
gagal mendapatkan ciuman dari vanila, malam ini terakhir di sumba, leon sengaja mengadakan party di hotel tempat menginap
"pak apa saya harus tunggu sampai pesta ini selesai? " tanya ku
"tentu, banyak kolega ku di sini, jadi kamu harus kenal mereka satu per satu "
asap rokok, minuman beralkohol dari segala merek
termahal ada sini
"April ayo coba lah ini enak " bujuk leon
"pak saya tidak suka alkohol" aku menolak pelan
rupanya leon tidak menyerah leon sengaja memesan makanan khas sumba dan tak lupa tuak
"klo yang putih bening sedikit bersoda ini apa? " nila binggung
"itu tuak minuman tradisional tidak bahaya, coba lah aku juga minum tidak mabuk "
baunya cukup menyengat, aku pernah dengar minum tuak,mabuk tidak ya?
"ayo coba lah sedikit, atau wine ini sangat enak " leon terus membujuk
jika aku terus menolak leon pasti akan curiga siapa aku sebenarnya? karena tidak menurut pada atasan
aku pun men coba tuak, itu rasanya cukup seperti minuman bersoda
"bagus, ayo coba lagi " leon tersenyum
yudha tidak bisa masuk, karena ini private party, tapi joni dan denis masuk dengan berpura-pura men jadi pelayan
vanila yang sudah hampir mabuk, mulai ikut berjoget Denis pun menghampiri
"nila, apa kamu mabuk " bisik Denis
"pelayan untuk apa kamu mendekati ku " nila tertawa
"hei, jangan dekati April dia wanita ku" leon menarik nila
sadar jika di biar kan, nila bisa terancam bersama leon buru-buru keluar lapor yudha
mendengar itu yudha kesal dan mencari cara untuk membawa nila keluar
joni masih di dalam mengawasi pergerakan leon
tangan leon mulai aktif memegang pinggang nila
joni pun kesal sengaja, menumpahkan minuman ke baju nila
"kurang ajar baju ku basah " nila kesal
"maaf nona, saya tidak sengaja ayo sini saya akan bantu bersih kan " joni menarik tangan nila
"tidak Usah biar aku saja " leon menepis tangan joni
bagus jika April mabuk aku bisa membawa nya kencan di kamar ku
atas perintah yudha Denis mematikan lampu di tempat party hingga men jadi gelap
__ADS_1
di saat itu joni dengan sigap membawa nila keluar dari tempat itu dan yudha langsung membawa nila pergi
.
"hei aku masih ingin pesta, mau bawa kemana aku? " nila menolak
"ayo ikut aku " yudha terus menarik tangan nila
sementara itu leon mulai sibuk mencari nila yang sudah tidak ada mulai kesal, dan segera ingin keluar namun, leon itu buaya maka harus di takluk kan dengan pawangnya, joni sudah menyewa cewek karaoke untuk merayu leon
body sexy, kulit putih leon pasti langsung tertarik
"siapa dirimu? " tanya leon
"aku ke sini untuk menemani mu " ucap wanita langsung mencium pipi leon
selanjutnya sesuai ke biasa an laki-laki hidung belang
vanila mabuk berat dan masuk di lift untuk segera turun ke bawah, namun beberapa saat lampu lift juga mati
"gelap kenapa? gelap sekali aku takut " nila panik
"tenang lah ada aku " yudha berbisik
"tidak aku takut gelap " nila memeluk yudha
seketika aliran darah yudha pun ber desire, selama ini aku tidak pernah menyentuh wanita selain halida
"ayo kita keluar, tenang lah " yudha pun memegang tangan nila
"kamu ini siapa? pesta nya belum usai, aku masih ingin bersenang-senang "
namun nila jika sudah mabuk pasti lupa daratan, saat yudha hendak membantu nila duduk di kasur
nila sengaja menarik yudha hingga yudha Ter jatuh tepat di atas tubuh nila
"hei kamu tampan sekali, sama seperti faris tidak kamu lebih tampan " ucap nila
ya ampun jantung ku, kenapa? ini vanila henti kan sebelum raja hutan bangun
"apakah kamu mencintai ku? ku rasa tidak kamu pasti hanya tertarik pada wajah ku ya kan, karena semua pria itu sama "
"tidak semua, masih ada aku " yudha gugup
tanpa sadar bibir nila mulai mendekati bibir yudha
cup..
cup..
nila mengecup bibir yudha
"aku suka pada mu mas yudha, karena kamu sangat sopan tapi aku rasa kamu tidak akan suka pada ku "
yudha yang masih terpaku dengan kecupan bibir nila singkat, tambah lagi posisi mereka yang masih nya man seperti prangko
"siapa bilang aku juga suka pada ku " yudha pun membalas ciuman nila
benar suasana mendukung bibir nila yang lembut terus di nikmati yudha, namun beberapa saat yudha ingat
__ADS_1
.
astagfirullah al azzim, yudha bangun.
maaf kan aku kita bukan muhrim
aku sudah terbawa suasana, nila sedang mabuk makanya dia begitu, aku ini masih sadar tapi malah ikut menikmati
first kiss aku dan vanila, sudah terjadi aku yakin gadis nakal ini pasti tidak ingat
"ayo sudah malam tidur lah " yudha memberi selimut
"tapi berjanji lah kamu tidak akan pernah meninggalkan aku seperti mereka semua, orang tuaku yang sengaja membuang ku, nenekku yang meninggal dan faris yang harus pergi karena ibu nya " nila menangis
di balik keceriaan nya vanila juga menyimpan rasa sakit karena kehilangan
"aku akan di sini, jadi ayo tidur lah " yudha memegang tangan nila
"baik, good night polisi ku " nila tertidur
polisi ku.. aku jadi berbunga-bunga ya mendengar nila bicara begitu, walau pun dalam mabuk
good jobs leon yang berharap menyentuh vanila tapi malah yudha yang dapat ciuman pertama dari nilla
jebakan leon ternyata itu membuat ku bahagia malam ini (bathin yudha)
mata hari mulai bersinar leon bangun dan marah melihat wanita tidur bersamanya
.
sial aku gagal lagi mengajak nila kencan
aku makin penasaran siapa April?
mengapa sulit aku goda
di kamar lain vanilla pun mulai membuka matanya dengan kepala yang masih pusing
untung aku masih pakai baju, aku lupa lagi apa yang terjadi semalam
"selamat pagi gadis nakal, ayo minum teh dulu" ucap yudha
"mas yudha, apa kamu yang bawa aku kesini? " nila kaget
"tentu, bodoh kenapa? minum tuak itu juga beralkohol " yudha marah
"maaf aku hanya binggung, leon sepertinya curiga pad aku, jadi aku terdesak, tapi aku tidak melakukan apa pun kan, maksud ku bertingkah konyol, aku lupa "
senyum yudha mengembang
"tidak, kamu hanya membuat baju ku basah, dengan muntahan mu" yudha berbohong
"benarkah aku minta maaf, dulu saat aku mabuk, aku suka berbicara sesuatu yang aneh, tolong jangan di masuk kan ke hati"
"perbuatan mu itu Sudah bikin aku pusing tahu lain kali aku akan hukum dirimu " yudha sengaja senang melihat ekspresi wajah nila yang binggung
syukur lah aku tidak mencium pak yudha, entah kenapa? aku merasa semalam memeluk yudha
mungkin itu hanya halusinasi ku
__ADS_1
vanilla first kiss kita pasti akan terus menganggu ku , semalam saja aku sulit tidur terus melihat wajah cantik mu semalaman..