Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
identitas ku...


__ADS_3

berita vio masuk UGD turut membuat pamela panik dan segera menuju ke rumah sakit


"vanila bagaimana keadaan vio? " tanya pamela yang baru saja datang


.


"masih di UGD, ibu malam begini tetap kesini? " vanila balik bertanya


"vanila, aku minta maaf untuk semua kesalahan yang sudah ku buat di masa lalu " tangis pamela pun pecah


"ibu pamela, anda tidak perlu begitu " vanila pun memeluk pamela erat..


yudha yang bingung tetap memperhatikan, ada rahasia apalagi ini?


"vanila, aku ini sebenarnya tidak punya muka untuk bertemu dengan mu nak, tapi percaya lah jauh di dalam hatiku, aku sangat menyayangi mu seperti anak ku sendiri " kata itu terdengar tulus..


"maksud tante, vanila itu bukan anak tante " yudha pun bertanya karena merasa bingung


"jendral, kamu juga belum tahu? " mata pamela pun terlihat sendu


"apa yang belum aku ketahui, vanila kamu bisa jelaskan " yudha pun beralih menatap istrinya


menarik nafas panjang pamela, mencoba mengatur nafasnya, hari ini aku rasa cukup untuk membongkar semua yang sudah terjadi di masa lalu..


...


"ibu " vanila kini mulai menangis


"vanila dan yudha, aku punya rahasia besar yang selama ini aku tutupi dengan rapat, tapi hari ini aku sudah tidak kuat untuk menutup nya, jiwa ku yang renta ini ingin menjadi mengungkap kejujuran tentang identitas vanila " mata pamela terus meneteskan air mata


saat suasana masih hening, rupanya Olivia juga mengikuti ibunya sampai di rumah sakit


"identitas vanila, apa itu bu, aku juga ingin dengar " suara Olivia memecah keheningan


"Olivia " ucap pamela dan vanila bersamaan


"ya, ini aku ibu, aku Olivia Wijaya meskipun aku faktanya anak sambung mu tapi aku sangat mencintai mu, hingga timbul ada perasaan takut dan sedih luar biasa, takut jika ibu lebih menyayangi vanila dari pada aku " Olivia pun menangis

__ADS_1


biasanya sikap olive judes dan galak, kali ini Olivia terlihat begitu frustasi...


vanila pun menarik nafasnya, mulai menyiapkan hati, jika identitas ku terungkap, maka sebuah rahasia masalah besar pun akan segera terungkap, terutama menyangkut om samer.. keluarga yudha


"ibu pamela, bicara lah aku rasa waktunya sudah tepat tapi mas yudha apapun yang di bicarakan ibu pamela aku minta kamu untuk tenang ya " vanila genggam tangan yudha....


"sudah lah ibu langsung to the point, aku tidak suka melihat pasangan sok mesra ini " rupanya Olivia masih cemburu melihat yudha dan vanila


.


"iya tante, katakan saja, tante jangan takut aku ini polisi, aku akan bertindak hati -hati dalam segala hal, apapun itu " tegas yudha


melihat wajah mereka sudah cukup tenang, pamela pun beranikan diri untuk memulai kata


"vanila aprilia, bayi yang di buang di halte 24 tahun lalu, itu perbuatan ku, aku wanita yang sudah kejam membuang bayi itu " pamela menangis


"ibu, ini lelucon kan, jika ibu yang sudah membuang vanila berarti ibu adalah kandung ibu kandung vanila begitu " Olivia kesal dan syok


mendengar sedikit keributan berry pun segera keluar..


"ada apa ini? " tanya berry


"maaf ini rumah sakit tidak boleh buat gaduh, tapi jika hari ini adalah hari yang tepat untuk bongkar identitas vanila, ayo kita ke ruangan ku " ajak berry


dokter berry terlihat tenang apa jangan -jangan dia sudah tahu lebih dulu bathin yudha dan Olivia


di ruangan dokter berry..


semua sudah berkumpul suasana tambah tegang dan Olivia wajahnya makin kesal..


