
besok nya berry dan vanila pun kembali janjian untuk bertemu, kali ini di sebuah taman bunga yang memang di miliki ibu violencia
"ibu hari ini ada ibu jendral datang kesini, dia ingin mengelilingi kebun mawar ibu " ucap berry
"benar kah, dimana vanila? ibu senang jika vanila di sini " mata vio begitu berbinar
"assalamu'alaikum ibu vio, aku datang ingin melihat kebun mawar ibu " vanila tampak cantik rambut di gerai..
"ibu jendral, ayo kita kelilingi taman ini " vio tersenyum
"dokter, kali ini biarkan aku yang dorong kursi roda ibu " pinta vanila
"ok, silahkan bu jendral " berry setuju..
aktifitas vio setelah lumpuh, memang lebih suka bertanam bunga untuk mengusir rasa sepi..
"vanila kamu paling suka bunga apa? " tanya vio
"semua bunga aku suka, tapi mawar putih aku lebih menyukainya, mawar putih terlihat putih dan polos, seperti kasih sayang seorang ibu " vanila memetik satu tangkai mawar putih
"cantik sekali seperti dirimu, vanila selama hidup di panti apakah kamu tidak kesepian? " mata vio menatap sendu
"sangat bu, aku begitu kesepian, terkadang aku iri pada teman sebaya ku yang memiliki orang tua lengkap, begitu hangat dan bahagia bisa bersama kedua orang tuanya, tak seperti aku bayi yang tak di anggap, sengaja di buang ke panti " vanila sedih
"maaf aku tidak bermaksud buat kamu sedih nak " usap vio
berry sengaja membiarkan vanila bebas berdua bersama ibu vio, mungkin dengan cara ini ikatan ibu dan anak antara mereka lebih terjalin lagi
"ibu vio, berry pasti beruntung sekali ya, punya ibu seperti anda yang begitu besar cinta dan kasihnya " semoga ibu vio bisa lebih peka
"benar nak, meski berry itu anak sambung ku tapi rasa anak kandung, kehadiran berry mampu menggobati luka dalam hidup ku" vio pun bersedih
akhirnya arah pembicaraan kami mulai menuju apa yang ingin aku ketahui
"ibu vio apa anda pernah punya anak kandung? " tatap vanila penuh harap
"iya.. aku pernah bahagia punya bayi meski keadaan tidak memihak, aku bahagia mengandung anak pertama ku, aku bahagia itu adalah pengalaman terindah dalam hidup ku " vio berkaca -kaca
"ibu aku tidak maksud bikin anda sedih, tapi boleh aku tahu anak anda dimana? " tanya ku yang ingin sekali ibu vio mengakui aku anak mu
yudha yang melihat gps HP vanila ada di titik kediaman dokter berry merasa cemburu, dan segera menyusul,..
untuk apa istri ku ada di sana? awas saja jika dokter itu berani goda istriku lagi..
angan vio kembali ke masa itu, masa di mana dirinya hamil meski sakit mendapati kenyataan Abraham di penjara, tapi aku bahagia menikmati moment bahagia masa, kehamilan. . pertama ku
__ADS_1
"a.. aku tidak ingat dimana anak ku, yang jelas aku sadar sudah mengandung selama 9 bulan, dan melahirkan seorang bayi perempuan, tapi dimana anak ku aku tidak tahu, aku ingat bayi perempuan ku sangat cantik dan memiliki tanda di bahu kirinya, tapi mama ku bilang anak ku sudah meninggal, tapi aku tidak percaya, itu pasti bohong, tapi tetap saja saat aku buka mata anak ku sudah tidak ada " vio menangis histeris
.
teriakan vio membuat berry datang untuk menghampiri.
..
"vanila ada apa ini? ibu sudah jangan menangis " berry peluk vio..
aku pun tak dapat menahan tangis, mendengar ibu ku cerita, aku adalah putri mu.. bu.. tangis ku pecah meski hanya mampu air mata yang menetes tanpa bicara...
