
menikmati pemandangan indah pantai kuta bali, sungguh asyik ibu agustin tampak asyik dan Felix aktingnya luar biasa, dia bertingkah bak calon mertua galak pada leon
"permisi Aprilia, boleh aku bicara? " marko menghampiri ku
"ya tentu, ada apa marko? " tanya ku
"aprilia aku merasa kamu tidak mencintai leon, tapi kenapa setuju menikah dengan nya?, katakan apa yang kamu sembunyikan? " marko curiga
tenang vanila, marko lebih cerdas dari leon
"keponakan, terserah apa pendapat mu, yang jelas aku tulus cinta pada leon "
"tidak mungkin, aku merasa kita pernah bertemu tapi aku lupa dimana?, atau kamu cinta sama paman cuma ingin uangnya, " marko menatap ku
"marko , kamu masih terlalu kecil memahami bahasa cinta " nila tenang
"entah lah, aku ingat kan leon itu tidak akan pernah jatuh cinta, seperti nova yang dulu tergila-gila pada leon, gadis bodoh itu rela menyerahkan hidup nya untuk paman, tapi setelah paman bosan nova di buang itu lah Leonardo"
mendengar ucapan marko, aku seperti terbakar
nova sekejam itu leon pada mu
leon pun datang saat, kami sedang ngobrol
"ada apa ini serius sekali? " tanya leon duduk di dekat ku
"sayang, apakah kamu yakin aku mencintai mu? " tanya nila
"yes I do, aku yakin karena kamu begitu perhatian pada ku" leon tersenyum
"tapi marko bilang aku hanya akan menjadi cinta sesaat mu, yang ketika kamu bosan bisa kamu buang, marko juga meragukan cinta ku pada ku " nila mengadu
"marko cukup, jangan campuri urusan ku, aku mengundang mu karena kamu keponakan ku, jadi jangan ikut campur selain pekerjaan" leon marah
"paman aku tahu mata mu di butakan kecantikan aprilia, tapi aku tidak akan mudah di kelabui" marko pergi kesal
"sayang, benar kah marko tidak setuju kamu denganku, apa karena aku miskin ya " aku Pura-pura sedih
"sudah lah, jangan dengar kan omong kosong nya "leon memeluk ku
"sayang, kita foto di pantai ya, cuaca nya lagi bagus " ajak nila
"iya memang aku ingin mengajak mu"
kami pun ber foto terus kayak nya couple, aku ingin berita per tunangan ku dengan leon tersebar, agar Mike kakak leon bisa pulang ke Indonesia
selesai makan, jalan -jalan kami pun segera kembali pulang ke jakarta , dan leon menyewa jet pribadi
Denis pun langsung mengtag foto vanila dan leon di medsos otomatis, publik geger berita Leonardo pengusaha tampan akan segera menikah
sampai di bandara, vanila diam tidak terlalu banyak bicara pikirannya tak bisa berhenti, tentang nova yang di campakkan leon
__ADS_1
"sayang, kenapa murung? " tanya leon
"sayang apakah sekarang aku satu -satu nya wanita yang aku cintai? "
"tentu, l love you more sayang, aku sangat -sangat mencintai mu" leon meyakinkan
"lalu kenapa? aku dengar sampai hari ini, kamu menyimpan barang -barang milik nova "
aprilia dari mana dia tahu soal itu
"kenapa? diam, aku tahu dari marko dia bilang aku tidak lebih baik dari nova, aku sedih sekali " aku terpaksa berbohong
"ayo lah, kita ke rumah ku, kita buang semua barang milik nova "
sebelum pulang ke rumah, aku pergi ke rumah leon, di gudang bawah tanah yang sudah tertutup debu, aku ada di sini
"ini semua barang milik nova, aku ingin membuangnya tapi belum sempat, kalau kamu mau bakar saja "
"di bakar, apa? sedikit pun nova tidak berarti bagi mu " jawab leon aku penasaran
"aku rasa nova hanya jadi teman saat aku kesepian, dia gadis baik tidak pernah marah dan menolak apa pun perintah ku, tapi aku juga kesal nova selalu menasehati ku dengan dalil agama, halal dan haram, itu me ganggu ku" tegas leon
mulai dari tas, sepatu, foto nova, lapuk di gudang ini, leon sekejam itu kah hatimu? pada wanita yang sangat mencintai mu
aku cari alasan, untuk bisa membawa semua barang nova pulang ke rumah ku..
sampai di rumah air mata ini tidak bisa menetes
foto nova saat tersenyum, membuat aku sakit sekali..
