulan april, makanya dari kebiasaan ku suka vanila dan di temukan bulan april, aku di beri nama vanila aprilia," vanila sedih dan berhenti makan


"sayang aku minta maaf tidak maksud buat mu sedih "


"tidak apa -apa, mas kan polisi jika bisa bantu aku pecahkan misteri ini itu baru polisi hebat "


benar juga, aku akan cari tahu siapa? orang tua vanila, tidak mungkin tidak bisa di temukan


"mas yudha,boleh aku tanya sesuatu lagi? "


"apa tanya saja sayang"


"dokter olive terlihat begitu menyukai mu, apa kamu tidak ada rasa sedikit pun pada nya " aku penasaran


"ha.. ha.. apa sekarang kamu cemburu pada ku? " yudha tertawa


"tidak, cuma mengingat kamu perwira polisi dan olivia dokter itu pasangan yang cukup serasi"


"sayang cinta itu tidak bisa memilih pada siapa dan kenapa? yang aku rasa kan sejak bertemu dengan mu, aku terus memikirkan diri mu, perlahan halida sudah di ganti vanila " yudha tersenyum


"dasar gombal, polisi sekarang kamu mirip playboy"


"vanila tadi kamu bilang kamu dapat beasiswa ke jerman, kamu kuliah jurusan apa? "


"arsitek, aku ingin bangun rumah yang bagus juga nya man "


"benar kah bukan ya karena dulu faris punya bisnis property, makanya kamu jadi ingin satu jurusan dengan nya "


"aku di interogasi lagi ya, ha.. ha.. benar aku akui faris cukup membuat aku senang selama kenal dia, dia teman yang hebat, saat aku masih nakal -nakal nya dia sering aku tonjok, tapi dia tidak membalas ku, makah tetap mendekati ku "


"jadi masa kecil kalian begitu romantis, love story yang mirip di film " yudha kesal


"ken apa sekarang jadi kamu yang bete" nila tertawa


HP nila pun berbunyi di tengah, perdebatan kecil mereka, leon menelfon


"diam lah, aku angkat dulu ya "

__ADS_1


yudha pun Menganguk setuju


"halo be by, ada apa?menelfon aku bukan kah ini jam kantor belum selesai"


"aku rindu pada mu sayang, sedang apa sekarang apa kamu sudah pulang dari rumah sepupu mu" tanya leon dari telfon


"sebentar lagi, beby aku minta maaf ya hari ini tidak bisa menemani mu meeting "


"baby aku sudah mengirim barang elektronik di rumah mu, aku ingin kamu tidak kekurangan sayang "


apa leon mengirim, barang elektronik


"benarkah, terima kasih ya aku mencintai mu sayang " vanila pun menutup telfon nya


"mas yudha, kita harus segera pulang, leon sudah mengirim barang elektronik ke rumah sewaan kita " ucap ku


"vanila aku tahu ini akting, tapi hatiku terasa perih mendengar ucapan mesra kamu dan leon "


ya ampun polisi ini ken apa? jadi lebay


"mayjen ini semua rencana mu kan, jadi aku adalah artist yang sedang berperan, ayo lah jangan baper " vanila menarik tangan yudha


tapi otot yudha terlalu kekar, hingga vanila pun jatuh ke pelukan yudha lagi


"aku bukan baper tapi cemburu " bisik yudha


"lalu apa yang harus aku buktikan jika aku dan leon itu cuma akting"


yudha pun menunjuk arah bibir nya kode minta di cium


"tidak aku tidak mau bibir, tapi "


cup..


cup..


"ini saja sudah cukup" vanila mencium pipi yudha


"tentu, aku jadi tidak sabar ingin segera halal "


mereka pun turun dan segera pulang, agar leon tidak curiga


masih nunggu like yang banyak..


biar author bisa bikin lebih baperr....

__ADS_1


love you all


__ADS_2