
yudha dan vanila pun masih duduk di rumah pohon vanila tetap diam tanpa kata
"vanila , sayang jika cerita tentang kematian nova itu membuat sakit hati aku paham, aku kira aku sudah jadi bagian penting dari hidup mu, mungkin cuma aku saja yang tergila-gila pada mu, aku pergi saja ya " yudha pun hendak turun
"tunggu,jika aku cerita apakah kamu bisa berjanji untuk membiarkan aku balas dendam pada leon " vanila pegang tangan yudha
"sayang, kamu boleh menghukum nya tapi jangan melanggar hukum" yudha kembali duduk
flashback
nova kamelia adalah anak bunda di panti asuhan, dia lebih tua 3 tahun dari ku, aku masih ingat pertama kali nova di terima kerja di perusahaan milik Leonardo, senyumnya mengembang apalagi pesona leon sebagai bos sungguh membuat nova jatuh cinta
nova itu sangat pintar cuma dia suka sekali nonton drama, makanya saat bertemu leon dia berharap leon adalah pangeran yang di takdir kan untuk nya
sebagai sekretaris nova pun ikut kemana pun leon meeting bahkan sampai di luar negeri
2 bulan kerja nova ikut leon ke jepang selama satu minggu mereka bersama ada yang terjadi
nova termakan rayuan leon, mereka tidur layaknya hubungan suami istri...
awalnya nova buta oleh cinta nova selalu cerita pada ku jika leon sangat tampan, dan pria impiannya
sampai 4 bulan kerja, nova telat datang bulan, benar nova positif hamil
"lalu setelah hamil apa leon tidak mau bertanggung jawab? " yudha penasaran
"ibu panti syok, saat tahu nova hamil di luar nikah, tapi aku bujuk bunda untuk setuju jika nova ingin menikah dengan leon, tapi bajingan itu dia tidak ingin menikah dan tak kan pernah mau menikah masih ingin bebas, tapi nova keras kepala malah memilih hidup bersama tanpa menikah" vanila bicara dengan air mata berlinang
"jadi mereka tinggal bersama tanpa menikah, lalu nova bagaimana? apa dia meninggal karena apa? " yudha pun geram
"aku pikir pilihan nova itu tepat, tapi leon makin menjadi saat nova hamil 7 bulan bukannya di sayang tapi malah di abaikan, leon setiap malam selalu berkencan dengan wanita yang berbeda tanpa peduli nova, nova pun menyerah dia menelfon ku untuk minta di carikan kontrakan tidak tahan sikap leon, kami sadar wanita yang hamil di luar nikah itu dosa juga aib" vanila sedih
jadi nova mengalami hidup yang tragis..
__ADS_1
"vanila kamu sabar ya " yudha mengusap kepala ku
"aku dan donna berhasil menemukan kontrakan yang terpencil jauh dari keramaian, namun malam itu nova kontraksi dan mengalami pendarahan hebat, dia menelfon ku suaranya terdengar menahan sakit yang luar biasa, aku pun berlari meminta joni meminjam mobil pick up keluarga nya untuk membawa nova ke rumah sakit " vanila sesak sekali rasanya
"nova melahirkan secara prematur " ucap yudha juga sedih
flashback nova di rumah sakit
"nova bertahanlah " vanila mendorong kursi roda nova
"nila sakit sekali rasanya, aku kesakitan" nova terus meringis kesakitan
"tapi kamu harus bertahan demi aku, bunda juga bayi mu" nila pegang tangan nova
"vanila tolong beri tahu leon, jika anak nya akan segera lahir dia pasti senang, aku tahu jauh di dalam hatinya leon pasti senang, aku mohon " pinta nova pada ku
"baik tapi berjanji lah kamu harus selamat"
setelah mengantar nova ke ruang bersalin, aku pun pergi bersama dona menemui leon di rumah nya
aku mengejarnya
"tuan aku mohon ijinkan aku bicara " ucap ku dari jendela mobil
"siapa dirimu? aku tidak punya waktu untuk melayani sumbangan" leon duduk di mobil
"aku adik nova dari panti asuhan, nova sedang di rumah sakit akan segera melahirkan, aku mohon nova ingin anda mendampingi nya "
"ha.. ha.. aku tidak peduli, nova hamil karena kebodohan nya, dan sekarang aku harus dampingi nova melahirkan aku tidak sudi" leon terus tertawa
"tapi tuan nova pendarahan hebat karena lahiran prematur, aku mohon ini mungkin permintaan terakhirnya, lagi pula kami juga butuh biaya besar untuk operasi caesar " tegas ku
"marko beri gadis miskin ini 100 juta, aku rasa itu lebih dari cukup, tapi jangan paksa aku tidak sudi ke rumah sakit" leon menolak
__ADS_1
"tapi bayi itu butuh ayah, dia tidak salah tuan, bayi itu butuh nama ayah di belakang nya " aku terus menangis
"buang saja bayi itu, yang jelas aku tidak pernah menginginkan bayi itu dan jangan beri kan nama ku pada bayi itu kalau tidak panti asuhan tempat mu akan aku hancur kan "
100 juta aku mengambil uang dari leon sambil menangis, aku baru lulus SMA jadi tidak mampu membayar biaya operasi caesar yang Mahal
di rumah sakit bunda duduk sambil menangis
"bunda nova bagaimana? aku sudah bayar semua biaya operasi nya, nova di mana? " aku panik
"nova kritis nak, pasca melahirkan kondisi nya drop dia kehilangan banyak darah, vanila pergi lah dia menunggu mu"
aku masuk ke ruangan itu nova terlihat kritis dengan dengan sejumlah alat bantu
"kakak bangun,aku di sini ayo bangun" vanila pegang tangan nova
"vanila adik ku, apakah kamu sudah berhasil menemui leon, dia di mana? dia datang ke sini kan " nova tampak senang
pertanyaan itu sulit aku Jawab, apalagi nova sedang kritis
"kakak leon sangat sibuk dia sedang meeting mungkin sekitar 2 jam lagi baru akan ke sini " nila berbohong
wajah nova langsung berubah makin pucat
"vanila aku yang bodoh percaya rayuan nya, leon bilang dia sudah bosan pada ku, benar leon sudah bosan pada ku, padahal aku sangat mencintai leon, vanila pria itu sangat jahat, di dunia ini leon adalah pria yang paling jahat pada ku " nova menangis
"kakak jangan pikir kan hal itu, kakak harus sembuh untuk bayi itu " nila sedih
"vanila berjanji lah pada ku, jaga bayi ku dengan baik, sayangi dia seperti anak mu, dan leon jangan biar kan dia menyakiti wanita lain lagi, cukup aku saja "
nova pun makin kritis, aku bantu mengucap kan syahadat terakhir dan nova pun menutup mata nya
"itu lah kenapa? hari ini aku selalu sangat sedih, mengingat nova, tambah lagi harus nya aku terbang ke jerman untuk beasiswa, dari 100 murid yang daftar cuma aku 5 orang yang lolos, tapi aku hancur, aku berduka aku batal berangkat, di tambah bunda juga drop, itu lah pak mayor kenapa? aku dendam pada leon " nila menunduk menangis
__ADS_1
rupanya sedih sekali kisah nova
"sayang, aku paham sekarang " yudha pun memeluk erat vanila dan menangis