"tidak bu, aku hanya sedang sedih saja " nila terus memandangi foto nova
"jika ada hal yang kamu mau cerita, ibu siap mendengar kan"
"aku hanya sedang rindu seseorang, ibu agustin aku ingin latihan Taekwondo, tolong bilang jangan ganggu aku pada semua yang ingin menemui ku"
vanila pun pergi ke tempat latihan, pakaian ciri khas Taekwondo, aku mengunakan alat latihan tinju dan terus memukulnya
kemarahan ku memuncak, kenapa? ada laki-laki sejahat leon di dunia ini
seperti biasa setelah jam kantor, yudha selalu datang untuk menemui vanila
namun agustin bilang vanila habis menangis setelah melihat barang -barang milik nova, dan tak ingin di ganggu latihan Taekwondo
tapi yudha khawatir ada sesuatu yang terjadi
tidak biasanya gadis nakal itu murung
"kenapa? bukan kamu yang mati, harus nya kamu yang mati, bukan dia " nila terus memukulnya.
"memang siapa yang kamu lihat mati" suara yudha membelah ruangan yang ada nila sendiri
__ADS_1
"pergi lah mas, aku sudah titip pesan pada ibu agustin, untuk jangan di ganggu " nila tampan kesal
"apa aku tidak boleh bertemu pacar ku " yudha malah berdiri di samping alat itu
"minggir lah, atau kamu kena pukul" nila terus memukulnya
vanila terlihat begitu marah
"aku bahkan sudah sering melatih, anak buah ku, tidak masalah hari ini aku jadi coach mu" yudha menangkis
"terserah, jika itu mau mu" vanila terus menyerang
bak sedang latihan, vanila terus memukul dan menendang..
vanila memang bukan gadis biasa, dia jago bela diri, Taekwondo dan tomboy
yudha melihat telapak tangan vanila mulai membiru, yudha pun menangkis pukulan, dan memeluk vanila
"sayang sudah henti kan, tangan mu lebam" peluk yudha
vanila pun menangis di dekapan yudha
yudha pun memberi alat kompres agar tidak bengkak
"katakan apa yang sedang kamu sembunyikan? aku rasa ini ada hubungan nya dengan nova, kata agustin sejak pulang dari rumah leon, kamu menatap terus foto nya " yudha curiga
apa yang harus aku jawab, aku tidak yakin yudha akan memahami, apa yang aku rasakan
apa lagi polisi selalu bertindak berdasarkan bukti
tapi yang leon lakukan itu kejam, sangat kejam
hingga aku harus menghukum nya sendiri
"mas aku lelah, ayo kita pulang " ajak vanila
"tapi kamu belum jawab pertanyaan ku, sayang ku aku khawatir " yudha mengusap rambut ku
"aku hanya kesal kenapa? harus ada pria sejahat leon, dan gadis sebaik nova yang di sakiti, leon bilang tidak pernah mencintai nova sedikit pun meski mereka sudah tinggal bersama ber tahun -tahun seperti suami istri" jawab ku
"benar itu saja tidak ada yang lain " tatap yudha
"kamu tidak percaya aku, ya sudah kamu mau antar aku pulang, atau aku pulang sendiri " nila pergi
"vanila tunggu " yudha mengajak
vanila aku yakin ada rahasia lain?
mungkin aku akan sabar me nunggu kamu mau jujur
mas yudha, dada ku sesak sekali, maafkan aku belum bisa hari ini jujur semua nya..
__ADS_1
next part...
dukung guys, like, comment, dong biar author rajin up ya..