Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
untuk jadi milik ku..


__ADS_3

yudha yang sedang emosi juga cemburu membawa vanila masuk ke sebuah hotel


"mas yudha untuk apa kita kesini? " vanila gugup


"cek in, kamu tidak lihat " yudha singkat


"tapi untuk apa? maksudku kamu polisi dan baru saja naik jabatan apa tidak malu jika orang lain tahu cek in di hotel "


"memang apa yang kamu pikirkan, aku hanya bilang cek in, apa otak mu sudah traveling " yudha tersenyum


sial.. ucapan mas yudha bikin aku malu


sampailah di sebuah kamar presiden suit, VVIP


"mas yudha aku ingin pulang " vanila hendak pergi


namun yudha segera merangkul pinggul vanila dan mendorongnya masuk


"mau kemana? apa kamu pikir kamu bisa lolos setelah masuk ke dalam hidup ku "


hembusan nafas vanila menyatu di wajah yudha


"mas kamu polisi itu tandanya kamu tidak akan berbuat macam -macam padaku kan "


"kamu takut, setelah aku bilang aku tidak menyentuh mu kemarin seenaknya kamu putuskan untuk lari dari hidupku, jadi aku putuskan untuk melakukannya "


what melakukannya? mas yudha aku gemetar


"mas yudha kamu jendral tidak pantas begini " aku gugup sekali


"memangnya jika jendral aku tidak boleh bernafsu , asal kamu tahu aku tersiksa menahannya, kali ini kamu buat ku marah, jadi lebih baik aku lanjutkan "


yudha pun langsung mengigit bibir mungil vanila


hingga wanita itu tidak bisa melawan


makin panas yudha seperti kesetanan tidak mau melepaskan ciumannya, malah jarinya mulai nakal membuka kancing baju vanila


vanila yang juga terbuai, seakan tidak kuasa menolak


"mas jangan " tatap vanila


yudha terus mengecup bibir dan turun ke leher, dan jarinya terus melucuti baju vanila hingga kancingnya copot


vanila pun melawan percuma hendak bangkit namun tubuh kekar yudha terus mendekapnya


buah dada kenyal itu pun, terlihat menggiurkan tanpa penutup


tak tinggal diam yudha pun langsung menggigitnya, dan mengecup seluruh bagiannya


ya ampun mas yudha, aku tidak berdaya


"mas sudah hentikan aku mohon, jika ini terjadi maka semua orang akan makin membenciku jika aku wanita liar sungguhan "


mendengar ucapan vanila yudha pun menghentikan aksinya dan mencium kening ya


"tentu saja aku juga tidak ingin mengambil mahkota mu yang belum jadi milik ku, aku hanya ingin memberimu peringatan jika aku sudah unboxing pertama berati kamu itu milik ku "


what unboxing pertama, mas yudha memangnya aku barang apa


"i love you " vanila mencium pipi yudha

__ADS_1


" i love you too honey "yudha kembali mencium bibir vanila


namun benar pria dewasa bersentuhan dengan wanita dewasa pasti ada yang berdiri kepanasan


di tambah lagi vanila sudah setengah telanjang dada


" mas yudha mau kemana? "


"kamar mandi, sebelum raja hutan ku ngamuk. mau keluar "


vanila pun tertawa mendengar ucapan mas yudha


tapi aku kagum kamu, pria yang sangat baik dan sopan


mungkin ucapan ku tadi ingin pergi, makanya mas yudha kalaf begini, vanila yang sadar ada tanda biru di ***********, merasa malu dan segera mencari baju, namun kancingnya sudah copot, akibat di tarik paksa


dari belakang seorang pria kembali melingkar kan jarinya di pinggang vanila


"pakai jaket ku, aku minta maaf sudah tidak bisa mengendalikan hawa nafsu ku tadi "


"aku juga minta maaf, pasti kamu kesal. padaku kan "


