Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
pengorbanan


__ADS_3

mr X sudah mencium bau penghianatan jika selama ini tya hanya mendekatinya hanya karena ingin dapat info tentang samer..


mr X sengaja ingin mengajak cintya kencan, namun sekaligus pembuktian gadis itu jatuh cinta padanya atau tidak


"vanila gawat, x mengajak ku cek in di puncak aku harus apa? " tanya tya


"aku rasa pria itu sudah mendengar berita persidangan samer, jadi tya jika kamu mundur aku tidak masalah " jawab vanila


"vanila itu tidak mungkin, tinggal selangkah lagi jika tya tiba -tiba menghilang dari hidup x, pasti mafia itu tidak akan tinggal diam" ucap Donna


"aku tidak bisa mengorbankan tya, x itu pasti marah dan punya rencana licik, aku takut tya dapat masalah " vanila panik


"dan kamu pikir, kita ber 5 tidak cukup cerdik untuk melawan mafia itu " tambah joni dan Denis


tya merenung sejenak, dan menarik nafasnya


"vanila semua yang di bicarakan tim gadis penakluk itu benar, aku siap berkorban, lagi pula posisi mu sebagai ibu jendral tidak boleh ternoda, cukup kami yang beraksi, percaya lah ok " tya yakin..


akhirnya vanila setuju dengan berat hati, melepas tya untuk kembali jadi umpan menemui mr X..


"ini ada pin bunga mawar yang dulu pernah yudha beri saat memata matai Leon, pakailah dan dari HP ku akan memantau semua pergerakan kamu dan x " vanila beri pin


pengorbanan tim ku untuk dapat bukti dari mr X tinggal selangkah, aku sudah menyewa puluhan body guard rahasia yang ku sebar untuk memantau tya, semoga gadis itu tetap aman, bathin vanila..


tya pun pergi, dengan di buntuti tim gadis penakluk lainnya


"sayang ini sudah malam, jangan main HP terus " peluk yudha


"maaf mas, aku cuma sedang browsing aja " vanila gugup dan menutup HP nya


"benarkah, memang apa yang kamu browsing sayang " tatap yudha


"apa? owh.. itu aku cuma cari refrensi menu baru untuk cafe vanila, kamu capek kan ayo kita tidur " vanila mengalihkan


entah mengapa? kadang kala aku tidak percaya apa yang vanila katakan, seperti ada yang di sembunyikan, bathin yudha


hotel bintang kamar 445


tya berjalan dengan santai mencoba terlihat tidak gugup dan mengetuk pintu kamar itu..


"sayang, masuk lah honey aku sudah menunggu " tatap x..


"mr Xander.. akhir nya kita bisa jumpa lagi " ucap tya


pria itu nampak santai tidak berjas seperti bisanya


"cintya, i miss you " Xander mencium tangan tya


darah seakan mengalir deras, tya si gadis polos tak tersentuh harus berakting mesra..


"x, untuk apa kamu mengajak ku hotel? " tanya tya


"why? jangan bicara begitu, kamu bilang kamu cinta padaku, jadi aku merindukan mu " peluk x..


"benar aku mencintai mu, tapi x aku kecewa kamu tidak sepenuhnya cinta pada ku " pancing tya


"apa maksud mu beb? " x menaikkan alisnya

__ADS_1


.


"bukan kah aku minta bukti transfer rekening koran milik syamsir tapi sampai hari ini kamu tidak memberikan semua info bisnisnya pada ku "


cintya ternyata benar.. kamu ingin data penting itu, tapi aku mr Xander tidak bisa di permainkan


"tenanglah beb, semua sudah siap tapi ada harga untuk semuanya " Xander mencium pipi tya


.


sontak, tubuh tya makin gemetar...


ya Tuhan aku tidak boleh mundur..


Denis dan joni sudah mulai mengatur strategi jika tya harus di selamatkan, dengan menyamar


"cintya why? you takut? " tatap Xander


"no, i'm fine memang apa yang kamu inginkan dari ku? " balas tanya tya


gadis pemberani sudah jelas, tangannya gemetar..


