Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
bertemu diam -diam


__ADS_3

akhirnya untuk menghindari kecurigaan aku pun datang ke rumah leon


"sayang apa yang sudah terjadi? tangan mu berdarah itu" ucap ku


beling kaca sudah berceceran di kamar leon, dan di tambah lagi leon memukul kaca rias di kamarnya


"aprilia, aku sedang kesal bisnis ku baru saja di acak -acak polisi " leon kesal


"benarkah tapi? luka mu, sini ayo tenangkan dirimu, aku cari perban ya " vanila menyuruh leon duduk


benar pak yudha sudah berhasil menggagalkan, penyelundupan barang haram itu


"aprilia, aku sedang kesal sekali, aku yakin pasti ada orang dalam yang jadi mata mata, makanya bocor ke polisi " leon curiga


"sayang, tenangkan dirimu jangan curiga dulu, mungkin polisi memang sedang razia, kamu tidak boleh emosi " aku terus mengobati luka leon


"benar sayang, mungkin aku sedang apes, Terima kasih ya sudah jadi pemanis hidup ku" leon mencium tangan ku


aku pun terus membuat leon tenang, kalau bukan karena misi ini, aku tidak sudi rasanya terus berada di sampingnya


jam menunjukkan, pukul 7 malam, leon sudah ku beri obat penenang dan tertidur lelap di kamar


aku pun pamit pulang, namun lagi-lagi chat masuk dari ibu agustin


chat dari agustin


vanila, datang lah ke rumah sakit pak yudha sudah sadar


balas ku


ini sudah malam, apa masih ada jam besuk di rumah sakit


chat agustin


tentu, kamu tamu spesial, pak yudha terlihat kesal sampai tidak mau makan


aku segera pergi cepat, namun aku tetap harus waspada jika ada yang kenal, aku ini sekretaris leon pasti repot


aku berhenti di sebuah butik busana muslim


aku pilih gamis panjang dan bercadar


jika aku pakaian syar'i mungkin tidak ada yang mengenali


tibalah aku di rumah sakit


tok..


tok..


"asalammualaikum" aku beri salam


"Walaikum salam, maaf ini siapa ya jenguk malam" tanya umi yudha

__ADS_1


"umi ini aku vanila, sengaja agar sulit di lacak anak buah leon sudah kenal pak mayjen yudha " vanila cium tangan umi


"masya Allah vanila, cantik sekali seperti gadis Arab " puji umi


yudha yang tadinya matanya terpejam pun balik menatap ke arah vanila


"vanila sudah lama, kita tidak bertemu " ucap ayah yudha


ayah yudha ,namanya prastyo erlangga juga seorang pensiunan militer, sekarang memilih menjadi petani dan mengolah perkebunan


"om , Pras" aku juga mencium tangannya


"sudah lama kita tidak bertemu terakhir, aku melihat mu di pentas seni, bukanya menyanyi malah first style motor, kamu makin cantik vanila " puji om pras


"benar, selama ini om tinggal dimana? aku juga baru tahu jika, om punya anak lelaki mas yudha "tanya ku akrab


" aku tinggal di puncak berkebun, umi tidak mau jauh dari yudha, vanila kamu belum menikah? "tanya pras


" belum "vanila menggeleng


keluarga ini memang seru, meskipun tegas tapi jika sedang santai cukup asyik


" bagus, aku kenalkan pada karyawan om, di bogor mau dia seorang insinyur pertanian, sudah mapan pasti cocok untuk mu "


"ayah, kenapa bicara begitu" umi senggol ayah


yudha yang terbaring di ranjang tampak kesal, mendengar mereka asyik ngobrol


"gadis bercadar, kamu kesini mau ngobrol sama orang tua ku, atau jenguk aku " ketus yudha


"vanila, umi dan ayah sholat isya dulu ya, 2 jam lagi kami baru kembali " umi tersenyum


seakan paham, melihat yudha yang kesal


"mas bagaimana? kamu baik -baik saya kan, pasti sakit sekali ya "


