Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
makin cinta


__ADS_3

Olivia sengaja mengirim foto dan vidio vanila dan berry yang tengah asyik ngobrol di cafe


yudha yang melihat itu panas merasakan debaran jantung luar biasa


di rumah yudha..


"assalamu'alaikum, mas aku pulang " ucap vanila


namun lampu ruang tengah mati, apa mas yudha belum pulang ya..


suara ada yang berenang di kolam..


"mas ngapain kamu berenang malam begini? " tanya vanila


"kamu pulang sama siapa? " tatap balik yudha


"joni dia sekalian antar donna pulang "


"benarkah kamu tidak bohong "


aneh.. polisi ku terlihat marah


"aku mandi dulu ya "


"kemari lah sebentar, baru pulang tidak ingin dekati suami dulu "


benar pasti ada sesuatu??


"iya, ada apa? " vanila mencelupkan kakinya di kolam dan duduk


yudha pun juga duduk di samping vanila..


"aku ambilkan handuk ya "


namun seketika tangan vanila di tarik, ke dalam pelukannya, otomatis vanila juga basah..


"kamu tidak nakal kan "


"aku cuma di cafe, emang apa lagi yang aku lakukan " vanila binggung


"sudah ku bilang jangan terlalu dekat pada pria lain selain aku "


cup.. tubuh basah.. bibir yudha mengecup lembut bibir istrinya


"kamu kenapa? jantung mu berdebar, apa marah padaku?? "


"tidak, aku makin cinta padamu "


di kolam.. renang pun jadi yudha begitu berhasrat


"mas, jangan disini " bisik vanila


ciuman itu pun bak adegan film.. yudha mengendong vanila masuk ke kamar dengan tatap penuh hasrat..


kembali menghujani wajah cantik istrinya dengan ciuman.. bibir.. mata.. pipi..


dan leher.. sobek.. baju vanila di sobek


"pipi mu di sentuh dokter itu kan, aku benci aku ingin menghapus nya "


pipi vanila di kecup tanpa henti..


pasti polisi ini sedang cemburu..


"mas.. pelan -pelan "


yudha pun mengerang....


"iya sayang " kembali mengecup bibir itu


seketika kamar itu berubah panas...

__ADS_1


di bawah selimut ibadah paling menyenangkan bagi suami istri..


sampai lah pada puncak.. yudha pun memeluk erat istrinya


"mas apa ada sesuatu? hingga aku melihat cemburu di wajah mu "


"lihat ini " yudha menunjukkan pesan dari olive


iya.. WA olive.. mengirimkan vidio aku dan berry


"sial.. dokter itu masih saja mencari celah " vanila kesal


"lagi pula untuk apa kamu masih akrab dengan dokter itu " yudha bete


"sayang, berry cuma teman, berry cuma spontan mengusap pipi ku, iya aku minta maaf " peluk vanila.


"untung sayang kalau tidak sudah ku makan habis kamu "


"setiap hari saja, aku memang di makan " vanila tersenyum.


iya lah.. susah payah aku menikah, sekarang sudah punya istri cantik pasti habis "yudha kembali gigit bibir vanila


" sakit.. nanti berdarah "


"ha.. ha.. aku makin gemes " peluk yudha erat..


"dasar polisi cemburuan " cubit vanila


"tapi suka kan "


iya, menikah itu ternyata indah juga..


malam.. ini pun terlewati dengan pelukan hangat


adzan subuh berkumandang aku pun sholat berjamaah bersama mas yudha


memohon kepada yang kuasa semoga ada jalan kebebasan dan kebenaran


pria setengah baya itu terasa dekat dengan ku


notif pesan masuk di HP vanila


chat


vanila temui aku di taman jam 1 siang by Pamela


chat dari ibu Pamela, apa dia sudah tahu aku pergi ke penjara


bodohnya lagi vanila memilih diam, tidak cerita apapun pada suaminya


"sayang, ada yang ingin kamu katakan " tatap yudha


"tidak, hari ini aku tidak ada jadwal di persit mungkin aku mengurus di cafe saja "