..


"i want making love for night with you beb... " bisik Xander


darah mulai mengalir deras.. pengorbanan apakah harus seperti ini untuk membela vanila sahabat ku...


HP vanila kembali berdering


"mas, aku ke toilet dulu ya " vanila buru -buru


.


istriku, apakah ada hal yang benar -benar tidak ingin kamu cerita kan pada ku


. rupanya itu telefon dari para body guard sewaan vanila


"halo, sudah ku bilang jangan hubungi aku jika tidak darurat " bentak vanila di HP


"maaf Bu, ini kami cuma mau bilang jika x dan tya sudah di kamar, sejauh mana batasan kami untuk membela my tim bu? " tanya body guard


.


vanila lupa jika mungkin saja yudha bisa mendengar kan pembicaraan nya, dah buru -buru menyalakan air kran


.


"tembak, saja jika tim ku dalam bahaya, sudah aku mau tidur " vanila menutup telfonnya


vanila bodoh, apa dia lupa suaminya itu jendral rumah ini pun design polisi..


betapa terkejutnya yudha jika istri cantiknya berani memberi perintah itu


Xander begitu berhasrat... terus memancing tya


bahkan tya yang seumur hidupnya belum pernah berciuman bibir harus terpaksa menerima ciuman Xander

__ADS_1


"tunggu, sebelum aku setuju kita bermalam bersama, aku ingin lihat kamu benar bawa berkas itu atau tidak " pinta tya


"cup.. ok beb " Xander mencium singkat bibir tya


sebuah koper hitam pun di buka, otomatis pin bunga yang di lengkapi kamera digital sudah mampu menfoto dan mengirim vidio itu ke HP vanila...


"sudah lihat, lalu buktikan ucapan mu " Xander mengendong tya


joni dan Denis pun, mulai memasukkan asap melalui selang ke kamar Xander menyewa agar rencana licik Xander itu gagal..


notif vidio dan foto masuk ke HP vanila, namun sebelum vanila membuka yudha sudah lebih dulu mengambil HP istrinya


"mas itu HP ku kok di ambil " vanila kaget


"sayang, apakah ada yang kamu sembunyikan? " tanya yudha


"tentu saja tidak, sini balikin " vanila berusaha merebutnya


"kamu jujur atau, aku beri tahu apa yang aku dengar barusan " mata yudha kembali tersorot aura polisi galak..


di kamar 445 suasana makin panas, x terus saja mencoba menyentuh area sensitif tya


Tuhan tolong aku, jangan biarkan mafia ini merebut harga diri ku, bathin tya


saat baju tya hampir di lucuti, asap mulai memenuhi kamar itu


"asap, uhuk.. uhuk.. " tya terbatuk


"tya, kamu pasti sudah mempermainkan aku " x marah


"x.. apa maksud mu? " tya gugup


"iya, asap ini pasti ulah tim gadis penakluk mu iyakan? " tanya x


gawat, Xander sudah tahu


.


"aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan " tya berusaha mengalihkan


"sudah lah, malam ini kamu milik ku " Xander makin bergairah


"tidak, tolong " teriak tya


joni dan Denis pun berhasil mengedor pintu itu


"joni Denis " tya kaget


"ha.. ha.. benar dugaan ku kalian juga disini, tapi aku tidak suka di pemain kan " x mengambil pistol menodong kan ke arah tya


ya ampun bagaimana ini?


"x, bukankah kamu mencintai ku tapi mengapa pakai pistol segala, lagi pula aku tidak tahu kenapa? mereka di sini " tya berusaha mencari jalan


"kamu pikir aku bodoh, baiklah jika di kamar ini kita tidak bisa bersama kita pindah ke kamar lain, tapi kalian jangan ikuti kami kalau tidak tya aku tembak "


x membawa tya keluar kamar dengan pistol di kepala tya...

__ADS_1


vanila aku mohon tolong aku...


ya Allah.. aku takut.. bathin tya


__ADS_2