Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
cinta itu untuk siapa?


__ADS_3

seminggu berlalu pak yudha tidak juga datang menemui vanila di panti


tapi yudha tidak sejahat itu tiap hari melalui dokter yang mengecek vanila pak yudha selalu memantau kesehatan vanila...


hari ini ada jadwal aku datang sebagai saksi di sidang perdana kejahatan mafia leon dan gerombolannya


"ibu agustin ada apa kesini? " tanya vanila


"mbak aku datang untuk menjemput anda sebagai saksi di sidang perdana kasus leon, apakah anda siap? " tanya agustin


"iya aku siap, tapi apa pak yudha tidak kesini? "


"maaf mbak pak yudha sedang sibuk jadi saya yang di tugaskan untuk menjemput anda mbak "


"ok "


mas yudha semarah itu dia sama aku..


polisi nyebelin juga, HP ku di sita lagi buat barang bukti karena ada banyak kode email kejahatan leon


sampai lah vanila di ruang sidang, karena masih cukup lemah vanila pun duduk di kursi roda di dorong ibu agustin


mata leon pun tak berkedip melihat wanita yang sangat di cintai nya tertembak dan kini jadi saksi atas kejahatannya


yudha pun diam-diam mencuri pandang melirik leon yang menatap vanila


usai sidang vanila hendak pulang dan kembali di antar ibu agustin


namun pihak leon memohon agar vanila bertemu leon walau hanya sejenak ingin bicara


vanila pun beri kode setuju pada ibu agustin, yudha pun tidak bisa menolak ini sudah di setujui hukum


setelah tertembak ini kali pertama leon dan vanila bertemu


"vanila akhirnya aku bisa melihat mu " leon menangis dengan tangan di borgol


"untuk apa kamu ingin bertemu dengan ku? apakah kamu marah karena aku sudah menipu mu? " tanya vanila


"tidak sayang aku khawatir sekali saat kamu tertembak, aku gelisah meski aku kecewa jika selama ini kamu hanya pura-pura mencintai ku, aprilia kekasih ku " leon terus sedih


"bukan leon aku vanila aprilia bukan kekasih mu, aku mendekati mu sengaja bersekutu dengan polisi untuk membongkar semua kejahatan mu, dan yang lebih penting demi dendam ku untuk Nova " tegas vanila sambil menangis


"ya vanila, itu yang ingin aku tahu benarkah jika kamu kenal Nova, jika benar dimana sekarang? aku ingin tahu " tanya leon


"untuk apa kamu tahu tentang Nova leon? untuk apa semua sudah terlambat saudara ku, sudah tenang di surga karena syahid melahirkan " vanila terus menangis


apa Nova sudah mati? leon tertunduk lemas mendengar ucapan vanila lututnya gemetar


"vanila benarkah itu Nova sudah meninggal? "


"iya untuk itu aku sangat dendam pada mu, saudaraku mati dengan membawa seluruh cintanya yang besar pada mu, hanya untuk seorang pria pecundang seperti dirimu, makanya aku benci kamu leon " teriak vanila

__ADS_1


yudha pun tak tinggal diam dari CCTV kantor kunjungan dia memantau obrolan vanila dan leon


"vanila aku menyesal aku minta maaf, jika kamu tidak mencintaiku kenapa? tidak kamu bunuh saja aku vanila, bunuh aku agar dendam mu bisa impas "


"benar leon tadinya aku ingin sekali melakukannya, tapi tidak aku tidak ingin mengotori tangan ku hanya karena manusia bejat seperti dirimu, apalagi aku tidak sanggup menjawab pertanyaan putra Nova "


"putra Nova benarkah aku punya anak vanila, aku punya anak? " leon makin penasaran


"bukan itu putra Nova, dan juga putra ku bukan putra mu, bukankah kamu pernah bilang untuk tidak menaruh namamu pada bayi itu "


leon kembali ingat ucapan nya dulu pada vanila tentang bayi itu


"vanila aku menyesal, aku mohon siapa nama anak ku? "


