
"hati mu pasti merasa senang kan, di tangisi 2 orang pria sekaligus, aku percaya pesona mu sebagai gadis penakluk itu terbukti" yudha kesal
"bukan salah mu, jika mereka begitu mencintai ku " vanila tersenyum
"jadi begitu ya, kalau begitu aku pun sudah takluk pada mu dan tidak tahan lagi"
mobil yudha melaju kencang dan tiba di rumah milik yudha, yang catnya sudah berubah warna vanila
"mas yudha untuk apa kita kesini? " vanila gugup
"kenapa? inikah rumah masa depan kita "
hatiku, jantungku berdebar sekali, aduh..
apa yang tadi mas yudha maksud tidak tahan lagi
"ayo masuk, apa kamu takut pada calon suami mu sendiri " yudha menatap
"tidak, lagi pula kita kesini untuk beres -beres kan sebelum kita tempati "
vanila berusaha tenanglah..
"mas, aku ambil minum dulu ya panas "
"tidak kita minum di kamar saja "
yudha pun menarik vanila dan menggendongnya di tempat tidur
"dari tadi aku sudah tidak tahan lagi, melihat mu di peluk pria -pria itu, dan sekarang giliran aku "
yudha pun langsung menarik bibir vanila dan terus memainkannya
pelukan mas yudha erat sekali, aku sulit bernafas
"mas tenanglah, bukankah kita ada janji cek Cathetring"
"itu sudah di urus umi, ayo jangan menghindar "
badan kekar yudha terus menghimpit tubuh vanila
alhasil vanila pun nyanyi pasrah
kamar itu pun kembali panas
buah kenyal itu kembali bertemu pemiliknya
baju vanila pun sudah terbuka lebar...
"kamu sudah janji untuk tidak mengambil mahkota ku sebelum sah kan " vanila dengan nafas terengah-engah
"benar aku hanya rindu, susu vanila "
"mas yudha "
karena kesal vanila pun mengigit bibir yudha
"kamu pikir, aku tidak bisa melawan mu "
vanila tanpa malu lagi membalas ciuman yudha
"benar aku sangat Mencintai mu " bisik yudha
"aku pun, tapi harus di tunda sampai kita sah " vanila bangun masuk ke kamar mandi
akhirnya aku lolos, jika tidak polisi bucin itu akan menghabisi ku hari ini
yudha pun terus tertawa melihat tingkah vanila
aku pun sadar sayang kita belum halal., tapi sebelum menuju puncak, bolehkah aku mampir dulu di bukit itu..
. setelah vanila keluar dari kamar mandi, terlihat yudha yang tertidur lelap di kasur, dengan hanya pakai celana tanpa baju
perut Sispeck yudha memang sungguh menawan
vanila menatap dekat wajah yudha
__ADS_1
"dari pada hanya melihat sini temani aku tidur " peluk yudha
"kamu tidak tidur "
"mana mungkin aku bisa tidur setelah ada yang bangun "
apa? vanila tambah berdebar setelah merasakan sesuatu sudah berdiri tegak bak tiang listrik
"jangan takut, cukup peluk aku, akan ku coba bertahan sampai hari H"
"kamu tidak sabaran, kenapa ajak aku kesini? "
"karena aku sudah tidak tahan "
mas yudha makin lama bikin deg deg serrr...
jam menunjukkan pukul 7 malam
tiba -tiba umi menelfon untuk mengajak dinner bersama
"mas aku tidak bisa ikut, lihat baju ku sobek ulah mu "
yudha pun tersenyum
"jangan khawatir di lemari aku sudah isi semua baju untuk mu, sudah cepat mandi aku tunggu di ruang tamu, aku takut jika melihat mu mandi pasti bangun lagi "
dasar mas yudha...
ku buka lemari benar, mas yudha sudah mengisi dengan baju bermerek, Jean, kaos, dress, baju kebaya yang mungkin nanti jika aku jadi istri mas yudha aku akan masuk anggota persit, persatuan istri tentara..
bahkan aku tidak percaya, lingerie sampai dress malam juga ada dengan warna cerah
ini sih bukan sekedar jadi istri polisi
tapi istri polisi Sultan
kalau begini aku juga tidak tahan lagi...
ingin malam pertama ah.. tidak
dress panjang warna peach, aku pun datang untuk ikut dinner di keluarga mas yudha
rupanya bukan cuma aku Olivia pun sengaja yuna undang hadir di sini
"mas yudha, sini aku ambilkan nasinya, mas yudha suka ayam goreng dan tumis jamur kan " olive tanpa malu
"wah, meja makan kita jadi sempurna jika dokter olive yang cantik jadi bagian dari keluarga kita " yuna tersenyum
vanila pun sadar yuna sengaja melakukannya..
