Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
kejam sekali..


__ADS_3

pertemuan pun di lakukan tapi kali ini cafe di tutup, mereka memilih bertemu di rumah donna yang juga memiliki halaman sejuk


"joni dan denis lama sekali " vanila tidak sabar


"vanila santai lah, mereka sedang di jalan , ayo kita makan pudding ini buatan ibu ku, kamu pasti suka kan " donna membawakan pudding rasa vanila


"pasti enak, bentuknya sudah menggoda " tia mencoba duluan


chat dari yudha


sayang kamu dimana? cafe kok tutup


chat vanila


hari ini aku libur, aku di rumah donna kami akan membahas tentang rencana pernikahan donna dan joni


chat yudha


ok, nanti aku jemput ya


chat vanila


siap jendral sayang 🥰🥰


yudha pun tersenyum dari kantor polisi..


namun vanila terpaksa berbohong, mungkin untuk sementara karena aku yakin cepat atau lambat naluri suami polisi ku tidak akan bisa di bohongin...


joni dan Denis pun datang, tapi Berry juga datang di ajak Denis


"Berry untuk apa kamu kesini? " tanya vanila binggung


"aku yang mengajak, karena ini ada hubungannya dengan ibu nya Berry, ayo kita dengarkan rekaman suara ini " joni pun memutar rekaman audio suara Abraham Khan


aliran darah vanila terasa makin deras.. saat kalimat demi kalimat di dengar nya dari pria Turki itu


"ada kami yang akan selalu mendukung mu, dalam situasi apapun kita adalah tim gadis penakluk yang siap membantu mu " donna memegang tangan vanila yang gemetar

__ADS_1


cerita demi cerita mereka dengar kan secara seksama, semua pilu menatap wajah vanila teramat sedih ..


"vanila kamu yang sabar ya, kami akan terus bantu kamu " dukung Berry


air mata vanila terus tumpah.. begitu kejam sekali..


"aaa aku.. punya ayah juga ibu yang tidak benci aku, tapi kenapa aku di buang? " vanila meratapi


"kapten, dengar kan dulu sampai tuntas ya " pinta denis dengan tatapan mata meyakinkan


pecah.. saat nama prasetyo erlangga dan syamsir putra dewangga di sebut bukan alias samer..


mereka keluarga mertua ku..


"jadi mereka juga terlibat dan musuh ku, ayah mertua dan paman dari suami ku " vanila terkejut parah..


"musuh dan dalang di balik penderitaan mu adalah samer Khan alias syamsir " tegas joni


"biadab, manusia biadab " umpat donna kesal


"vanila jadi ibu ku vio itu adalah ibu kandung mu, begitu " Berry kaget dan sulit di percaya


"tidak, cuma yang aku tahu sejak kecil mama vio mengalami depresi berat, tapi kasih sayangnya tulus pada ku, sampai hari ini aku masih rutin melakukan general cek up " jelas Berry


"lalu kenapa ibu mu, pakai kursi roda apa dia lumpuh? " tambah vanila


"iya, beberapa tahun lalu saat aku berumur 8 tahun aku main di pinggir jalan, dan tak tahu dari arah belakang ada truk yang melintas, mama vio berlari untuk menyelamatkan aku, tapi sayang kakinya mengalami benturan dahsyat, jadi sebagian saraf motorik nya ikut mati, tapi mama masih bisa berjalan, cuma aku akui mama tersenyum.. tapi ada luka yang tersembunyi jadi seperti tidak punya semangat hidup, dan hari ini aku akhirnya tahu luka itu kamu vanila, mama vio kehilangan bayinya yang dia tidak tahu jika kamu masih hidup " Berry sambil berkaca -kaca


.


