Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
perkenalan


__ADS_3

akhirnya aku di tangkap, awas saja jika teman -teman bodoh itu tidak bisa membuat aku bebas


"selamat pagi pak " ucap sipir


"ibu Agustin, siapa gadis yang di laporkan tuan franky? " tanya jendral


"nama nya vanila Aprilia pak, dia kasir dari sebuah mall di jakarta " jawab Agustin


jendral prayudha erlangga adalah polisi tampan, tegas dan berani, namun tidak banyak bicara


"buka sel nya " perintah yudha


polisi itu masuk ke dalam sel yang berisi vanila


"mbak aku mau tanya? sebenarnya ada hubungan apa anda dengan tuan franky? 'tanya yudha


" pak, aku hanya datang untuk menagih hutang, karena franky punya hutang banyak pada ku "jawab nila santai


" mbak aku mohon jujur lah, sebelum aku membongkar semua nya "tegas yudha


" terserah pak, memang begitu Kenyataanya "nila menatap


rupanya gadis ini cukup tenang, dia santai tanpa beban


belum selesai interogasi, polisi sipir itu memberi tahu jika laporan atas vanila di cabut


" sudah ku bilang pak aku tidak bersalah"nila tersenyum


"vanila Aprilia, hari ini kamu beruntung " yudha dengan dingin


sial, polisi yang bertugas sekarang lebih galak dari yang sudah -sudah


dan joni sudah siap menjemput nila dengan sepeda motor di depan


"hai, ayo kita pulang " joni tersenyum


"dasar bodoh, aku sampai menginap satu malam di sini " nila menepuk bahu joni


"maaf akses masuk kantor pejabat itu cukup sulit " joni takut


"ayo, cepat antar aku pulang " perintah nila


sementara itu polisi yudha sangat penasaran, siapa sosok vanila sebenarnya


"ibu Agustin apa ini kasus pertama pada vanila? " tanya yudha


"benar pak, kasus pertama yang membuat vanila menginap di sini, tapi pak gadis itu sangat cerdik meski banyak kecurigaan dan di duga korban nya para politikus, tapi tak satu pun yang buka suara, gadis itu di juluki gadis penakluk, kecantikan nya dapat membius kaum Adam tapi kecerdikan nya memeras pria hidung belang mengeluarkan uang, tapi tidak satu pun tuduhan itu terbukti " jelas Agustin

__ADS_1


gadis penakluk vanila Aprilia,mungkin aku harus cari lain cara untuk menyelidiki nya


rupanya sepulang dari kantor polisi vanila, dalam perjalanan menuju panti dia melihat seorang wanita paruh baya di tabrak lari


tak ada satu pun orang yang menolong sebelum polisi datang, namun nila tetap membawa nya pergi ke rumah sakit, untuk menolong nya


darah segar mengalir dari pelipis wanita itu


"suster tolong selamatkan nyawa ibu ini " ucap nila sambil membawa wanita itu


"apa yang terjadi, sampai darahnya banyak keluar " tanya suster


"ibu ini korban tabrak lari, dia seorang pemulung sampah " jawab ku


"maaf mbak, kami tidak berani jika polisi belum tahu " suster menolak


"tapi ini nyawa seseorang kalian tidak boleh acuh " nila kesal


"kalau begitu, silahkan daftar dulu, sepertinya akan di ada kan operasi kecil karena luka tangan nya patah " suster segera membawa


vanila berlari ke arah kasir untuk mengurus sejumlah uang


dan bet apa kaget nya saat melihat angka 10 juta untuk biayanya, karena korban tidak memilki identitas jakarta dan tidak memilki kartu kesehatan


"apa harus ada sekarang juga uangnya " tanya nila kaget


"iya mbak, jika biayanya belum masuk operasi tidak bisa di lakukan atau jika anda punya penjamin orang yang berpengaruh operasi bisa di lakukan dulu, baru anda urus biayanya " jelas kasir


melihat satpam rumah sakit, otak nilla mengingatkan laki-laki berseragam.. yang baru saja di temuinya