"berry anak perempuan ibu masih hidup kan, pasti jika dia ada sudah besar sama seperti diri mu " vio terus bicara tak karuan..
"ibu tenanglah " dekap berry
"ibu, anak mu masih hidup "vanila juga menangis
" vanila "berry beri kode.. ragu
" vanila benarkah anak ku masih hidup, dimana dia, aku ingin bertemu dengannya "vio menangis terus tanpa henti
sudah sekian lama aku menunggu, mungkin hari ini adalah hari untuk memberitahu mu fakta bahwa kau.. ibu ku
vanila melangkah lebih dekat dan mengeluarkan liontin huruf v yang ada di balik kaosnya..
mata vio pun tak meragukan, mendekat dan memegang liontin itu
" liontin ini milik ku, huruf v artinya violencia ini pemberian aham untuk ku, vanila dari mana kamu memilikinya "
keadaan yang penuh haru, yudha yang sudah tiba di rumah dokter berry pun segera menuju ke kebun bunga, untuk menemui istrinya
"ada apa ini? " tanya yudha menghampiri
"mas kamu kesini? " vanila kaget
"iya aku juga ingin tahu, apa yang istriku lakukan di rumah dokter berry, ibu vio apa anda ingat liontin itu? " tatap yudha
"jendral ini liontin milik ku yang di buat ekslusif oleh Abraham, ini milik ku tapi kenapa? bisa ada vanila? " vio binggung
jadi liontin vanila itu milik ibu vio, apa ini berarti...
"sayang, kamu bisa bantu jawab pertanyaan ibu vio yang juga jadi pertanyaan ku " yudha pun kali ini menatap tajam vanila
"liontin ini milik ku, sekaligus petunjuk teka -teki ibu kandung ku, ini punya ku " vanila menangis..
__ADS_1
kepala vio kembali pusing, dia kembali mengingat kejadian berpuluh -puluh tahun lalu
malam sebelum kelahiran putrinya, dirinya bicara pada pamela tentang kerisauan hatinya, yang memiliki anak tanpa suami..
.
dan di jam berbeda, diam -diam vio juga mendengar percakapan antara orang tuanya dan pamela jika sebaiknya bayi itu ketika lahir di singkirkan..
mungkinkah pamela benar -benar membuang bayi ku.. yaitu vanila
saking pusingnya vio pun jatuh pingsan..
"ibu vio " teriak vanila dan berry..
kondisi vio mulai drop, terpaksa di bawa ke UGD untuk dapat perawatan intensif..
"vanila sebaiknya kamu pulang, ibu ku butuh waktu untuk menerima keadaan ini "ucap berry
" tidak berry, aku khawatir, biarkan aku menunggu di sini "vanila menolak tak mau pergi
kondisi ibu vio drop..
" dokter berry, gawat ibu vio kritis "ucap suster
berry pun segera berlari menuju ruang ibu vio..
air mata vanila menangis tanpa henti, yudha pun berusaha tenang
" sayang tenangkan dirimu "peluk yudha
" mas, aku minta maaf ya, aku minta maaf tidak beri tahu apapun padamu, karena aku pun baru yakin beberapa hari ini "vanila menangis di pelukan yudha
" inilah resikonya memiliki istri seorang gadis penakluk, terkadang kamu selalu selangkah lebih pintar dariku, sudah tenangkan diri mu, jika benar ibu vio itu ibu kandung mu, mari kita doa kan semoga semua baik -baik saja "usap yudha..
" Terima kasih, inilah yang membuat aku makin jatuh cinta padamu, kamu begitu sabar dan juga baik "puji vanila
" ha.. dasar ini pujian atau bujukan agar suami mu ini tidak marah, karena sangat banyak hal yang kamu rahasiakan dari ku "
"mas yudha " vanila memeluk makin erat
di tengah kesedihan ku yang melihat ibu vio kritis, aku mohon ya Allah berikan kesembuhan pada ibu vio..
aku ingin sekali saja mengatakan pada ibu vio bahwa kau.. ibu ku...
aku mohon ya Allah... sembuhkan ibu ku..
__ADS_1
.