
suasana hening di meja makan tanpa kata, aku pun berani kan diri menyambung kalimat
"sekarang pak yudha ingin menangkap kami ber 5 ? " tanya nila gugup
"habis kan lah makanan kalian, jangan tegang " yudha santai
"pak yudha aku tidak suka bertele-tele, aku lah dalang dari semua nya jika akan di hukum berat aku lah orang nya jangan vanila " ucap Denis
mata yudha melirik, seakan tidak suka mendengar itu
"sebenarnya aku memang sedang menyelidiki kalian, aku rasa kalian tidak sejahat itu, aku tidak akan menangkap kalian asalkan kalian mau bekerja sama pada polisi untuk membantu kami menangkap seorang bandar narkoba kelas kakap " jelas yudha
"maksudnya kami tidak mengerti pak " joni binggung
"bantu aku mendekati bandar narkoba itu seperti cara kalian beraksi, dengan kecantikan vanila dan kecerdikan kalian ber 5 aku yakin bisa "
rupanya polisi ini ingin memanfaatkan kami
"tidak aku tidak mau, tidak ada untungnya bantu polisi jika akhirnya kami tetap akan di tahan " nila menolak
"tidak aku jamin,asalkan kamu berhasil menangkap nya aku jamin kalian bebas dari hukuman apapun, jabatan ku jadi jaminannya dan siap memberikan kalian bonus lain" yudha meyakinkan
"bonus apa pak? " dona semangat
"500 juta untuk kalian ber 5,asalkan kalian men jadi agent polisi membantu menangkap mafia itu "
semua tergiur dengan tawaran yudha tapi vanila masih ragu
"lalu ke selamat an ku siapa yang jamin? aku yakin pria seperti itu pasti galak dan buas, bisa -bisa aku mati konyol " ucap nila
"tenang saja nona, aku yang jadi pelindung mu dan aku juga sudah menyiapkan skenario untuk kalian mulai main kan, kamu percaya aku kan " yudha dan vanila saling tatap
entah kenapa? aku merasa ada yang lain saat menatap polisi ini
"jika kami menolak, apa anda akan menahan kami sekarang? " tanya Denis
"ya, ancaman hukum kalian paling sedikit 5 tahun dan denda 100 juta " tegas yudha
"ok deal aku setuju " nila mengulur kan tangan nya
"deal"
__ADS_1
akhirnya mereka sepakat untuk membantu polisi itu
dan semua pun pulang ke rumah, sedangkan nila masih duduk di meja
"ayo kita pulang " ajak yudha
"tidak pak? aku tidak ingin anda antar aku lagi "nila menolak
" kenapa? "yudha binggung
" aku kira anda tulus baik dengan ku , ternyata ini rencana anda "nila ketus
" aku memang tulus ingin berteman dengan mu, tapi semua yang kalian lakukan itu melanggar hukum, paham kan "yudha tersenyum
" kami lakukan itu hanya me minta sedikit dari harta koruptor "jelas nila
" tetap saja itu salah gadis cantik "puji yudha
rupanya polisi ini mulai gombal pada ku
tidak sengaja rupanya ada tante fera juga datang ke resto jepang
" dasar gadis liar sedang apa di sini? merayu laki-laki kaya "dengan nada tinggi
" sudah lah vanila, aku tahu tipe gadis seperti dirimu pasti selalu ingin pria kaya kan, mas jangan mau Sama dia wanita nakal"ucap tante fera
"cukup bu, jangan buat keributan di sini, ini resto milik ku aku tidak suka ada keributan " yudha pun mengajak nila pergi
sambil jalan air mata nila terus menetes dan di hapus yudha
"sudah jangan menangis " ucap yudha
"itu tante fera ibu nya kak faris, yang sangat membenci ku, makanya aku lebih memilih mundur dari cinta yang menyakitkan , karena tidak ada masa depan di sana" nila terus menangis
"kita duduk, tenangkan dirimu " ajak yudha
"pak yudha bisakah anda berbalik, aku ingin pinjam pungung mu, " pinta nila
akhirnya nila pun menangis di punggung yudha, dan yudha hanya diam tidak boleh berbalik setelah tenang baru mereka kembali bicara
"nila kamu sudah tenang " tanya yudha
__ADS_1
"ya berbalik lah, aku sudah lebih baik maaf membuat baju anda basah air mata ku " ucap nila
"tante fera itu memang di kenal sombong, aku sering mendengar desas desus itu dari dulu, karena memang keluarga mereka sangat kaya, tapi tidak seharusnya dia memaki mu tanpa alasan tadi "
"alasan nya putra tunggalnya faris sangat mencintai ku yang gadis yatim piatu, yang tidak jelas orang tuanya,yang mungkin ibu ku wanita malam atau ayah ku pria brengsek, entah lah aku
memang tidak bisa jawab itu, makanya tante fera benci aku "nila sedih
vanila hatiku sakit melihat air mata mu itu..
" kamu sendiri apa sangat mencintai faris"tanya yudha
"bukan cinta tapi butuh selama ini faris satu-satunya orang cintai aku, tapi aku sadar semua nya tidak bisa terus jika restu ibu susah aku miliki, mungkin aku lebih memilih pergi dan menjauh bagi gadis seperti ku tidak pantas dapat itu semua " cerita nila
"siapa bilang begitu? semua orang tidak bisa mengubah takdir nya, tapi tuhan sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk masing-masing manusia" yudha menenangkan
"iya bunda panti juga sering bilang itu, aku hanya bisa berdoa jika kelak aku jatuh cinta lagi, berikan cinta itu hanya untuk calon jodoh ku, pria yang bisa menerima dan melengkapi kekurangan ku, bukan menuntut ku jadi sempurna, ah.. kenapa? aku jadi curhat sama anda "nila tersenyum
gadis ini memilki pribadi yang baik
" vanila apa faris tidak mau putus dengan mu, makanya kemarin dia memaksa mu"tanya yudha lagi
"kak faris ingin mengajak ku kawin lari" jawab nila
"apa? kawin lari lalu kamu tolak kan " yudha kaget
"ekspresi anda lucu sekali, tentu aku tolak kan anda tiba-tiba datang ngaku jadi pacar aku " nila terkekeh
benar kenapa? aku jadi gelisah gini, mendengar kata kawin lari
"pak yudha aku ini yatim piatu, sejak dulu aku ingin sekali jika aku menikah aku ingin punya keluarga, mertua yang baik yang bisa anggap aku anaknya dan juga suami yang mencintai ku dengan tulus, jika mertua ku tante fera setiap hari rumah tangga ku pasti seperti ring tinju"
"vanila, selalu bikin aku tersenyum di saat serius " yudha tersenyum
senyum vanila seakan membuat hatiku kembali hangat, rasa itu mulai kembali meski pun aku masih belum yakin
"pak polisi ini sudah malam, aku harus pulang tentu anda tidak ingin di tangkap hansip karena kepergok berduaan dengan ku kan"goda nila
" kenapa kamu tidak mau punya suami kayak aku? "yudha dengan serius
wah.. wah yudha mulai goda aku lagi nih..
__ADS_1
" tentu saja mau, apa lagi aku baru tahu restoran jepang itu milik anda, berarti selain jadi polisi pak yudha juga tajir "nila tertawa
vanila gadis nakal.. tapi juga cantik dan manis..