
pagi ini vanila menyiapkan baju seragam yudha, hatinya tak karuan menatap yudha yang sedang menyisir rambutnya di cermin..
"sayang ada apa? kenapa terlihat tidak semangat? " tanya yudha
"aku hanya mengagumi betapa beruntung nya aku memiliki suami polisi luar biasa seperti mu " puji vania
"wah.. gadis penakluk kamu coba gombal ya " yudha tersenyum
"tapi kamu suka kan, di kagumi wanita secantik aku " vanila tersenyum
"dasar.. kamu sangat mengemaskan" yudha pun mengecup bibir merah istri nya
"ini sih.. agresif di puji langsung nyium " goda vanila
"terserah lah, andai saja aku bisa ambil cuti aku ingin habiskan waktu bersama mu sayang " yudha kembali mencium pipi vanila
"polisi bucin.. setiap saat kita juga habiskan waktu bersama, mas aku mau tanya dulu kamu bilang paman mu dari Singapura akan kesini siapa dia? dan kapan? " tanya vanila memancing
"paman samer Khan, iya setidaknya paman lebih suka di panggil itu meski pun nama aslinya syamsir putra dewangga, paman ku itu lebih suka di panggil samer katanya lebih keren "
mendengar nama samer hati vanila tersayat, inikah puzzle yang harus aku kumpulkan.. mulai dari ini
"jadi namanya paman samer, kapan dia ke Indonesia aku ingin bersiap untuk berkenalan, soalnya aku masih worry bertemu keluarga besar mu, takut tidak klop mengingat background ku di kenal sebagai gadis penakluk" semoga yudha percaya
"justru sebaliknya mereka semua bangga, memiliki menantu baik seperti mu, hebat dan jago beladiri, cuma vanila si gadis penakluk yang berani mengejar mafia sampai ke macau " puji yudha padaku
"benarkah, aku jadi tidak sabar ingin bertemu paman samer " vanila memeluk yudha..
iya aku sudah tidak sabar, mengungkap segala kejahatan yang sudah di lakukan pada kedua orang tua ku, meskipun rumit.. aku harus tetap teguh melewan kejahatan meskipun itu keluarga suami ku sendiri...
setelah melepas peluk dan cium.. yudha pun berangkat untuk kembali menjadi aparatur negara,..
vanila kembali ke cafe.. dan bicara pada team nya
"vanila apa rencana kita sekarang? " tanya joni
"ini berkas identitas paman samer aku ingin kamu dan Denis hack akun bank dan medsos miliknya, cari tahu dari mana sumber uangnya dan medsos nya apa saja yang dia lakukan? tidak mungkin seseorang punya akses menjebak ayah ku sebagai gembong narkoba kalau dia tidak terlibat dalam bisnis haram itu " tegas vanila
"siap kapten.. kamu memang smart, aku akan hack semua akun milik om samer " tandas Denis
__ADS_1
"tapi gadis penakluk suami mu sudah tahu? " tanya Donna
"jangan, tolong rahasiakan apapun darinya untuk sekarang, meskipun tidak akan mudah menyimpan rahasia dari polisi itu, aku harap biarkan kita bekerja dengan cara kita dulu " mata vanila terlihat sedih
"dengar aku yakin meski nanti kenyataan pahit itu terkuak, mas yudha akan selalu mencintai mu, aku yakin rasa yang yudha miliki tulus untuk mu "sambung Tia
" semoga saja kamu benar, rumit kisah vanila si gadis penakluk dan polisi ini sangat rumit, baru sebentar aku begitu bahagia tapi fakta ini sungguh menyakiti aku "vanila cukup sedih
" vanila "peluk Donna dan tia..
di rumah sakit kasih ibu.. tempat Olivia dan berry praktek..
sebuah operasi besar akan di lakukan berry sengaja menyuruh Olivia datang ke ruangannya
" permisi, pak dokter memanggil saya "Olivia masuk ke ruangan itu
" duduklah dokter Olivia, malam ini aku ada operasi bedah yang cukup besar aku ingin dokter Olivia jadi asisten ku untuk operasi"ucap berry yang sangat tampan dengan baju putih khas dokter
"tapi dok, saya ini dokter rontgen dan USG belum pernah terlibat langsung dalam operasi besar itu " Olivia ragu..
