Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
pernikahan Abraham dan vio


__ADS_3

sesampainya di Turki vanila bak tuan putri, di rumah megah dan besar itu ada banyak pelayan yang siap melayani


"vanila , ayah harap kamu nyaman tinggal di sini, karena kamu putri tunggal ayah, semua ini milik mu juga nak," ucap Abraham..


"iya, aku senang sekali akhirnya aku bisa tinggal bersama orang tua ku " vanila memeluk Abraham


saat sedih dan haru itu, ada pelayan yang datang untuk memberi tahu rencana pernikahan vio dan Abraham


"maaf sir, tuan maher khana dari wo sudah menunggu di ruang tamu " ucap pelayan


"iya, aku akan segera kesana, vanila ikut ayah " ajak Abraham..


maheer khana adalah wo yang akan mengurus pernikahan Abraham dan violetta


"uncle.. akhirnya kita bertemu lagi" maher memeluk Abraham


"wah.. handsome kamu tumbuh jadi anak tampan dan gagah "


vanila merasa bingung meski di Turki tapi ada beberapa pelayan yang bisa bahasa Indonesia, dan maher berwajah bule juga fasih bahasa Indonesia


"uncle, its so beutiful " maher menatap vanila


"my son, vanila aprilia Khan " Abraham melirik vanila


"namanya lucu dan unik sangat cocok dengan paras yang begitu cantik " puji maher


"my son, she is merried maher" sambung vio yang datang dari belakang


"oh.. aunty, aku pun senang berkenalan dengan mu, kata -kata aunty itu mematahkan khayalan ku, mrs vanila boleh kah kita kenalan? " maher menjulurkan tangan nya


"vanila " sambut vanila


"sayang maher ini bukan cuma wo tapi sekaligus keponakan ayah, maher akan bantu kita untuk melaksanakan acara pernikahan kamu juga ingin membantu persiapan nya iya kan " lirik Abraham


"tentu, dengan senang hati, aku pasti ikut membantu "


iya, mungkin dengan sibuk acara pernikahan aku bisa sedikit lupa kesedihan ku..


maher dan vanila pun duduk berdua di ruang tamu, sambil maher memberi beberapa gambar contoh pelaminan yang bagus


"vanila konsep apa yang ingin kamu wujudkan dalam pesta ini? " tanya maher


"konsep.. mungkin sederhana tapi sakral juga elegant, maher apa kamu keturunan Indonesia, kok lancar banget, padahal tadi aku pikir kamu itu bule? " tanya balik vanila


"iya my mom.. padang asli Indonesia , dan my dad, Turki Eropa " jawabnya


"owh.. pantesan " vanila tersenyum

__ADS_1


"pantes kalau aku ini sangat tampan, iya kan " maher pede


"apa? pantesan kamu berwajah bule" vanila tersenyum


"wah.. vanila please jangan tersenyum begitu " pinta maher


"apa? ada yang salah? " vanila bingung


"tidak, jika tersenyum begitu kamu terlihat sangat cantik " mata maher makin menggoda


vanila pun mengeleng.. pria ini benar -benar pandai berkata manis


melihat vanila terdiam dan cemberut, maher pun sadar jika vanila merasa tidak nyaman


"i'm sorry mrs vanila, aku tahu kamu merasa nyaman, uncle bilang sejak kemarin kamu sampai di Turki wajahmu terlihat sedih, sebagai teman aku hanya bermaksud menghibur mu, tidak lebih " maher meyakinkan


.


"thank you.. mungkin aku saja yang terlalu sensitif "


begitulah vanila yang mulai berusaha menyesuaikan keadaan di Turki..


di Indonesia..


sang Jendral pun tak kalah hancur, yudha selain bicara soal pekerjaan tak ada lagi yang di ucapkan hanya diam..


"permisi, boleh kah, aku bertemu Jendral.. prayudha? " tanya Olivia


Olivia sengaja datang untuk memberi kabar rencana pernikahan Abraham dan vio..