"takdir.. itu kejam sekali hari ini kebenaran begitu menyakit kan, aku bahagia punya ayah juga ibu tapi keadaanya sangat sulit, ayah ku Abraham Khan jadi napi di vonis 30 tahun penjara, dan ibu ku lumpuh dan patahnya depresi tidak tahu aku ada, lalu apa gunanya aku tahu semua ini " vanila histeris


"vanila jangan bicara begitu, bukankah kamu punya kami, tidak akan bantu buka lagi kasus pak Abraham kita cari bukti agar ayah bisa bebas, dan ibu vio meski dia tidak ingat naluri seorang ibu pasti kuat, cobalah bertemu lagi ibu vio pasti jantung kalian terikat satu sama lain " donna memberi semangat


aku kacau sekali.. mendengar kenyataan ini tapi semua teman ku benar, sebagai anak aku harus bangkit dan membantu agar ayah ku bisa bebas dan menangkap pelaku sebenarnya, pria yang kejam fitnah ayah ku dan akibat ulahnya seumur hidupku aku jadi terus menangis.. samer Khan alias syamsir putra dewangga, tak peduli kamu paman yudha jika salah.. bersiaplah berhadapan pada si gadis penakluk ini..


"vanila jika kamu mau ikut aku ke rumah bertemu mama vio, aku akan bilang ibu jendral ingin berkunjung " ucap Berry

__ADS_1


"iya pergi lah, setidaknya kamu harus mencoba mendekatkan diri pada mama vio, ikatan cinta ibu dan anak itu kuat takdir ini memang kejam tapi percaya lah cinta tulus kalian akan menemukan kebahagiaan nya " donna dan tia beri semangat


di rumah Berry.. aku setuju untuk bertemu mama vio..


"assalamu'alaikum, mama ada ibu jendral datang kesini " ucap Berry


"waalaikumsalam, vanila benarkah kamu kesini " vio keluar dengan kursi roda nya


degup jantung vanila tak beraturan.. haru sekali, rasanya aku ingin meminta peluk ibu, Berry yang peka aku sedih memberi kode mata agar aku kuat


"iya, ibu vio apa kabar? " sapa vanila sambil mencium tangan vio


"alhamdulillah.. ibu Baik, dokter jika ibu jendral kesini harusnya kamu kabari lebih awal , agar mama bisa masak enak " vio tersenyum


"tidak perlu repot, aku hanya ingin ngobrol sebentar dengan ibu, boleh kan sekedar numpang minum teh bersama " vanila berusaha tegar


"kalau begitu, aku mandi dulu ya.. ibu ajak vanila kebun belakang, vanila pasti senang lihat bunga -bunga tanaman mama " Berry sengaja beri time mereka bersama..


bunga -bunga di taman belakang sungguh indah dan mempesona


"ibu vio kebun ini indah sekali, wangi harum nya semerbak.. " vanila nampak nyaman dan menciumi bunga bunga itu..


"benar wanginya bunga mawar, bikin hati ibu yang merasa sepi jadi tenang berkat bunga ini hati ibu sedikit terhibur " vio tersenyum cantik meski rambutnya sudah mulai sedikit memutih..


"ibu apa ibu bahagia selama ini, pasti senang kan memiliki anak seperti dokter berry yang pintar juga mandiri " vanila mendekati kursi roda vio


"benar berry adalah kebahagiaan dalam hidup ku, tangis dan senyum berry kecil sangat menghibur diriku, aku anggap berry putra ku, walau ada bagian yang ku rasa hilang tapi aku bersyukur sedih ku, ada hiburannya " vio nampak berkaca -kaca


mungkinkah jauh dari lubuk hatinya ibu vio juga merasa kehilangan, buktinya netra mata ibu vio terasa begitu tulus.. saat bercerita...


"ibu aku dorong kursi roda nya ya, biar ibu dan aku bisa kelilingi taman ini bersama ku " vanila mulai mendorong


"tentu, aku merasa senang setiap kali bertemu wanita cantik dan baik seperti dirimu.. " vio tampak bahagia


jalan hidup sulit di tebak.. di depan ku sudah ada wanita yang aku cari, iya dia ibu ku..


mungkin masih butuh waktu untuk kami makin dekat dan aku janji dalam diriku, aku akan merebutnya lagi ingatan ibu dan bebaskan ayah.....

__ADS_1


gadis penakluk ini.. akan buat cerita ini jadi lebih indah iya.. cerita hidup vanila lebih bahagia..


__ADS_2