"sayang kenapa? piringnya kosong, kamu tidak makan? " tanya yudha
"makan, aku ingin sepiring berdua saja dengan mu, boleh kan "
"tentu sayang, anggap saja kita latihan "
yuna jangan pikir kamu bisa dengan mudah mengalahkan aku..
tersenyum gadis liar, karena sebentar lagi aku akan buat senyum mu, hilang selamanya
"yuna kapan suami mu ke Jakarta, bukankah harusnya dia segera cuti untuk menemanimu persalinan " ucap yudha
"Pieter sedang menuju kesini"
Pieter? vanila sedikit kaget mendengar nama Pieter di sebut
bunyi bel terdengar dari balik pintu yuna yang sedang hamil besar pun berjalan menuju pintu
"assalamu'alaikum, sayang aku pulang " ucap Pieter
"aku rindu sekali ingin bertemu, ayo semua sudah menunggu di meja makan '
kita lihat bagaimana wanita itu bisa terus tersenyum, aku sudah tidak tahan vanila bohongi mas yudha
Pieter pun menyalami, ayah, umi dan juga mas yudha
__ADS_1
mata Pieter cukup melotot melihat vanila ada di samping yudha
" Pieter suamiku kamu tidak lupa pada vanila kan, wanita selingkuhan mu "yuna kesal
semua terkejut mendengar ucapan yuna tak lebih lagi yudha sampai berdiri dari kursi
" yuna jaga bicara mu, jangan melewati batas "bentak yudha
" itu fakta , mas yudha tahu kenapa? aku benci vanila karena vanila adalah gadis makan itu bersama Pieter di awal pernikahannya kami, vanila itu selingkuhan Pieter "
"Pieter, kurang ajar kamu "
plakkk
bogem mentah langsung mendarat ke pipi Pieter
"mas aku jelasin " rintih Pieter
"mas yudha tidak boleh menghajar suami ku saja, tapi gadis liar ini juga karena dia penggoda nya " teriak yuna
mata yudha memicing kesal, tangannya mengepal
"vanila apa kamu kenal Pieter? " tatap yudha
ya ampun.. yudha terlihat begitu marah
"iya "
"tuh kan benar, mereka itu pernah berselingkuh " yuna memanasi
"tidak bukan, tidak begitu " vanila gugup
"kalau tidak mana mungkin malam itu kamu bisa sekamar dengan Pieter, kalian bukan muhrim "
yudha kembali melangkah menatap galak vanila dan menautkan wajahnya pada vanila dekat
"benar yang di katakan yuna, kamu pernah sekamar dengan pieter malam itu, jawab vanila " yudha kembali membentak
tangan ku gemetar, kenapa? ini terjadi
"ayo gadis nakal jawab, kamu pasti berpikir rahasia mu, amankan makanya kamu kaget jika Pieter kekasih gelap mu, itu suami ku "
"yudha sabar, vanila ketakutan melihat mu, kasar sekali " ucap ayah
"iya mas, tenang dulu " umi pelan
"vanila, jawab aku tanya sekali lagi, benar atau tidak kamu pernah sekamar dengan Pieter , jika kamu tidak menjawab Pieter akan ku tembak sekarang juga " ancam yudha
"benar aku pernah sekamar dengan Pieter, tapi.. "
belum lagi kalimat itu sekedar
yudha memukul meja makan, yang ada di depannya hingga berserakan, sampai darah mengalir di telapak tangannya
"mas tangan mu berdarah " vanila meraih tangan yudha
"lepas, aku tidak sudi di sentuh perempuan nakal dan liar seperti mu, di tambah lagi kamu wanita penggoda yang suka bermalam bersama pria beristri "
jleb.. kata -kata yudha membuat vanila sangat sedih, rasanya sakit sekali..
"pergilah vanila, kalau tidak malam ini akan ada pertumpahan darah " pekik yudha
"kamu jahat mas.. " vanila berlari sambil menangis..
"mas, yudha harus sabar ini belum jelas "
"sudah cukup umi, mungkin sebaiknya pernikahan nya kita batalkan saja " yudha pun pergi..
olive dan yuna tersenyum puas melihat vanila di bentak yudha, dan terlebih lagi sudah di bikin malu
aduh.. batalkan pernikahan..
masih kepo yudha ma vanila jadi nikah atau gak
ayo lah di vote
__ADS_1
bagi like dan masukin favourite...