
setelah 3 hari di sumba akhirnya kami pun kembali ke jakarta
"April bolehkah aku mampir ke rumah mu, aku hanya ingin tahu bagaimana orang tuamu? " tanya leon
"tentu pak. lurus dan belok kanan itu rumah saya "
untung yudha sudah mengatur semua nya, rumah dan orang tua gadungan ku
sampai lah kami di rumah sederhana dan di depan sudah ada ibu agustin yang hanya pakai daster dan pak Felix yang pakai sarung, aku hampir tidak bisa menahan tawa melihat para polisi ini sedang berakting
"jadi ini bos April, tampan sekali " ucap agustin
"ibu apa April tidak punya saudara " tanya leon lagi
"April anak tunggal " jawab Felix
"lalu kalau yudi kakak sepupu April yang jadi tour gaek itu anak dari siapa om? " leon penasaran
wajah binggung mereka terlihat jelas, namun mata vanila berkedip mengingatkan mayor yudha
"owh iya pak yudhi itu anak dari abang husin dari jogja, makanya April panggil mas " pintar nya agustin
setelah basa basi leon pun ingin pamit pulang dan vanila menggantar nya
"ternyata ayah ibu mu, itu asyik sekali April bolehkah aku mengenal mu lebih dekat " leon menatap
"tentu pak " nila tersenyum
"mungkin selama di sumba aku menggoda mu, tapi
aku sadar kamu itu berbeda, makanya aku putuskan untuk men coba lebih dekat lagi, dan besok aku ingin kamu yang datang ke rumah ku "
"boleh, tapi ayah bilang aku tidak boleh sendiri jika pergi ke rumah teman pria, boleh aku ajak desi dan lia? " tanya ku
desi dan lia, itu juga nama samaran donna dan tia
"tentu lakukan lah yang buat kamu nya man sampai jumpa besok di kantor, aku minta maaf sudah men coba nakal pada ku " leon membelai lembut rambut ku
April entah kenapa? aku penasaran sekali pada mu
"sampai jumpa besok pak" April melambai kan tangan
mobil leon pun segera pergi meninggalkan rumah ini, tapi vanila tidak sadar dari jauh yudha sedang memperhatikan
"wah.. senang sekali rambut nya di belai bos " yudha datang
"mas yudha bikin kaget, tentu saja aku senang leon itu mirip aktor Hollywood bukan mafia " nila tersenyum
"dasar wanita yang di lihat cuma tampang saja " yudha kesal pergi masuk ke rumah
"selamat siang pak? " sapa mereka
"bagus aku senang kalian pintar akting juga " puji yudha
"lalu apa malam ini aku harus tidur ini bersama orang tua baru ku " tanya nila
__ADS_1
"tentu saja, kamu harus tidur di sini biar leon tidak curiga" jawab agustin
"aku juga tidur di sini kan? " tanya Felix
"enak saja, kamu pria bukan muhrim kami " agustin kesal
"ibu agustin memang sebenarnya kalian sudah menikah maksud ku masing &masing kalian punya pasangan? " nila penasaran
"saya single mom " ucap agustin
"saya juga single dad" ucap Felix
mendengar itu vanila tertawa
"cocok berarti kalian jodoh " goda nila
"gadis nakal berhenti lah goda mereka, ingat leon sudah mulai akrab dengan mu, aku ingat kan jangan baper pada nya dia itu penjahat cuma berkedok dewa" tegas yudha
"siap pak!! aku tidak akan baper pada leon, tapi kalau pada mas yudha mungkin " nila tersenyum
mendengar itu agustin pun berusaha nahan tawa namun takut melihat wajah yudha yang selalu dingin
"mas yudha aku hanya bercanda, ayah ibu sepertinya aku lelah, aku masuk kamar dulu ya " nila pergi
"tunggu, aku masih ingin bicara pada mu, aku tidak suka melihat mu senyum berlebihan pada leon ingat itu cuma akting " yudha bicara dengan tegas
"mas yudha polisi sopan yang lurus mirip paku baut,ini akting kalau aku bersikap jutek pada leon kapan misi ini akan selesai? " nila bete
"tetap saja senyum mu itu over apa lagi saat leon membelai rambut mu dan pegang tangan mu, seperti kekasih yang pamit an " yudha makin kesal
"apa kekasih? mas yudha anda sedang cemburu pada ku, ayo ng aku "
"tidak mana mungkin aku cemburu "
"benar kah kalau begitu harus nya anda mendukung apa pun yang penting misi kita berhasil "
"tetap saja kalian bukan muhrim "
"lalu anda juga suka sekali pegang tangan ku, seperti sekarang "
benar dari tadi yudha tidak sadar pegang tangan vanila
"pak saya permisi saja ya, kami tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi (agustin dan Felix pergi sambil tersenyum)"
"malam kemarin juga kamu memeluk ku dulu an " tambah yudha
"apa jadi benar? apa lagi yang aku lakukan pasti lebih dari itu ya " nila takut
"jadi kamu benar -benar tidak ingat " yudha makin dekat
"tidak, atau mungkin kita,nila memegang bibir nya
"yudha mengangguk
"tidak mungkin anda pasti bohong kan " nila tidak percaya
__ADS_1
"benar bahkan kamu yang memulainya " bisik yudha
"rugi dong.. harus nya first kiss itu untuk pria yang aku cintai dan sang at mencintai ku, jadi anda pria yang lurus seperti jalan tol"
yudha makin gemes dengan tingkah nila dan mengusap dahinya lembut
"mas yudha bisakah itu jadi rahasia kita saja ya.. pliss" pinta nila
"kenapa? "
"aku sudah janji pada diriku sendiri untuk, hanya di sentuh oleh suami ku, karena orang selalu bilang mungkin ibu ku wanita nakal makanya aku di buang, aku ingin bukti kan aku tidak seperti itu"
"tentu kamu tidak seperti itu "
vanila kasih an sekali pasti hidup mu sulit
"aku pun akan jaga rahasia, aku yakin jika umi tahu aku pasti di nikah kan padamu" nila tersenyum
gadis nakal saat serius selalu menggoda
namun saat asyik bicara leon menelfon
dalam panggil an video call, yudha pun bersembunyi
"halo April, aku baru tiba di kamar ku tapi aku sudah ingat dirimu " sapa leon
"syukur lah, istirahat lah mungkin anda lelah "
"April wajah mu selalu hadir di mata ku "
"benar kah? tapi aku harap anda jangan gombal jika ada yang dengar pasti ada yang marah "
"katakan siapa yang marah " leon penasaran
mata vanila sengaja melirik yudha yang ngumpet di bawah sofa
"ayah ku, pasti kesal jika anak nya di goda "
"I'm sorry, kalau begitu aku istirahat ya, sampai jumpa besok baby " leon menutup telfon nya
"pak yudha mulai hari ini anda harus terus bersabar jika aku dan leon makin akrab " ucap nila
"tentu aku ini professional"
"benar kah tapi aku melihat, ada yang marah ya " nila melirik lagi yudha
"tidur lah, besok kamu harus bekerja lebih keras, aku juga ingin pulang " yudha hendak pergi
"salam untuk umi ya, bilang jika putra nya yang kaku sedang cemburu pada ku, kabur.. " nila langsung ngacirr..
vanila kamu tidak henti membuat aku tertawa dan merasa senang ,ada yang marah..
itu aku.. vanila Aprilia..
aku ingin selalu menjaga mu..
__ADS_1
vanila hati ini yang sepi kembali berwarna karena mu..
gadis penakluk ku..