"kasir apa nama prayudha erlangga bisa jadi jaminan" vanila menyebut nama itu ragu


"mayjen prayudha erlangga, polisi yang baru saja pindah tugas di jakarta " kasir tahu


"iya, aku ingin anda menghubungi nya dan bilang jika, vanila aprilia tunangannya sedang di rumah sakit butuh penjamin "


wajah kasir itu kaget, tunangannya ya ampun


ide gila ini semoga berhasil, biar nanti saja aku jelas kan pada polisi itu


kasir pun menelfon yudha untuk minta kebenaranya, cukup kaget jika ada wanita yang mengaku butuh penjamin untuk menyelamatkan nyawa wanita tabrak lari


"baik, mbak saya akan ke rumah sakit untuk tanda tangan " yudha menutup telfon nya


langsung tancap gas menuju rumah sakit, dengan seribu tanya siapa? gadis yang mengaku tunangannya


vanila pun cukup kaget, saat kasir bilang jika pak yudha setuju untuk jadi penjamin dan akan segera ke rumah sakit

__ADS_1


syukur lah, berarti tinggal aku putar cara untuk bicara pada polisi itu


operasi pun sedang berlangsung, vanila cukup tenang dengan ponselnya me nunggu di ruang tunggu rumah sakit


"jadi kamu gadis yang mengaku tunangan aku " tanya yudha berdiri di depan vanila


"iya.. ya pak saya terpaksa ini darurat " nila gugup dan takut


demi kenyamanan bicara yudha dan nila pun mengobrol di kantin rumah sakit


"jadi begitu, tanpa ijin kamu menyebut nama ku untuk men jadi jaminan wanita yang sedang di operasi " ucap yudha


"maaf pak., uang operasi ini cukup banyak sepuluh juta, dan korban harus segera di operasi sementara rekening ku beku gara-gara kasus kemarin selama 3x24 jam, makanya aku minta maaf jika harus menyebut nama anda pak.. tapi aku janji aku akan ganti jika rekening ku sudah aktif" jelas nila dengan gugup


"begitu ya.. enteng sekali kamu bilang sebagai tunangan ku " yudha menatap serius


"aku binggung alasan apa yang aku tahu bapak belum menikah, hanya itu saja " nila menunduk


"tidak masalah karena kali ini kamu berbohong untuk menyelamatkan nyawa orang, apa kamu kenal wanita itu? " tanya yudha


"setiap aku pulang aku selalu melihat wanita itu memulung sampah, dia hanya punya satu anak angkat itu pun jauh di jawa, dan di jakarta ini dia sendiri an " jawab ku men jelas kan


"hebat sekali, kamu benar -benar tulus " tambah yudha


"bukan pak!! yang benar karena saya sama seperti ibu itu sendiri an, " jawab ku santai


jadi benar vanila ini yatim piatu dan tinggal di panti asuhan


"pak ini nomor hp saya, jika sudah tiga hari saya janji akan ganti biayanya " nila memberi nomor


"yakin ini aktif " tanya yudha


"ya sudah, sebutkan nomor hp bapak, biar saya telfon sekarang " Nilla sedikit kesal


berdering hp yudha berbunyi


"ok, kita belum berkenalan secara resmi, aku yudha " polisi itu menjabat tangan ku


"saya vanila pak, biasa di panggil nila " jawab ku singkat


"nama unik sekali seperti rasa vanila " yudha tersenyum


"benar karena sejak kecil aku hanya suka susu rasa vanila jadi mereka menyebut nama itu untuk ku " tegas nila


polisi ini lumayan asyik juga tidak sedingin di kantor polisi


vanila Aprilia perkenalan mungkin bisa jadi jalan untuk aku tahu siapa aslinya dirimu?

__ADS_1


perkenalan ini jadi awal kisah yudha dan vanila


polisi dan gadis penakluk..


__ADS_2