
seperti biasa malam ini katanya hari ulang tahun ku, setiap tanggal 24 bulan April aku selalu datang ke halte busway tempat aku di temukan
celana jeans dan topi aku duduk menunggu ada orang yang datang, aku tidak takut pada siapapun di tengah malam sendiri, aku hanya berharap ibu ku datang mencari ku
vanila pun menutup matanya sambil berdoa
ya Allah.. ya Tuhan ku
aku mohon kali berikan aku petunjuk siapa ibu ku? kenapa? aku di buang? aku hanya ingin tahu identitas ku...
entah kenapa? yudha pun merasa gelisah baru setengah perjalanan dia mengecek HP nya dan kaget melihat GPS HP vanila ada di tengah kota di tengah malam
mobil yudha pun segera melacak lokasi vanila berada dan menuju sebuah halte busway
dan benar gadis itu duduk sendiri di halte
tapi yudha pun tidak cepat turun, mungkin vanila merasa sangat sedih karena hari ini ulang tahunnya..
saat vanila sedang berdiam diri
sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan halte busway
ada satu orang laki -laki keluar dan berdiri di depan vanila
"mbak sedang anda duduk di tengah malam? " tanya pria itu
vanila pun kaget dan membuka matanya
"anda lagi? sebenarnya siapa anda? kenapa? setiap malam 24 april aku selalu melihat anda, apakah anda kenal aku? " tanya vanila terus menerus
"nona pertanyaan mu banyak sekali, bukankah kamu baru saja di tembak tapi sudah berani kelayapan sendiri " pria itu tersenyum
"pak aku mohon jika anda tahu sesuatu tentang aku aku mohon katakanlah, oh iya nama mu vanila aprilia " vanila menjulurkan tangannya
"gadis penakluk kamu sudah terkenal seantero jagat, aku tahu itu aku kesini hanya bilang jika ibu mu sangat bangga pada mu " tegas nya
deg.. deg.. ibu mu, bukan ibu ku bangga
apakah aku masih punya ibu
"pak anda tahu siapa ibu ku? " vanila penasaran
"tidak tapi aku kesini hanya bertugas menghantarkan hadiah 🎁✨"
sebuah kotak berwarna biru itu tampak rapih dengan pita kuning
"aku tidak butuh ini, aku hanya butuh identitas aku mohon jawab aku " paksa vanila
"maaf nona, aku harus pergi tugas ku hanya mengantar kotak hadiah mu, aku permisi " pria itu pergi
__ADS_1
"hei tunggu, tunggu jawab aku dulu" vanila lari kejar pria itu
namun yudha dengan sigap memfoto plat nomor mobil nya dan langsung menghampiri vanila
"sudah berhenti jangan kejar mobil itu " yudha memeluk nila
"mas yudha, aku hanya ingin tahu siapa ibu ku " tangis vanila
yudha pun berusaha menangkan vanila dan mengajaknya ke tepi pantai..
"jadi setiap tanggal 24 kamu selalu datang kesini dan duduk di halte sendirian, vanila kamu tidak takut " ucap yudha
"takut apa? aku sudah banyak kehilangan sejak lahir, Satu-satunya mimpiku hanya ingin tahu siapa ibu ku, apa itu salah " vanila sedih
"vanila sayang ku, ingat sekarang aku selalu ada untukmu jadi aku mohon jangan selalu merasa sendiri, aku ingin jadi bagian dalam hidup mu " tatap yudha
"benarkah? kamu juga hebat bisa muncul di tengah malam di hadapan ku, oh iya aku lupa kamu polisi pasti tidak sulit melacak ku " ucap nila
"aku begitu gelisah dan ingin menelfon mu, tapi saat aku cek gps aku malah menemukan posisi mu malam di tengah kota makanya aku sangat khawatir dan mencari mu, vanila siapa pria itu? yang tadi beri kamu kado " tanya yudha
"aku tidak tahu yang jelas aku sudah 4 kali melihatnya di tiap tgl 24 april, tapi hari ini pria itu bikin aku kaget katanya namaku terkenal sebagai gadis penakluk itu bikin ibu ku bangga, dan dia tidak mau bicara lagi hanya memberi hadiah lalu pergi "
kotak hadiah? apa ini sebuah petunjuk
"sayang ayo buka hadiah nya siapa tahu? ini petunjuk dari ibu kandung mu " yudha meyakinkan
vanila pun membuka kotak hadiah itu
sebuah baju pengantin adat koto gadang, yang biasanya di gunakan pengantin asal padang lengkap dengan aksesoris dan satu lagi sebuah kalung emas murni berinisial v..
"mas yudha apa ini? baju pengantin apa maksudnya dan dari siapa? tidak ada apapun kenapa sulit sekali mencari info " vanila kesal
"tenanglah, coba aku lihat "
tidak ada surat ataupun keterangan tapi yudha cukup cerdik melihat perhiasan itu buatan toko kelas elit, pasti yang mengirim ini juga bukan orang sembarangan karena harganya sangat mahal
"kenapa? sepertinya ibuku tidak ingin mengakui aku sulit sekali melacak nya " vanila kembali menangis
"tidak sayang kali ini aku ada untuk mu, dengan petunjuk perhiasan ini kita akan usut tokonya karena aku yakin kalung ini di buat secara eksklusif hanya orang berada saja yang bisa " tegas yudha
benar juga mas yudha kan polisi pasti sedikit petunjuk akan mampu menggali info
semoga ibu ku bisa di temukan..
"benar juga pacar ku kan polisi, awas saja kalau tidak berguna " celoteh vanila
"gadis nakal selalu saja " yudha tersenyum
vanila pun berdiri di tepi pantai dan berteriak
__ADS_1
selamat ulang tahun vanila...
semoga selalu bahagia selamanya
dan yudha pun ikut teriak di samping vanila
"tidak begitu sayang , tapi semoga kita selalu bersama dan bahagia selamanya, " teriak yudha
suasana pantai sepi, deburan ombak seakan mengubah hati vanila tadi sedih tapi cukup bahagia ada yudha di sampingnya
"sebenarnya tadi aku cemburu dan kesal pada faris tadi sudah memberimu sebuket bunga, dan aku pun tidak mau kalah saing "
mas yudha mau ngapain, yudha pun berlutut di hadapan vanila memberikan sebuah kotak cincin
"vanila aprilia, hari ini kita tidak sedang berakting tapi kesungguhan ku pada mu, atas cinta ini, tadinya minggu depan aku ingin beri kejutan untuk melamar mu tapi faris cukup membuat ku takut kehilangan dirimu, sebelum aku bawa orang tuaku malam ini di saksikan ombak dan buih aku memintamu, untuk jadi istriku, " ucap yudha memohon
ya Allah mas yudha
benarkah ini nyata? bukan mimpi
aku di lamar
"ayo jawab kenapa hanya diam? "
airmata pun kembali menetes di pipi vanila
bahagia campur haru
"vanila aprilia sekali lagi aku tanya I will merry me "
"yes i do, will merry you " vanila mengangguk
yudha pun langsung menyematkan cincin di jari manis vanila
dan mereka pun berpelukan haru juga bahagia
mas yudha aku senang sekali malam ini
kamu benar ingin bersama ku
sayang ku vanila mulai hari ini aku akan selalu ada untuk mu.. aku janji
"dan sekarang aku minta bonus ku "
gerakan bibir yudha sangat cepat menyambar bibir mungil vanila yang di lumatnya
dan vanila pun terus membalas ciuman yudha dengan mesra
malam ini ombak dan buih akan jadi saksi
__ADS_1
cinta kita menyatu...