Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
Berry bertemu pamela


__ADS_3

berry rupanya kesal setelah mendapati kenyataan jika vanila anak dari ibunya, namun pamela lah yang sudah membuangnya


di depan pintu rumah pamela berry terus memencet bel..


"kamu siapa? " Olivia membuka pintunya


"aku ingin bertemu ibu pamela, dokter berry nugraha itu namaku " ucap berry


jadi ini dokter berry, yang sekaligus sahabat akrab vanila


"sayang siapa yang datang " pamela keluar dan menghampiri


"tante, masih ingat aku " berry tersenyum


"ibu kenal dengan orang ini? " olive melirik ibunya


"berry nugraha, anak dari Bima nugraha dan violencia itu kakak sepupu ibu, ayo kita masuk " ajak pamela dengan gugup


pamela terlihat gusar melihat berry yang tiba -tiba muncul


"tante aku senang, tante pun sudah kembali ke Indonesia, jadi aku kesini ingin bincang serius pada tante " mata berry memancar terus pada pamela


"iya, aku juga senang,, bagaimana vio adalah dia sehat? " pamela terlihat makin panik


"ibu sehat dan masih duduk dengan kursi rodanya, tante aku ingin bicara 4 mata pada tante, boleh kan " pinta berry


"ya, sudah bicara di sini saja, aku kan anak ya bicara saja sekarang" tambah pamela


"tidak, urgent aku ingin berdua dengan tante tanpa yang lain tahu " mata berry menatap


akhirnya di belakang rumah pamela mereka pun duduk di kursi taman


"ada apa nak, wajah mu begitu serius? " pamela takut ada sesuatu


"vanila aprilia si gadis penakluk, tante sembunyikan sesuatu dari kami jika sebenarnya dia anak dari ibu ku vio " berry penuh penekanan


"ja.. ja.. jadi kamu sudah tahu, kalau vanila anak ibu mu, berry aku takut kan sudah terjadi, hari dimana? kebenaran ini terungkap " pamela memegang jantungnya terasa sedikit sesak

__ADS_1


"harus di ungkap, vanila adalah wanita yang aku sukai sejak kuliah, mendapati kenyataan dia anak kandung dari ibu sambung ku, aku cukup syok, tapi aku juga kecewa tante tega membuang vanila bayi yang tak berdosa " mata berry penuh emosi


"ayahmu Bima nugraha setuju untuk merawat bayi vio tapi tidak dengan om Lukas, ayah nya vio dia marah juga benci melihat bayi itu sama saja mengiris luka di hati nya, vio hamil di luar nikah dan parahnya calon suaminya narapidana kasus gembong narkoba, aku harus gimana di situasi itu nak.. " pamela menangis


"aku tahu tante, anda di posisi simalakama, tapi berkat ketidak berdayaan anda vanila jadi korban, seumur hidupnya dia di hina di caci di kenal sebagai gadis yatim piatu yang di buang, aku sedih sekali " berry menangis


"aku minta maaf, aku tidak berguna , aku menyesal " pamela menunduk sedih


"aku kesini bukan untuk menghakimi tapi ingin meminta tante untuk kerja sama bantu vanila kembali pada orang tua nya, aku ingin usut kembali kasus tuan Abraham Khan ayah kandung vanila" pinta berry


"vanila anak ku, apa dia sudah tahu jika " pamela terbata -bata


"gadis penakluk itu , lebih kuat dari yang kita bayangkan justru dia yang paling tenang dan bertekad ingin usut tuntas , tante bantu kami ya " berry pegang tangan pamela


"pasti nak.. " pamela setuju


saat pembicaraan itu sedang serius Olivia yang penasaran pun datang ke taman


"dokter, apa yang kamu lakukan hingga ibu ku terlihat sedih " olive kesal


"tidak ada, aku hanya curhat " berry alasan


"benarkah? bukan karena vanila si gadis nakal itu " tanya Olivia


"memang apa yang kamu tahu tentang vanila? " berry pun balik tanya


"tidak ada, yang aku tahu ibu ku sangat menyukai nya, dia selalu berfikir kasihan pada vanila dan diam -diam selalu berdonasi ke panti, tapi malah apa vanila merebut mas yudha dari aku, air susu di balas air tuba " olive bete


