
Pamela jewellery sebuah toko perhiasan mewah dan megah, yang memiliki pabrik emas dan berlian sendiri..
"selamat siang tuan dan nyonya ada yang bisa saya bantu? " tanya pegawai toko
"saya ingin beli kalung berlian tapi ekslusif, kalau bisa ada inisial nama saya dan suami saya " jawab vanila
pegawai toko pun menjelaskan detail apa yang di inginkan vanila..
"mbak ibu Pamela pemilik toko ini apa ada? " tanya yudha
"sedang di rawat di rumah sakit kemarin kecelakaan"
"rumah sakit mana ya mbak? " vanila ikut penasaran
"rumah sakit jakarta, di tempat praktek dokter Olivia ahli kulit "
yudha dan vanila saling melirik, Pamela itu Pamela Wijaya ibunya Olivia
meski sudah berteman lama, yudha cuek pada olive yang dia tahu ibunya memang bisnis women
"mbak kalau yang namanya violetta itu ada? " vanila berharap
"saya nggak tahu mbak, soalnya saya baru, tapi manager sebelumnya pak iwan memang kenal violetta,mungkin pak iwan bisa jawab '
kok jadi muter -muter..
vanila dan yudha pun berfikir sejenak
" mas bisakah kali ini kita pakai caraku saja? "ucap vanila
" cara apalagi sayang? "
"aku akan menemui ibunya Olivia dan kamu bisa ajak Olivia bicara juga, mungkin salah satu dari mereka bisa kita jadikan clue siapa violetta"
"tapi yakin, kamu tidak marah jika aku ngobrol sama Olivia" goda yudha
"tentu tidak, karena jika kamu kelewat batas, aku pun akan langsung pulang bersama berry dia jika praktek disana "
rumah sakit jakarta..
masuk ke ruangan ibunya Olivia seperti nya hatiku terasa sedih sekali..
"assalamu'alaikum, boleh aku masuk " ucap vanila
ibu Pamela yang sedang tiduran langsung bangun
"vanila ibu jendral anda kesini " Pamela senang..
"ibu Pamela aku kesini, karena ingin bicara hal penting tentang aku dan ibu ku yang belum aku ketahui siapa? "
kalimat itu pun.. membuat Pamela tampak sedih
"vanila apa yang bisa aku bantu " tanya Pamela
__ADS_1
"ibu Pamela aku mohon jangan pura -pura lagi, sebenarnya aku kesini ingin sekali tahu siapa violetta? ".
" dari mana kamu tahu violetta? "Pamela binggung
" itu tidak terlalu penting dari mana, yang jelas aku baca isi surat dalam baju koto gadang, yang bilang jika ayah ku menderita karena ayah mertua ku, aku ingin minta bantuan jika anda tahu intinya, pak iwan bilang violetta nama ibu ku, tapi setelah aku cek toko perhiasan itu sudah ganti nama dan anda pemiliknya "vanila terlihat tegas
entah kenapa? air mata Pamela pun mengalir deras
" lalu jika kamu tahu sebenarnya? apa kamu rela melepaskan cinta mu pada suami mu, karena ayah mereka juga penyebab luka pada ayah mu "tegas Pamela
" ibu ,cinta dan dendam akan selalu tersekat benang tipis, hari ini aku sangat mencintai suamiku tapi sebaliknya aku juga sangat berharap bertemu orang tua ku, mungkin untuk sekedar dapat jawaban kenapa? aku di buang jika aku tidak di harapkan "
lagi -lagi Pamela diam dan tertunduk..
sementara yudha bukannya mengajak Olivia ngobrol malah cuma diam dan asyik main ponsel meski bersama Olivia
"mas ada apa kamu kesini? " tanya Olivia
"oh.. itu istriku datang ingin mengunjungi ibu Pamela "
"untuk apa dia kesini? " Olivia kesal
"istriku ibu jendral dia hanya ingin jenguk pasien yang kemarin dia tolong lewat donor darah, harusnya kamu Terima kasih bukan marah " tegas yudha
"iya aku Terima kasih, tapi aku rasa vanila tidak perlu sok akrab pada ibu ku "
saking kesalnya Olivia pun cepat datang ke kamar rawat ibunya
gadis nakal itu pasti caper sama mama
" pamela berikan itu di secarik kertas
"Terima kasih infonya, semoga anda cepat sembuh "
"sebenarnya apa yang kalian ingin bicarakan? " olive masuk dengan kesal
"olive ibu jendral hanya datang untuk jenguk aku " pamela tersenyum
"iya dokter olive aku hanya khawatir sebab kemarin ibu pamela kritis, tapi bersyukurlah sekarang sudah membaik, ibu kalau begitu aku pamit "
"tunggu vanila, bolehkah aku memeluk ibu jendral sebagai ucapan Terima kasih "
"tentu ibu "
akhirnya vanila dan pamela pun berpelukan, ada yang aneh terasa hangat sekali, iya rupanya pelukan ibu memang terasa hangat
namun kecemburuan terlihat jelas di wajah Olivia
vanila pun kembali pulang, namun dia juga tida mau cerita pada yudha
"sayang bagaimana? apa ada info? " tanya yudha
"entah lah mas, ibu pamela tidak banyak bicara dia malah sering menangis"
__ADS_1
"kalau begitu, kita pulang yuk "
"aku harus ke cafe dulu mas, ada hal penting yang harus aku bahas tentang cafe pada mereka "
mas yudha maafkan aku yang harus pura pura pada mu, aku hanya ingin pastikan dulu, untuk apa? dan siapa? yang ada di sel tahanan 123
yudha pun kembali ke kantor polisi, yang memang sibuk sebagai jendral
"vanila apa yang terjadi kamu terlihat binggung? " tanya donna
"gak apa -apa, cuma capek aja jadi istri polisi itu capek juga "
"benar gak bohong .. "
ya donna paling hafal apapun tentang vanila
"besok aku akan buat agenda jumat berkah di sel tahanan apa kamu mau ikut? " tanya vanila
"di sel tahanan untuk. apa? " donna bingung
"sebagai ibu jendral, aku harus aktif pada aktifitas sosial "
"vanila aku kenal kamu sudah dari kecil, ok.. jika kamu belum mau terbuka, aku akan dukung apapun yang penting kamu harus bahagia "
"Terima kasih kamu teman luar biasa, dalam kebaikan dan kenakalan kamu selalu ada bersama ku " vanila tertawa
"dasar gadis nakal " dona pun tertawa
"aku juga ikut kita kan satu tim " Tia ikut tertawa meskipun tidak tahu sebabnya..
"donna kapan kamu mau nikah sama joni? " tanya ku
"entahlah, uang kami cukup buat beli rumah tapi tidak bisa bikin pesta "
"memang kamu pingin sah atau gaya sih, menikah itu ibadah yang penting sah di mata hukum dan agama jangan di buat sudah karena ingin pesta " sambung Tia
"wah.. tak ku sangka kamu makin cerdas Tia "
Tia yang biasanya lemot berubah..
itulah kenapa? aku senang memiliki teman seperti mereka..
teman setia dari aku di hina sampai aku di puja mereka selalu ada
satu lagi aku masih penasaran? sel 123 , apakah ini jalan aku menemukan kedua orang tua..
ibu pamela.. hatiku hangat sekali melihat wajah teduh nya
jika saja dia ibu ku aku bahagia ya Allah..
tapi entah lah.. semua masih abu -abu
jika benar ayah mertua ku ada kaitannya dengan ayah kandung ku.. mungkin aku harus bersiap
__ADS_1
dengan ketentuan takdir Illahi...