"ayo tante teruskan ceritanya, dan kamu Olivia cukup diam dan dengarkan apapun itu jangan berkomentar sampai ibu mu selesai, paham " kali ini yudha memegang kendali jika yudha sudah tegas begini aura polisinya bikin semua tunduk


vanila tetap diam tak bergeming cukup air mata terus menetes jadi wakil perasaanya


"iya, aku wanita yang kejam sudah membuang bayi cantik itu yang bernama vanila aprilia, malam itu aku panik juga ketakutan bukan cuma keadaan yang memaksa tapi ada banyak ancaman yang memaksa ku untuk bertindak demikian, aku pikir cuma panti asuhan lah yang tepat untuk melindungi bayi tak berdosa itu "


"ibu memang siapa yang mengancam ibu, jangan takut aku tidak akan marah atau benci ibu, asal ibu jujur tentang fakta sebenarnya soal identitas ku, dan kejadian detail malam itu " vanila pun pegang tangan pamela yang cukup gemetar

__ADS_1


"baik lah vanila ini sudah waktunya, yudha ini fakta cobalah percaya pada ku " tatap pamela


flasback


malam itu vio sedang mengalami kontraksi luar biasa, gejala wajar yang di rasakan ibu yang hendak melahirkan..


aku berjalan dari kampus berusaha secepat mungkin ingin segera menemui vio..


namun di jalan aku bertemu samer.. pria yang sudah membuat hidup vio dan Abraham berantakan..


"mau kemana pamela? " hadang samer dengan mobilnya


"samer pergilah aku sedang buru -buru " pamela ingin menghindar


namun samer turun dari mobilnya


"pamela apa vio akan segera melahirkan anak pria Turki itu? " tatap samer


"iya, vio sudah pecah ketuban akan segera melahirkan, jadi minggir lah " pamela ingin segera pergi dengan motornya


"pamela tunggu, aku ingin bicara padamu sebentar saja " samer memegang stang sepeda motor ku


"samer aku sedang buru -buru " pamela kesal


"jika bayi itu lahir aku akan lenyapkan dia, karena sampai kapan pun aku tidak rela vio memiliki buah cinta dari pria lain " samer terlihat marah


"samer kamu gila, bicara mu ngawur " pamela juga makin marah


"aku serius, jika ada kesempatan aku samer Khan akan menghabisi jejak aham dari vio, aku yakin vio pasti benci aham, dan aku akan segera masuk untuk merebut lagi cinta vio "


"samer kamu sudah gila, pria kejam psikopat, kamu belum puas sudah membuat vio hancur juga aham masuk bui, tapi masih berniat untuk mencelakai anak mereka " pamela tak habis pikir


"cinta ku sudah kalah dan di tolak mentah -mentah, jika aku tidak bisa memiiki vio, maka akan ku buat siapapun tidak bisa memiiki nya " ancam aham


"jangan kamu pikir mentang -mentang kakak mu polisi kamu bisa berbuat seenaknya, meski aku tidak paham kenapa? aham bisa di penjara dengan tuduhan pengedar itu pasti ulah mu " tatap pamela


"ha.. ha.. pamela jangan sok tahu, aham itu memang pantas di penjara dia sudah menyerang ku dengan brutal, aku samer adik dari kapolda " samer tersenyum licik

__ADS_1


"aku akui kelicikan mu sudah buat aham masuk bui, tapi tidak untuk kali ini jangan harap kamu bisa menyentuh bayi vio dan Abraham, aku akan membawanya jauh dari orang licik seperti mu " tegas pamela


malam itu samer mengancam ku, untuk menyakiti bayi mungil itu, aku berfikir aku akan melindungi bayi itu, meski pun aku tidak tahu bagaimana caranya, karena aku pun tak memiliki kekuatan untuk melawan keadaan...


__ADS_2