"ha.. ha.. jodoh bu dokter, sudah jodoh mereka vania dan yudha menikah, itu berarti cinta mu bertepuk sebelah tangan " ejek berry


apa dia mengejek ku? dokter ngeselin


"tertawa lah puas, aku juga tahu itu pun terjadi pada mu kan, sampai sekarang masih caper sama istri orang " Olivia sinis


"memang karena cinta ku tulus pada vanila, meski dia sudah menikah itu tidak mengubah rasa mu, beda kamu selalu mencari celah untuk masuk ke hubungan mereka, masa dokter mau jadi pelakor " ejekan berry tambah bikin kesal


"dokter jika kamu ke rumah ku cuma bikin kesal lebih baik pulang saja, lagi pula aku juga tidak tahu kamu sepupu ibu ku " usir Olivia

__ADS_1


"Olivia tidak baik bersikap begitu, berry kan tamu, lagi pula kamu lupa apa dokter berry adalah pemilik yayasan rumah sakit tempat kamu praktek " pamela menenangkan


apa pemilik rumah sakit? oh my good, speechless..


"tetap saja ma, sikapnya itu ngeselin, lagi pula dokter hebat itu tidak akan mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan " Olivia melirik berry


ternyata benar dokter Olivia gadis yang cukup berani alias judes..


"benar tante, aku seorang berry nugraha dokter spesialis bedah dan juga sekarang menjabat wakil dari pemilik rumah sakit kasih ibu , tentu aku sangat profesional, tapi wajib bagiku untuk tahu etitute semua dokter yang praktek di rumah sakit ku " mata berry seakan sengaja menjadi. buat Olivia resah..


"berry sudah jangan bertengkar tante tahu kamu anak baik, pasti cuma goda Olivia, dan kamu sayang bersikap lah ramah pada berry selain dia atasan mu juga abang sepupu mu lho " pinta pamela..


"benar, kamu boleh panggil aku abang biar kita terlihat saudara akrab " berry tersenyum..


"tidak aku tidak mau, aku cuma anak sambung ibu ku, jadi secara garis darah kita tidak ada hubungan sepupu " Olivia menolak


"Olivia, mama gak suka ya kamu bersikap kurang ajar " bentak pamela


sial.. gara -gara berry,gw ribut ma nyokap


"Olivia minta maaf cepat " perintah pamela dengan sorot mata emosi


berry cuma terus tersenyum, rupanya Olivia benar -benar keras kepala


"maaf " pamela wajah jutek


"aku tidak dengar, dokter Olivia anda bicara atau berbisik " ledek berry


Olivia pun menarik napasnya.. kesal...


"aku minta maaf, atas ucapan ku dokter berry nugraha sekaligus abang sepupu ku, aku rasa cuaca di luar panas sekali, hingga membuat aku kesal " Olivia langsung pergi..


"berry maafin Olivia ya, tante akui Olivia memang ketus tapi hatinya cukup baik kok " ucap pamela malu.


"tidak apa -apa tante.. cuma aku suka saja mengoda dokter judes itu " berry tertawa..


pamela dan berry pun terlihat akrab.. dari jendela Olivia makin kesal..

__ADS_1


bisa -bisanya gue punya abang sepupu plus wakil pemilik rumah sakit.. lagi pula dia itu sohib vanila pasti secara tidak langsung itu musuh ku...


Olivia Wijaya.. aku jadi ingin mengerjai mu lagi, bersiap lah di rumah sakit.. kita lihat nyali mu akan sebesar ini, mengejek ku... (isi hati berry)


__ADS_2