"untuk itu aku menguji mu, bukankah sebagai dokter kinerja mu juga harus di uji, sebelum jadi dokter kamu harus siap melakukan operasi karena itu tugas mu, atau kamu jijik pada darah " berry sinis 😏
"jika aku jijik aku tidak akan kuliah jurusan kedokteran, terima kasih anda sudah percaya padaku untuk jadi assisten, aku siap jam berapa operasinya? " tantang Olivia
"jam 7 malam ini, aku ingin kamu siapkan obat dan semua yang tertulis di daftar rincian operasi, kamu siap jadi pendamping ku " tanya berry
"apa pendamping? " Olivia kaget
oooops.. salah ngomong
"pendamping operasi, bukan hal lain jadi jangan kepedean " ledek berry
"tentu pendamping operasi, saya juga tahu kalau begitu saya permisi mau ke apotik untuk menyiapkan semua ini pak " Olivia pamit
"tunggu, kamu tidak ingin memanggil ku dengan abang " pinta berry
ihh.. dokter rese maunya apa sih..
"dokter berry nugraha, di lingkungan rumah sakit kita ini harus profesional bukankah itu yang lebih penting, lagi pula aku tidak suka basa basi untuk hal yang tidak ingin aku lakukan? " Olivia berwajah jutek
__ADS_1
"ok.. kalau begitu kontrak kerja mu di rumah sakit ini tinggal 6 bulan lagi kan, berusaha lah agar poin mu bagus kalau tidak, kamu bisa nikmati hari -hari di rumah sakit ini dengan baik, agar kamu saat resign bisa dapat pelajaran dan kenangan yang baik pula " mata berry sangat mengejek..
sabar Olivia.. sabar.. apa berry sengaja, karena dia teman vanila..
sementara vio kembali ingin jalan ke mall dan menuju lantai yang terdapat cafe milik vanila..
"ibu mau kemana? " tanya assisten nya
"antar aku ke cafe itu, aku ingin duduk di sana " ucap vio
"baik "
assisten pun mendorong kursi roda vio masuk ke cafe vanila..
semua menoleh melihat vio datang, begitu pun vanila tampak sedih campur haru..
"ibu vio " vanila pun berjongkok mendekati vio
"gadis penakluk apa yang kamu lakukan?, ayo bangun " vio pun kaget
"a.. a.. aku senang melihat anda lagi " vanila gugup
"ibu vio, ayo sini ke table nomor 5 itu kosong " Donna bantu ibu vio pindah ke situ
memandang wanita yang ada di kursi roda hatiku terenyuh.. dia ibu ku.. meski dia lupa punya aku..
"vanila semalam berry cerita, jika cafe mu menjual makanan dengan ciri khas rasa vanila, aku ingin mencobanya, coba promosikan untuk ku " vio tersenyum
"es coffe vanila, cake vanila, dan es susu vanila strawberry, itu minuman andalan kami, dan soal makanan kami punya ayam penyet sambel gledek " jawab Tia..
wajah vanila tampak begitu haru.. hingga dia sulit bicara..
"ok, bawahan es susu vanilla tidak usah pakai strawberry, original itu lebih asyik di minum saat cuaca panas "
"ibu vio.. aku senang sekali bisa berjumpa dengan ibu " mata vanila sendu sekali
"sama ibu jendral aku pun senang bisa kembali melihat mu, berry bilang kita satu rasa memiliki kebiasaan menyukai rasa vanila, makanya aku penasaran dan mampir kesini, sekaligus ingin ngobrol dengan mu " vio pegang tangan vanila
ya.. Allah.. bahagia nya aku meski masih berjarak..
__ADS_1
melihat wanita ini di depan ku, hatiku nyaman sekali..
semoga Allah beri kami jalan untuk lebih dekat lagi..