
umi yang masih marah terus menangis di depan ruangan operasi yudha...
vanila pun berlutut memohon ampun dan maaf pada umi
"umi, aku mohon maaf , aku juga tidak bermaksud untuk membuat semua ini, tadinya aku hanya mengharapkan keadilan untuk ayah ku " vanila menangis sedih
"kamu sudah dapat vanila, ayah mu bebas tapi suami ku akan di bui saat usianya senja dan sakit -sakit an, kamu senang kan, lagi pula apa kamu tidak cukup kami Terima menjadi istri yudha, kami sudah berlapang dada menerima kamu vanila dan menganggap kamu anak, tapi ini balasannya kamu penjarakan suami umi, dan yudha juga sekarat demi kamu " maki umi tanpa henti..
"umi, aku tahu aku salah, aku minta maaf , aku sangat sayang sama ayah juga umi, vanila mohon minta ampun sama umi " vanila hendak pegang tangan umi..
"stop jangan sentuh umi, mulai detik ini kamu bukan mantu umi lagi, sebab jika kamu menantu umi pasti paham jika ayah mertuanya juga sedang sakit di tambah masuk penjara, itu bikin ayah makin sakit vanila, sikap mu ini menunjukkan jika vanila si gadis liar itu benar sebab dia tidak punya rasa hormat pada mertuanya "
kata -kata umi begitu menusuk hatiku, wanita soleha yang lembut dan baik hatinya.. hari ini begitu kecewa hatinya oleh ku..
.
operasi yudha sudah selesai.. namun saat vanila hendak ikut ke ruang rawat di tolak umi
"kamu tidak usah ikut vanila " bentak umi
"tapi umi, mas yudha itu suami vanila aku khawatir mi " vanila menangis..
.
"cukup vanila umi bilang cukup mulai detik ini kamu bukan lagi mantu umi, sebab istri yudha tidak akan menyakiti hati mertuanya " umi juga menangis saat bicara itu..
yuna dan yuka sedang di ruang ICU untuk menunggu ayah prasetyo.. juga gelisah saat umi nya ingin bicara sendiri pada vanila
"umi vanila mohon kali ini aja ijinin vanila jenguk mas yudha, vanila janji setelah ini akan turutin semua omongan umi, vanila mohon mi " vanila terus berlutut bersimpuh
.
"kamu harus pergi dari hidup yudha dan menjauh dari keluarga kami, kamu setuju " tatap umi penuh emosi
"maksud umi apa? vanila gak ngerti " vanila bangun
.
"anggap saja ini malam terakhir kamu jadi istri yudha, sebelum yudha sadar kamu harus segera pergi sejauh mungkin dari hidup yudha, umi sudah muak akan tingkah mu vanila, yudha pasti marah jika umi bilang harus tinggalkan kamu, maka dari itu kamu yang harus pergi sejauh mungkin tinggalkan yudha untuk selamanya, jika kamu setuju kamu boleh malam ini menemani yudha tapi jika tidak, percuma karena selamanya umi benci kamu dan akan terus halangi kamu bersama yudha lagi "
__ADS_1
petir terasa menyambar.. umi yang begitu baik menerima dengan tangan terbuka hari ini begitu benci dan ingin aku pergi..
"baik aku setuju, aku mohon ijinkan malam ini aku menemani suami ku untuk yang terakhir kalinya, besok aku janji sebelum mas yudha sadar aku pasti akan pergi sejauh mungkin aku pastikan yudha tidak akan menemukan ku " vanila menangis
"aku pegang ucapan mu gadis penakluk, tapi ingat jika kamu bohong mungkin kamu memang ingin melihat mayat ku tergeletak di depan mu, selama aku hidup aku benci kamu vanila " umi pun pergi sambil menangis..
kemarahan umi yudha.. seakan jadi batas waktu untuk nasib cintaku bersama suamiku..
yudha sudah di pindah ke ruang perawatan, suster bilang yudha baru akan sadar setelah sepuluh jam, baru obat bius nya hilang, tapi aku sudah berjanji sebelum yudha buka matanya aku harus pergi..
vanila pun menangis memandangi wajah suaminya yang penuh dengan selang oksigen..
polisi ku.. jendral prayudha erlangga..
saat bahagia dalam hidupku saat kamu begitu tulus mencintaiku, sudi menjadikan si gadis yatim piatu ini jadi istri mu, itu adalah kebahagiaan..
hari ini.. aku minta maaf demi mendapatkan cinta ayah dan ibu ku, aku harus mengobarkan ayah mertua ku,...
.
kamu suamiku.. aku sangat mencintai mu.. tapi sepertinya aku harus pergi.. sebab ibu yang begitu penuh cinta kasih kini terluka oleh ku..
besok saat jendral sudah sadar, ini pasti akan jadi bara antara kamu dan umi.. aku tidak ingin menambah kacau keadaan..
jika dunia ini tidak bisa membuat kita terus bersama, aku berdoa semoga kita bisa bertemu kembali di sana suamiku..
vanila menulis sepucuk surat di bawah bantal yudha,.
jam 11 siang akhirnya yudha kembali sadar..
"aw... sakit " ucap yudha membuka matanya
.
"mas, kamu sudah sadar " yuka senang
"yuka dimana istriku? " tanya yudha
.
__ADS_1
ya.. ampun gawat jawaban apa yang harus aku jawab.. yuka panik
"mas mungkin istri kamu pulang dulu, tadi gerah ingin mandi " yuka bohong
"owg.. kalau begitu tolong ambilkan air mas haus " pinta yudha..
sementara, itu di rumah vio.. vanila pun menangis tanpa henti
"sayang sudah lah, jangan menangis " peluk vio
"ibu, aku.. aku " vanila amat sedih
"ibu paham, mungkin umi nya yudha cuma emosi saja, besok akan baikan nak " vio mencoba menenangkan
"tidak bu.. umi begitu marah aku salah, aku yang salah " vanila makin sedih....
aku harus pergi sesuai janji ku?..
"nak, pak saddam bilang passport mu besok baru bisa selesai, juga visa mu, kamu yakin ikut ayah ke Turki " tanya Abraham
.
"iya, aku bahkan ingin secepatnya pergi dari sini, aku ingin ikut ayah dan ibu melihat kalian menikah dan bersama di usia senja kalian, tapi ayah sebelum berangkat aku mohon bilang ke pak saddam untuk mengusahakan surat penangguhan penahanan untuk ayah prastyo agar jadi tahanan rumah, ayah aku mohon " pinta vanila
"iya sayang, akan ayah usahakan agar pak saddam bisa membuat prastyo jadi tahanan rumah saja, ayah setuju prastyo itu orang baik cuma terjebak dalam keadaan yang salah " Abraham bijak..
Turki.. mungkin aku harus ikut ayah dan ibu ku yang akan menikah di Turki..
aku harus pergi? sejauh mungkin jauh dari yudha..
meskipun hatiku sakit sekali, jauh dari suamiku.. pria pertama yang begitu mencintai ku.. vanila terus menangis tanpa henti..
hati yudha juga tidak karuan hingga sore, vanila juga tidak kunjung datang.. HP juga nonaktif..
apa yang terjadi? vanila tidak mungkin meninggalkan suaminya selesai operasi tanpa khawatir...
apa lagi aku ambil peluru itu demi melindungi istriku.. vanila dimana kamu? yudha gelisah
namun saat melihat kesamping banyak ada kertas kecil yang terselip..
__ADS_1
dengan susah patah yudha berusaha untuk membacanya..
to be continue.. . ..