"di tembak tentu sakit, aku pikir kamu sudah lupa jika aku tertembak " yudha kesal


"maaf, tadi leon juga sedang mengamuk semua keramik di banting habis dia mabuk parah, tangannya juga terluka aku terpaksa harus menemaninya "


"jadi begitu kamu lebih khawatir leon dari pada aku yang di tembus timah panas " yudha makin terlihat kesal


sabar vanila, polisi ini jika sedang cemburu seperti anak kecil


vanila pun membuka cadarnya, menarik kursi dan duduk di samping ranjang yudha


"kenapa diam? tidak mau bicara pada ku " yudha menatap


"aku diam, sedang mendengar pacar ku yang seperti anak kecil, padahal dia tahu persis demi aku begitu , apa perlu aku jelaskan betapa tersiksa nya menjadi peran utama 2 pribadi yang beda, itu juga melelahkan" vanila bete


benar vanila juga bekerja keras untuk semuanya


"ya sudah aku lapar bisa bantu aku makan " pinta yudha

__ADS_1


"jadi kamu belum makan, benar Felix bilang kamu menunggu ku dari tadi ya " nila tersenyum


"polisi bodoh itu pasti sudah bicara macam -macam ya pada mu "


"ya sudah, ayo makan dulu sayang " aku menyuapi yudha


setelah makanan habis aku juga membantu mas yudha minum obat


"mas sebenar nya tadi aku takut sekali mendengar kamu tertembak, aku gemetar dadaku juga sesak, ini yang aku benci jika aku mencintai seseorang, aku takut kehilangan" nila sedih menangis


"tidak sayang, aku tidak apa -apa, mungkin aku kurang fokus saat razia itu, sudah jangan menangis " yudha hapus air mata ku


"mas, sebaiknya kamu jangan dekat aku dulu, tadi ku dengar leon dan marko sudah tahu jika kamu mayjen pra yudha yang menghadang mereka tadi, itu pun alasan ku bercadar agar mereka sulit melacak jejak ku "


"iya sayang, aku paham, tapi kamu tampil cantik dengan hijab, jadi tidak ada pria lain yang bisa melihat cantiknya dirimu, cukup aku saja " puji yudha


"ih.. mas yudha gombal" nila menepuk bahu yudha


"awww, sakit" teriak yudha


"maaf, aku lupa itu luka "


"lukanya makin sakit, dekat kan lah wajah mu kesini " yudha modus


"iya, aku mendekat tapi pengaruhnya aku mendekat, apa sakitnya akan hilang"


sekarang jarak wajah vanila hanya satu centi dari wajah yudha yang berbaring


"tentu bisa melihat mu dari dekat itu obat mujarab" yudha mencium pipi ku


"mas yudha genit, ini di rumah sakit jangan macam -macam " aku malu


"ini hukuman karena kemarin, kamu mencium pipi leon "


"iya aku lupa, pasti kamu cemburu ya " goda vanila


"tentu saja, aku cemburu melihat calon istriku mencium pipi pria lain, walau pun itu salah ku, aku yang melibat kan mu dalam misi ini, tapi sekarang aku terjebak di situasi ini" yudha resah


"iya sayang aku pun sama, tapi perlu kamu ingat aku hanya dendam pada leon, tapi pada mu aku punya cinta " nila tertawa


"dasar gadis nakal pandai menggoda ku " yudha pun tersenyum


tapi vanila malah memeluk yudha lagi


"mas aku senang bisa dekat sama kamu, berjanjilah kamu tidak akan pergi seperti yang lain kan" vanila memeluk sambil nangis


yudha pun mengeratkan pelukannya


"iya sayang, kamu pun harus berjanji untuk selalu bersama ku, apapun yang terjadi..


piiiip..


biar makin baper di like doong

__ADS_1


biar mama nurry semangat..


__ADS_2