Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
aku di sini


__ADS_3

setelah melakukan penyamaran yudha mengajak Felix dan Ronald untuk melakukan misi di Turki..


akhirnya aku tiba di Turki, negara yang mirip Arab itu pun aku di sini..


alamat vanila masih yudha simpan, tapi kali ini aku datang untuk mengejar mafia kelas internasional, tak mudah bagiku untuk bertemu vanila..


Istanbul Turki...


apartemen rupanya yudha sudah di sewakan sebuah apartemen elite juga privat, agar bisa senyaman mungkin di Turki..


semilir angin pun meniup gelombang rambut vanila yang terurai, kedua orang tuanya sedang menikmati masa bulan madu sebagai pasutri vanila pun di beri alih untuk mengurus sebagian bisnis Abraham, kali ini bisnis berlian juga emas..


ada pameran berlian di sebuah hotel mewah di Istambul, vanila pun akan datang sebagai perwakilan dari perusahaan Abraham..


tak kalah seru alex sandro juga hadir sekaligus partner bisnis Abraham


"vanila kenalkan mr alex sandro partner bisnis uncle Abraham " ucap maher menatap ke arah alex


ya.. ampun aku tidak pandai speak English bagaimana ini?


"hallo mr alex, my Name vanila khan " vanila gugup memperkenalkan diri


alex tersenyum tipis menjabat tangan vanila


"miss vanila, tak usah gugup aku bisa bahasa Indonesia " alex tertawa kecil


oh my good.. alex memiliki paras bule tapi juga pandai bahasa Indonesia, baguslah


"baiklah tuan alex, aku sebagai perwakilan dari Abraham diamonds mengucapkan selamat atas peluncuran diamond series terbaru kita " tambah vanila


obrolan itu pun mulai mencair, perusahaan diamond milik keluarga Khan memang memiliki kualitas internasional, dan hampir 3 tahun belakangan bersama alex sandro almarhum kakek vanila menjalin kerja sana..


begitu mewah dan meriah acara itu pun trending di media online di Turki, tak lupa kabar itu pun sampai pada yudha, bahkan salah satu stasiun TV Turki menayangkan secara live acara tersebut


"jendral lihat itu alex sandro " ucap Felix


"wah.. wah jendral bukanlah itu ibu jendral, nyonya vanila cantik dan berkelas " sambung ronald


vanila tampak anggun dan memikat gaun berwarna pastel sungguh cocok dan menawan,..


yudha terdiam sejenak dan berfikir, jika vanila sekarang mengambil alih bisnis ayahnya, itu berarti vanila akan sering berinteraksi dengan mafia itu..


berarti aku harus main cantik, agar misi ini berjalan lancar..


acara pun tampak meriah ada banyak tamu undangan dari para pembisnis hebat di Turki


namun vanila hanya diam tanpa makan atau pun minum, pikirannya seakan kosong meski di tengah ke ramaian


"miss vanila, mau minum? " alex menunjukkan gelas vodka

__ADS_1


"tidak, terima kasih aku tidak suka alkohol " vanila menolak


"benarkah? masih ada di jaman ini wanita seperti anda itu ada? " alex tersenyum


"tuan alex, apa maksud anda? " vanila terlihat kesal


"maksud ku, ayo lah ladies command ini era modern, cobalah sedikit " alex memaksa


"tuan alex, saya menghargai Anda sebagai partner bisnis tapi saya memang tidak suka alkohol, sepertinya acara launcing nya juga sudah usai, kalau begitu saya ijin pamit " vanila pergi


"vanila tunggu " alex mengejar


"tuan alex, vanila ada apa ini? " tanya maher


"maher, aku ingin segera pulang, ayo " vanila pun menarik tangan maher menuju mobil..


alex pun terdiam melihat vanila pergi


vanila aprilia Khan, menarik aku ingin semakin mengenal mu lebih dari partner bisnis, isi hati alex


di mobil vanila hanya terdiam bahkan sampai di rumah Abraham pun vanila tampak murung


