
akhirnya yuna pun di ijinkan pulang pasca bersalin, dan umi bilang pada yudha jika vanila yang melakukan donor darah , umi pun meminta yudha mendengarkan penjelasan vanila sebelum semuanya hancur
di cafe vanila sedang duduk termenung
Tiba-tiba tanpa basa basi yudha pun menghampiri vanila
"aku menunggu mu di rumah jika kamu memang memiliki bukti untuk membela diri, dan ingat aku tidak suka di bohongi, semua yang akan kamu ucapkan akan menentukan nasib kita " yudha berdiri di depan vanila
"ok, aku akan datang dan jika kamu ingin batalkan pernikahannya lakukan saja " vanila kesal
akhirnya vanila pun pergi ke rumah yudha bersama teman -temannya
"vanila sini duduk dulu, kita bicara pelan -pelan ya " ucap umi
"iya umi, dan kamu Pieter aku atau kamu yang bicara " tatap vanila
"sudah bicara saja tidak usah melirik suami orang" yuna kesal
"sudah, ayah harap masalah ini cepat selesai, biarkan vanila menjelaskan kita harus bijak dan kamu yuna jangan bicara sampai vanila selesai" perintah ayah
"cintya sari sebaiknya kamu yang jelaskan dan jika di perlukan reka adegan aku siap " sambung vanila
cintya sari adalah nama panjang Tia
"dasar gadis mesum kamu ingin mengulang adegan di kamar itu" potong yuna lagi
"sudah ayah bilang diam yuna, vanila teruskan dan kamu tia bicara jangan takut " bentak ayah
"sebelumya aku minta maaf pada ayah, umi dan juga kamu yuna, jika ini menyakitkan " Tia terbata -bata
"vanila aku mohon aku malu " Pieter gugup
"Pieter laki -laki pecundang itu mendekati aku 4 tahun lalu saat kami berlima kerja di bar mewah di jakarta, pria itu membuat aku percaya jika dia mencintai ku, tapi itu hanya tipuan nya "
flasback
__ADS_1
malam itu aku begitu yakin Pieter mencintaiku, tapi ada yang aneh justru Pieter memberi perhatian lebih pada vanila, Pieter memberi sekotak es krim vanila untuk vanila itu membuat aku cemburu
rupanya es krim itu sudah Pieter beri obat perangsang tujuannya untuk menjebak vanila namun aku yang memakannya
Pieter diam -diam jatuh cinta pada vanila dan aku hanya pancingan untuk sampai pada vanila
"lalu bagaimana bisa malam itu vanila yang sekamar dengan Pieter bukan kamu? " tanya yudha yang sejak tadi diam dengan raut wajah kesal
"efek obat itu membuat aku pusing dan Pieter membawa ku ke kamar no 8 tapi moment itu sekaligus Pieter gunakan untuk menjebak vanila, karena vanila panik melihat aku di bawa ke hotel, vanila menyusul kami, namun Pieter menyuruh petugas hotel bohong jika aku ada di kamar 7,vanila masuk dan Pieter ikut masuk ke dalam dan menguncinya " jeda Tia gugup
"lalu kalian bercinta begitu kan " Lagi-lagi yuna memotong cerita Tia
vanila yang tadinya diam, bangun menghampiri yuna
"nyonya ayuna putri, apa kamu tidak ingat setelah malam itu Pieter kesakitan pada ***********, mana mungkin jika aku bercinta membuat suami mu yang playboy kesakitan luar biasa, dan kamu tuan Pieter Anderson, putra mahkota apakah aku perlu mengulang kejadian itu " tegas vanila
Pieter nampak gugup keringat mengucur deras dari pelipisnya
"ampun vanila aku minta maaf " Pieter bersimpuh
"berani sekali kamu bentak suami ku " yuna marah
"yuna duduk " bentak yudha
"maaf, aku minta maaf pada mu vanila aprilia, aku berdosa, sayang ku yuna malam itu tidak terjadi apapun, aku memang kesetanan melihat vanila masuk ke kamar hotel, aku pikir bisa melampiaskan hasrat ku pada vanila karena aku jatuh hati pada vanila sebelum kita menikah tapi vanila sangat setia pada faris, " Pieter sedih
"sudah jangan buang waktu, bersihkan nama ku " vanila kembali kesal..
"saat aku memaksa vanila bercinta vanila menendang ******** ku sangat keras, aku lupa jika vanila juara taekwondo, aku kesakitan dan " Pieter malu dan menunduk
"lalu kenapa? kamu bilang telah berselingkuh pada vanila dan penyakit itu terjadi karena kamu kena azab " balas yuna
"aku malu jika aku bilang aku impoten akibat tendangan vanila dan itu ulah ku, aku malu sayang " Pieter mengiba
"tapi setelah itu, aku juga menemukan bukti transfer uang 50 juta masuk ke dalam rekening vanila " cecar yuna
__ADS_1
"benar Pieter mentransfer uang ke rekening ku, karena ulah dia ayah tia masuk rumah sakit, syok menemukan Tia ada di hotel " tegas vanila
"tidak itu belum cukup, aku masih belum percaya " yuna menolak
"baiklah, akhirnya saya ke bagian ngomong juga, ini saya punya CCTV hotel waktu itu, jendral silahkan periksa ini asli atau tidak " joni memberikan laptop nya pada yudha
rekaman CCTV itu benar menunjukkan kebenaran bahwa Pieter biang masalahnya
"tetap saja vanila kamu itu gadis liar dan nakal kalau tidak mana mungkin kalian semua kerja di bar, tempat mesum, itu menunjukkan kamu itu gadis bar-bar "
desi yang dari tadi diam tangannya mengepal, seakan ingin sekali menonjok wajah yuna tapi di tahan vanila
"nyonya ayuna putri, tidak semua orang memiliki nasib baik seperti diri mu, begitu pun kami yang orang susah ini, kadang harus melakukan banyak cara untuk sebesar makan "
perkataan vanila membuat yuna, malu tapi tambah kesal
"sudah lah kak, vanila benar, Pieter yang salah dan kak yuna sudah salah paham " ucap yuka
"tetap saja aku tidak suka pada mu vanila, gadis penakluk, kalian pasti sudah merancang ini dengan sangat sempurna kan, pasti ini juga tipuan, lagi pula gadis yang terlahir tanpa ibu, tetap saja liar karena tidak terdidik "
jleb.. omongan yuna kali ini bikin vanila kehabisan kesabaran
dia maju selangkah, tangannya mengepal dan seketika juga meninju meja di depannya hingga hancur berserakan
semua kaget, darah pun mengalir dari tangannya
"yuna jika saja kamu bukan wanita pasca bersalin sudah ku tutup mulut mu, benar aku ini lahir tanpa didikan seorang ibu jadi wajar aku nakal, liar dan tidak terarah, tapi lebih buruk dirimu kamu ayuna putri lahir dari keluarga terpandang, ayah pensiun militer dan umi wanita aktif di pengajian tapi memiliki anak tidak punya etika, dan sopan santun, sungguh menyedihkan"
"vanila jaga ucapan mu, kamu juga gadis matre kan, jika kalian memang di jahati oleh Pieter kenapa? tidak lapor polisi, tapi malah memeras suami ku, atau sebenarnya kamu juga menyukai Pieter cuma pura -pura, biar bagaimana pun kalian itu gadis miskin yang suka mengejar pria kaya "
suasana makin memanas, sulit berdebat dengan ayuna yang memang lulusan hukum dan menyandang gelar sarjana hukum
masih mau lanjut
vote dulu ah..
__ADS_1
next part...