"danielo itu anak Nova " jawab vanila


danielo anak ku, aku seorang ayah


"vanila maafkan aku, atas sikap ku di masa lalu, hari ini aku merasakan betapa sakitnya cinta, vanila saat aku tahu kamu mata -mata polisi aku sangat hancur tapi aku berusaha tidak peduli karena bagiku aprilia maharani adalah kekasihmu, tapi aku kembali hancur vanila saat kamu berlari agar peluru itu menembus dirimu, katakan cinta itu milik siapa? "


"leon kamu tidak perlu jawaban lagi untuk itu aku mendekatimu hanya karena dendam ku pada mu, dan sekaligus bantu polisi, soal cinta itu sama sekali tidak untuk mu " vanila dengan nada kesal


"pak mayor yudha Benarkah kalian saling mencintai vanila jawab aku "


"cinta itu milik pak yudha aku sangat mencintainya makanya aku rela mati untuknya "


pak yudha pun keselek saat sedang duduk minum kopi sambil melihat CCTV itu, tapi juga tersenyum mendengar ucapan vanila bikin tersenyum


"vanila tunggu, aku mohon sidang berikutnya tolong bawa photo anak ku, agar aku bisa mengenalnya aku mohon vanila setidaknya itu jadi penyemangat karena aku akan menghabiskan hidupku di penjara, aku mohon vanila " leon berlutut


melihat kondisi leon vanila pun merasa iba


"iya aku usahakan, kalau begitu aku pergi dulu ya "


"tunggu, aku sayang pada mu vanila " leon mencium tangan vanila


lagi lagi polisi baper jadi cemburu


"ibu agustin, aku pulang sama joni saja bentar lagi jemput, ibu pasti sibuk kan " ucap nila


"tapi mbak kondisi mbak masih lemah "


"gak apa -apa, joni sudah pinjam mobil orang tuanya kok "


tiba -tiba mobil pak yudha berhenti di depan vanila


"kalau begitu pulang bersama mu saja, agustin buka pintunya " vanila di gendong masuk mobil


"mas yudha " vanila kaget


agustin pun jadi senyum -senyum sendiri..

__ADS_1


sambil di perjalanan vanila pun mencoba mengajak yudha bicara


"mas yudha sudah gak marah sama aku kan? " vanila tersenyum


"aku hanya ingin mengantar mu pulang, bukan bilang tidak marah "


"jadi mas yudha masih marah dan lebih percaya ucapan faris dari pada aku "


"saat berakting kamu sangat hebat, dan itu sulit di bedakan sampai leon saja percaya iya kan "


"berhenti, aku ingin turun di sini " vanila kesal


"untuk apa panti masih jauh "


"aku bisa pulang sendiri dari pada di antar pria egois seperti dirimu, apa bagi mu itu tidak cukup bukti, aku tertembak hanya untuk melindungi dirimu, dan itu tidak membuat mu percaya jika cinta ku itu hanya milik mu " vanila marah


mendengar itu sebenarnya hati yudha sangat berbunga bunga


benar cinta vanila itu milik ku


"sudah jangan marah -marah kamu ini masih dalam perawatan" yudha santai


mas yudha... ngeselin...


"ya udah, aku turun di sini saja " paksa vanila


"tapi masih jauh, jangan macam -macam ya " tolak yudha yang makin mempercepat mobilnya


"mas yudha mall nya ke lewat " teriak vanila


"apa mall? " yudha binggung


rupanya sembari jalan mata vanila terus melihat arah mall..


vanila ingin belanja HP,..


alhasil yudha pun putar balik melihat wajah cemberut vanila...


yudha pun hanya mengeleng..


vanila saat serius bicara cinta malah ingin belanja


tapi kamu gadis luar biasa di balik kesedihan mu kamu punya kekuatan luar biasa, membantu polisi menangkap mafia...


next part...


bagi like nya dong....


yang banyak... biar cinta ❤❤❤


yudha dan vanila makin seru🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2