"benar aku panas sekali saat kamu bilang ingin pergi dariku, cara ini aku lakukan agar kamu ingat aku yang sudah unboxing pertama sisanya setelah kita menikah, jadi jangan coba lari dari ku "


"mas yudha, aku malu " vanila memeluk yudha


"gadis penakluk kali ini kamu harus mengakui jika kamu sudah takluk pada polisi ini " goda yudha


pipi vanila merona merah karena malu


"tapi awas saja jika kamu menyakitiku " ancam vanila


"tidak akan, aku hanya ingin kamu jadi milik ku selamanya " bisik yudha


"polisi nakal " tepuk vanila


"gadis penakluk bodoh " yudha tersenyum


kami seakan terbuai hasrat ini, namun jam menunjukkan pukul 11 malam


"mas aku harus pulang, aku tidak ingin bunda khawatir soalnya bunda hanya tahu aku di cafe "


"aku rasa begitu, karena jika lebih malam lagi di sini, aku rasa raja mu akan mengamuk lagi "


"mas yudha genit " vanila tertawa


"ayo kita pulang " ajak yudha


mobil yudha pun membawa vanila menuju panti


"mas sebaiknya kamu tidak usah turun " ucapku


"kenapa? tidak sopan jika menggantar mu tanpa pamit pada bunda "


"aku malu, jika bunda tanya kita pulang larut alasan ya " vanila binggung


"apa? vanila bukanya biasanya kamu jago akting " yudha tersenyum


"benar tapi itu jika hal yang tidak aku lakukan tapi jika aku sudah melakukannya, pokonya jangan turun "


"baiklah beby, turun dan tidur yang nyenyak aku pastikan satu minggu lagi akan kesini datang membawa orang tua ku "

__ADS_1


"maksud mas yudha? "


"melamar mu, jangan khawatirkan yuna dia hanya sedang hamil, yang penting umi dan ayah setuju itu sudah cukup bagi kita menikah "


umi dan ayah mas yudha setuju?


vanila senyumnya merekah mendengar itu


"kamu tidak bohong kan "


"vanila jika di awal ibu ku tidak setuju aku tidak akan meneruskan rasa ku pada mu, tapi semuanya seakan sejalan saat kita makin di dekatkan oleh misi itu, benar umi bilang vanila tidak sesuai penampilannya, aku lebih tahu setelah kita sering bersama "


"jadi "


"kita akan segera menikah, satu atau 2 minggu ke depan, dan hotel tadi juga milik teman ku, makanya aku santai masuk ke dalam, karena aku bilang kita survey kamar untuk malam pertama "


"mas yudha polisi nakal " vanila kembali tersenyum


"vanila dengarkan aku baik -baik, kita akan menikah


jadi jangan pernah punya pikiran untuk mundur dari sisi ku, karena aku pasti mengejar mu "


"kalau begitu aku masuk dulu ya "


"tunggu bukan begitu pamitan pada calon suami mu "


lagi -lagi yudha menarik lembut bibir vanila


"sudah masuklah, aku makin ingin cepat menikah jika kita terus dekat begini "


"mas yudha hati -hati ya "


"iya sayang, calon nyonya yudha "


hari ini aku bahagia sekali mas yudha seakan


membuat ku melayang


aku pun ingin kamu jadi milik ku


semoga kali ini alam. semesta merestui


dan memihak pada ku


aku bahagia mas...


vanila aku bisa gila jika kita sampai berpisah, maafkan aku melakukan itu, dengan begitu kamu pasti yakin aku mencintaimu tidak lebih tepatnya


vania terikat pada ku


karena aku paham meski vanila di juluki gadis penakluk


tapi dia awam dalam urusan ranjang, aku rasa tanda biru di buah kenyal itu


akan membuatnya sulit tidur


atau sebaliknya aku yang sulit tidur...


masih mau


yudha unboxing vanila part 2

__ADS_1


vote dong , like dan Komet


biar aku semangat...


__ADS_2