"vanila tunggu ada apa? tuan alex bertindak kurang ajar padamu " tanya maher


"tidak, maher mungkin aku yang norak dan kampungan , tidak mampu beradaptasi " vanila menangis


"adaptasi apa? " maher menatap wajah vanila


"vanila jika tuan alex itu berbuat kurang ajar, aku akan hajar dia, ingat kamu itu anak uncle Abraham kita saudara dan aku juga temanmu, aku hajar dia " maher marah


"maher tidak, jangan aku hanya sedang sensitif saja, tadi tuan alex menawarkan vodka dan aku menolak mungkin akunya saja lagi sensi, tuan alex belum kenal aku makanya dia tersenyum dan tak percaya aku tidak minum alkohol " jelas vanila


maher pun mendengarkan...


"vanila aku paham, dunia bisnis penuh dengan gemerlap kamu pasti belum terbiasa dengan hal ini kan, jika ada hal tidak nyaman jangan sungkan bicara padaku, kita ini teman kan " maher menghapus air mata vanila


namun vanila merasa risih dan menepis tangan maher


"maher tidak perlu, Terima kasih kamu sudah banyak membantuku dan ayah, aku masuk dulu ya " vanila masuk rumah


maher perlahan menatap vanila dari jauh..


meskipun aku tahu kamu sudah bersuami tapi hati ini masih bergetar melihat senyum mu vanila..


sampainya di kamar vanila kembali merasa hampa dan sepi..


vanila pun membuka jendela kamarnya dan menatap ke arah pemandangan lampu kota sambil berkata..


mas yudha aku merindukan mu.. tak bisakah kita bertemu lagi, aku rindu kamu suamiku.. vanila menangis

__ADS_1


hal yang sama juga di lakukan sang Jendral..


yudha berdiri di balkon apartemen menatap ke arah kota.. hati yudha juga hampa melihat wajah cantik istrinya dari TV tadi..


aku disini..


vanila istriku.. aku disini..


ingin sekali aku menemui mu.. tapi semuanya tak semudah itu, aku ke Turki bukan hanya untuk menemui dirimu sebagai suami tapi sebagai polisi aku juga memiliki tanggung jawab untuk misi ini agar berhasil...


.


hatiku rindu kamu sayang ku..


bahkan aku sudah di sini pun, aku harus mencari waktu yang tepat agar kita bisa bertemu kembali sayang...


inilah kisah cinta polisi dan gadis penakluk


sudah jadi suami istri tapi masih sulit bersama..


pasutri itu sama-sama saling merindukan..


"vanila kamu belum tidur sayang " suara ibu vio mengetuk pintu


"belum bu " jawab vanila


"ini sudah larut sayang, ayo tidur atau acara launcing itu bikin capek ya? " vio mengusap rambut vanila


"lumayan bu, jadi pebisnis itu memang capek " vanila mencoba tersenyum


namun insting seorang ibu tak bisa di bohongi, vio melihat mata vanila basah


"sayang apakah kamu tidak betah di Turki? " tatap vio


"ibu untuk apa tanya hal itu, di sini ada ayah juga ibu aku pasti betah " jawabku mencoba happy


"nak, pasti sulit bagi mu jauh dari suami yang sangat kamu cintai " vio pegang pipi vanila


kata -kata ibu vio bikin vanila tak dapat berbohong dan langsung memeluk vio sambil menangis


.


"ibu aku merindukan suamiku, sangat rindu " vanila menangis


.


"ibu tahu nak, ibu paham, keadaan ini tidak mudah hatimu pasti hampa sekali, ibu akan berdoa pada allah agar kalian bisa kembali bersatu dengan cara apapun "


"ibu " vanila tambah sedih

__ADS_1


"sayang percaya lah jodoh itu kuat dan takdir dari allah, jika yudha adalah jodoh dari allah bahkan keujung dunia pun kalian akan kembali bersama " tegas vio


"amien, semoga bu "..


__ADS_2