"oh.. ya, aku belum.. tahu soal hasil pertemuan mu dengan ibu Pamela "


deg.. vanila binggung, aku merasa tidak perlu cerita dulu sampai semua nyata


"entah lah mas, masih abu -abu.. "


vanila apa kamu lupa? semua pesan yang masuk ke HP mu juga akan masuk di HP ku, baiklah aku mau lihat sejauh apa kamu tidak mau cerita pada polisi sekaligus suami mu (bathin yudha)


"mas, aku ijin ke makam nenek dulu ya, tiba -tiba saja aku merasa rindu "


"iya, sayang aku akan mengantar mu "


di makam nenek..


setelah membaca al-fatihah yudha pun segera pamit untuk ke kantor


"nanti jika sudah selesai berdoa langsung ke cafe ya " tegas yudha

__ADS_1


"iya, mas suami sayang " vanila pun mencium tangan suaminya.


baik lah sayang aku berikan waktu untuk mu sendiri dulu


"nenek.. apa kabar? aku merasa sedih sekali" air matanya pun tumpah


sejak kecil meski vanila terlihat periang, namun cengeng jika menyangkut ibunya


"apa nenek tahu aku sudah punya petunjuk tentang orang tuaku, tapi aku takut, bagaimana nanti jika mereka tidak akan mengakui ku "


rasa ingin tahu vanila itu jauh lebih besar , tapi hari ini aku takut sekali..


puas bersedih di makam.. nenek vanila pun kembali berjalan hendak ingin ke taman janji bertemu ibu Pamela


namun lagi -lagi dia melihat mencopet sedang jambret tas seorang ibu


"tolong, tas nyonya saya di jambret " ucap wanita


plak... vanila memukul dari belakang pencopet


adegan bak film action kembali terulang


"mbak jangan ikut campur " ucap preman


"aku benci melihat pria malas suka menindas "


vanila yang jago taekwondo pun pasti menang


"ibu jendral Terima kasih ya " ucap si wanita


"anda tidak apa -apa " ucap vanila


"tidak, saya Terima kasih banyak ayo saya kenalkan pada nyonya saya "


aku melihat ada wanita duduk di kursi roda


"nyonya, beruntung hari ini kita di tolong ibu jendral "ucap asisten


"vanila aprilia, itu kah kamu? "


wanita tampak cantik meski usianya sudah matang,


"saya violen, apa kamu ke taman ingin menemui seseorang? " tanya violen


"iya, ibu pamela aku janji bertemu di taman "


art itu pun membantu nyonya violen turun dari mobil


"vanila sudah lama aku ingin bertemu dengan mu, aku bangga pada mu, gadis penakluk yang berani membantu polisi menangkap bandar narkoba " usap violen di rambut vanila


hangat, sekali rasa ini selalu hadir saat aku dekat dengan orang seorang ibu


"ibu vio apa kenal dengan ibu pamela? " tanya vanila


"Pamela itu adik ku " tegasnya


"ibu.. kakak ibu pamela apa anda violetta yang di maksud pak iwan? " langsung saja vanila tanpa basa -basi


wanita itu tidak banyak bicara cuma diam dan tersenyum..


"vanila boleh aku ikut aku ke panti asuhan tempat mu? " pintanya


"tapi ibu tidak jawab pertanyaan ku "


"maaf ibu jendral, tolonglah nyonya vio ingin sekali santunan di panti, ibu kan baik pasti mau membantu nyonya kami" pinta art nya


baiklah, vanila pun setuju sekaligus otaknya terus berpikir.. violetta ibu ku atau pamela??


atau diantara mereka hanya tahu, dan ibu kandungku tidak ingin menemuiku


seribu tanya vanila, namun dia berusaha tegar

__ADS_1


ayo.. yang makin penasaran bantu vote ya..


__ADS_2