
sesuai jadwal hari ini peninjauan kembali kasus Abraham dan samer, jantung ku berdebar kencang berfikir jauh tentang apa yang terjadi setelah kasus ini kembali di buka?
mertua ku, apakah mereka akan tetap menyayangi ku?, vanila merenung di depan cermin
bunyi HP berdering, memecah lamunan hampa vanila
halo pak Saddam? rupanya itu telfon dari pengacara yang ayah Abraham usulkan dia dari Turki datang untuk bantu aku
"sayang, kenapa? kamu terlihat begitu tegang? " peluk yudha dari belakang
"mas semua akan baik -baik saja kan " vanila terbata -bata
yudha pun menarik nafasnya, dan membalik tubuh vanila ke arahnya
"sayang pepatah mengatakan kebenaran itu akan jauh lebih baik meskipun pahit dari pada kebohongan yang manis, hukum harus tetap di tegakkan " tegas yudha
"kamu benar polisi ku.., tapi yang aku lawan adalah keluarga suamiku, adik dari mertua yang sangat aku sayangi, aku takut masalah ini akan membuat cinta ayah dan umi jadi berubah benci untuk ku " vanila sedih
"istriku, kamu juga tidak lupa kan ayah itu pensiunan polisi, beliau paham hukum, kamu cukup tenang dan aku yakin cinta umi juga seluruh keluarga ku tidak akan berubah " yudha meyakinkan
"benar, suami polisi ku,.. aku bahagia sekali Tuhan mentakdirkan aku jadi istri pria baik seperti mu " vanila memeluk yudha
vanila sebenarnya hatiku juga tak karuan, aku pun tidak ingin membuat mu makin tertekan bahwa aku juga gelisah sebab yang kamu lawan itu paman ku, bathin yudha
di ruang sidang sudah siap.. samer pun tak kalah dia sampai menyewa 5 pengacara untuk membelanya
semua sudah hadir di persidangan, tak kalah bikin samer terkejut kehadiran violencia wanita yang saat remaja begitu di sukainya sekaligus awal penyebab malapetaka untuk Abraham
"Hai apa kabar samer? lama sekali kita tidak jumpa, dan kali ini kita berjumpa di situasi yang rumit, tapi aku harap keadilan untuk kekasih ku akan di tegakkan hari ini " ucap vio yang duduk di kursi roda
kata -kata vio bikin samer cukup kepanasan marah
"kita lihat saja vio, siapa yang benar dan salah, aku cukup kagum pada istri yudha yang juga putri mu, sudah berani mengungkap kembali kasus yang sudah terjadi puluhan tahun, tapi aku samer tidak mudah di kalahkan " samer tersenyum sinis
sorot mata vanila tak kalah marah, paman kamu terlalu sombong
"baiklah paman, aku minta maaf untuk keberanian ku yang sudah mengajukan kembali kasus ini, tapi sebagai anak aku pun ingin memberi kan semua yang terbaik termasuk membebaskan ayah ku dari tahanan, dan untuk ini aku minta maaf sudah berani melawan paman suami ku " tegas vanila
__ADS_1
gadis ini sangat berani padaku.. bathin samer
suasana di ruang sidang, bak film action semua saksi dan pengacara sudah siap untuk membela masing -masing klien nya
Abraham pun duduk tersenyum simpul.. melirik ke arah putri dan wanita yang dia sayangi
berita peninjauan kembali kasus Abraham dan samer pun membuat yuna adik yudha datang dari Singapura merasa marah
"dari dulu sudah ku bilang wanita itu tidak pantas untuk mas yudha, dan lihat sekarang dia berani untuk buka kasus paman itu berarti ayah juga ikut karena dulu ayah yang menangani kasus ini " yuna kesal
"mbak, vanila itu hanya mencari keadilan untuk ayah nya , orang tua kandung yang di sayanginya dan baru di temukan " tegas yuka
"ah.. sama saja yuka, awas saja jika kasus ini membuat ayah di hukum, aku pun akan buat perhitungan pada vanila "
umi.. yudha pun merasa bingung dan takut alhasil mereka tidak di ijinkan yudha untuk datang ke pengadilan
"sudah kalian jangan bertengkar " umi merasa sesak
"umi, ayo istirahat " ajak yuka
di rumah sakit, rupanya Berry dan Olivia baru saja selesai operasi
"dokter Olivia Terima kasih sudah jadi asisten ku untuk operasi ini " Berry tersenyum
"sama -sama dokter, Terima kasih juga untuk hari libur ku yang sudah dokter ambil " Olivia manyun sambil hendak pergi
"eh.. tunggu mau kemana " Berry menarik tangan Olivia dan memegang nya
"dokter jangan macam -macam ini rumah sakit lepas " Olivia malu
"tidak, aku ingin memandang wajah cantik dan galak tapi aku suka " Berry tersenyum
dokter alay.. bisa -bisanya dia menggoda ku di rumah sakit
"please, aku malu nanti dokter lain lihat ya " Olivia merona wajahnya
"ok sayang, tapi ayo kita makan siang bareng " Berry pun menarik tangan Olivia
__ADS_1
namun mereka bersimpangan dengan yuka dan yuna yang sedang mendorong kasur umi pingsan
"yuka yuna ada apa ini? " tanya Olivia melepas tangan Berry
"umi.. pingsan kamu dokter cepat tolong umi " yuka menangis
"ayo cepat bawa UGD " Berry ikut menolong..
ini baru awal persidangan umi yudha sudah pingsan
di ruang sidang yudha terus menatap wajah vanila yang terlihat tegang dan makin tegang saat vanila bersama tim gadis penakluk mengeluarkan semua bukti vital.. jika Abraham tidak menyerang samer duluan
semua terkejut kecerdikan vanila mampu mengali semua info tentang samer tanpa terkecuali semua bisnis haram.. samer pun mulai terkuak
deg.. jantung ayah prasetyo juga tak kalah tegang, mungkin aku lupa kebenaran itu pasti menang, jika hari ini karena cinta ku pada adik ku, ada pria yang di tahan tanpa rasa bersalah karena kuasa ku, aku siap ya Allah jika harus di hukum, bathin prasetyo
revan pun murka vanila begitu cantik dan pintar
hingga memberi begitu banyak bukti yang memberatkan ayah samer di persidangan
majlis hakim pun menarik kesimpulan, jika vanila bisa memunculkan saksi kunci yaitu pria yang merekam kejadian aslinya dan mr X, kaki tangan samer dalam bisnis haram
minggu depan adalah keputusannya dan untuk satu minggu ke depan samer alias syamsir putra di putuskan untuk menjadi tahanan kota artinya paman samer tidak boleh pergi kemanapun cukup stay di jakarta
saksi kunci pria itu adalah Dias anak dari pak sugianto yang menyimpan rekaman itu, dan mr X..
setelah sidang usai, vanila pun memeluk erat ayah Abraham
"ayah aku janji ayah akan bebas, dan kebenaran akan menang " peluk vanila
"iya sayang, aku percaya dan bangga jika putri ku gadis hebat yang pantas di juluki gadis penakluk, kamu hebat meski pun yang kamu lawan itu keluarga mertua mu "
"aham, Tuhan mempertemukan kita di masa lalu dalam waktu yang menyedihkan, tapi vanila itu anak kita aku yakin Tuhan pun mengirim vanila untuk memberi kebahagiaan di masa tua kita " vio pun menangis
suasana haru terharu, yudha hanya mampu menatap dari jauh bingung harus senang atau sedih..
sementara itu umi pun masuk iccu untuk mendapat perawatan intensif..
__ADS_1