"untuk apa kamu datang ke sini? " tanya yudha


"mas, aku hanya ingin ngobrol sebentar pada mu " jawab olive gugup melihat wajah yudha garang


"Olivia jika kamu kesini hanya untuk hal sepele, pergilah aku sibuk " yudha sinis


"mas aku kesini, mau bilang jika pekan depan om Abraham dan ibu vio akan menikah, aku dan Berry akan segera berangkat kamu mau ikut? " jelas Olivia


ayah Abraham dan ibu vio menikah.. vanila sudah memblok nomor ku..


"aku ini polisi Olivia, tidak mudah bagiku untuk mendapatkan ijin keluar negeri dengan mudah " yudha tampak kacau


"aku tahu, sebenarnya aku tidak mau ikut campur urusan kalian berdua, tapi vanila mengirim email, untuk melihat mu, agar aku bisa beri tahu vanila jika suaminya baik -baik saja "


"ha.. ha.. aku ini suaminya kenapa? dia harus bertanya padamu, bukan padaku langsung " yudha tertawa sedih


"iya, itu juga yang aku katakan, dengar meski pun aku dari dulu dan sekarang tidak terlalu suka vanila, tapi sebentar lagi dia akan jadi saudara ku, karena aku akan menikah dengan berry, jadi harap kalian bisa bertahan, karena menikah itu bukan permainan, dan ini alamat om Abraham di Turki, mungkin suatu waktu kamu butuh ini Jendral, aku pamit " Olivia pergi sambil menuliskan alamat di secarik kertas

__ADS_1


alamat.. om Abraham.. yudha membaca nya dengan dingin..


rupanya berry yang menyuruh Olivia untuk datang ke kantor yudha, agar berry yakin Olivia sudah move on dan serius menikah dengan nya


.


"kamu puas dokter, jika aku bisa melakukan hal itu pada yudha " Olivia masuk mobil


"dokter cantik jangan marah, aku hanya minta tolong, semalam vanila mengirimi aku email.. dan lagi pula aku tidak ingin rumah tangga adik ku berantakan, dan yang paling penting calon istriku dokter Olivia sudah move on " berry tersenyum


"iya tahu, sulit bagi mu percaya aku sudah lupa cintaku pada yudha, sebab dulu aku bucin banget bahkan benci setengah mati pada vanila, dan sekarang aku harap kamu benar -benar mencintai ku dan aku pun akan berusaha terus agar mencintai secara utuh " Olivia pegang tangan berry


"iya sayang, aku percaya kita akan punya masa depan indah " berry mengecup kening Olivia..


keluarga besar Abraham tampak senang mendengar rencana pernikahan itu..


sebab Abraham itu anak tunggal.. otomatis ini yang di tunggu bertahun -tahun..


vanila bibir nya tersenyum namun hatinya menangis..


ayah dan ibu ku akan menikah inilah kebahagiaan yang aku cari dan ku tunggu


tapi hati ini merasa kosong, saat nasib pernikahan dan yudha di ujung tanduk.. vanila pun menangis..


yudha pun menutup matanya di ruang kerjanya.. hari -hari sangat sepi tanpa vanila..


tapi bagaimana caranya? aku bisa ke Turki


saat ke hampaan melanda, WA dari yuka pun masuk.


chat yuka


mas, pulang kantor mampir ke rumah umi penting..


membaca pesan itu hati Yuda kembali sedih, umi nya kini benci vanila tapi aku sangat mencintai istriku lebih dari apapun...


chat yuka lagi..


mas, umi demam please datang ya..


yudha kembali menutup matanya, ya Allah inilah cobaan terberat bagiku.. aku sulit bernafas..


chat yudha


ya..


harus kah rumah tangga ini usai?

__ADS_1


tapi demi Tuhan aku tidak mau..


polisi itu pun menangis.. sesuatu yang jarang terjadi, seorang Jendral gagah menangis...


__ADS_2