Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
sampai di sini..


__ADS_3

sudah 2 hari yudha di rawat pasca tertembak tapi vanila juga tidak datang, sedangkan umi tak banyak bicara, yuka pun memilih banyak cara untuk memberi jawaban..


karena bosan yudha pun, ingin berjalan keluar kamarnya, langkah nya terhenti saat melihat Olivia


"halo dokter berry, anda tidak datang ke rumah sakit karena ibu vio dan vanila akan ke Turki " tanya Olivia dari sambungan telfon


mendengar itu yudha kaget dan menghampiri Olivia


"Olivia apakah benar istriku akan segera ke Turki " bentak yudha


"mas yudha kamu di.. di.. sini " Olivia kaget


"jawab, Olivia itu telfon dari berry benarkah Olivia akan pergi ke Turki? " yudha makin kesal dan penasaran


gawat.. berry bisa marah jika yudha tahu vanila akan pergi, bathin Olivia


saking kesalnya tanpa basa -basi yudha pun merebut HP Olivia, yang diam mematung


berry yang sedang bicara di HP terus melanjutkan kalimatnya tanpa henti


.


"Olivia benar aku tidak berangkat ke rumah sakit sebab jam 2 siang ini ibu ku, vanila dan pak Abraham akan pergi ke Turki, aku harap kamu Handel dulu ya " ucap berry dari HP nya,..


hancur dan kagetnya yudha mendengar hal itu, langsung pergi dan berlari


yuka yang bingung tak menemukan kakaknya di kamar pun mencari yudha


"mas yudha, tunggu " teriak yuka..


"yuka mana kunci mobil cepat " bentak yudha


"kunci untuk apa mas? mas kan masih sakit " yuka bingung


"cepat berikan kunci mobilnya kataku " yudha marah


.


"memangnya ada hal penting apa sih? yang buat mas yudha begitu marah dan panik gini " yuka masih penasaran


"istriku akan ke Turki dan kamu pasti ikut menutupinya, jadi berikan kunci mobilnya cepat "


yuka melotot tak biasanya melihat yudha semarah ini


"ini.. ini.. mas aku ikut yah " yuka beri kunci mobilnya


.


"stop, kamu tidak boleh pergi " perintah yudha langsung menuju parkiran..


di bandara vanila sedang duduk bersama ibu vio dan ayah abraham serta berry dan ibu pamela ikut mengantarnya


..

__ADS_1


"ini untuk mu, agar kamu lebih rileks " berry membery minuman


"ice susu vanila, inikan minuman dari cafe ku, kok bisa ada di sini " vanila bingung..


"vanila kami yang membawanya kapten " ucap tim penakluk


rupanya semua teman vanila juga datang ke bandara


"vanila jangan pergi " peluk tya dan Donna


.


"kalian sudah ku bilang jangan datang kesini " vanila menangis


"kapten kamu tidak boleh pergi, kamu bilang jika misi membebaskan ayah abraham selesai aku sama joni boleh menikah, dan kamu sekarang pergi " Donna sedih menangis


"iya aku ingat, aku sudah beri tahu berry untuk mensupport semua kebutuhan pernikahan mu dan joni, aku tidak lupa "


"please jangan pergi " tya terus menangis


semua sahabat vanila tim gadis penakluk menangis sedih akan di tinggal vanila


.


"jangan menangis, kalian itu tidak lupa kan sejak kecil aku terlahir yatim piatu dan hari setelah 24 tahun aku hidup ayah dan ibu ku kembali, aku ingin berkumpul dan hidup bersama mereka, kalian paham kan " air mata vanila terus menetes


"tidak aku tidak percaya itu bukan alasan bagus kapten, kamu pergi ke Turki tinggalkan Indonesia dan kami di sini " joni tidak percaya


sebenarnya semua teman vanila tahu jika uminya yudha marah dan benci vanila, sebab mereka melihat sendiri vanila di bentak mertua nya..


"sudah lah, kalian adalah teman terbaik dalam hidupku Terima kasih sudah jadi temanku saat suka dan duka, ayo jangan menangis pesawat ku akan berangkat " vanila pun bangun dan memeluk kembali sahabat nya..


bak teletubbies mereka ber 5 pelukan menangis bersama..


"vanila apakah kamu tidak ingin melihat suami mu, ibu dengar yudha sudah pulih " ucap ibu vio


"ibu aku ingin cepat berangkat" vanila mengeleng sedih


.


yudha yang berlari pun langsung menghampiri mereka


.


"jadi begitu kamu ingin pergi tanpa ijin apalagi pamit pada suami mu " ucap yudha dengan nafas terengah -engah


"jendral anda disini " ucap Donna


.


semua pun menjauh, saat yudha mulai mendekati vanila, mata suami istri itu saling menatap penuh air mata..


"katakan apa salah ku, hingga istri yang sangat aku cintai tidak peduli dan dampingi suaminya pasca tertembak demi istri ku, melindunginya " tanya yudha dengan tatapan marah dan sedih

__ADS_1


vanila makin sedih, bibirnya seakan kaku dan ada kalimat yang mampu di ucapkan selain menangis


"jawab aku gadis penakluk, mau kemana kamu? tanpa pamit dan bicara padaku, semudah itu kah kamu tidak menghargai aku sebagai suami mu " bentak yudha lagi


luka perban yudha terlihat berdarah karena belum kering..


"mas luka mu berdarah, kenapa berlari itu tidak boleh kamu lakukan " vanila panik


.


yudha pun menghempas tangan vanila yang hendak memegang tangannya


"aku tanya apa alasannya kamu ingin pergi ke Turki tanpa pamit, jawab vanila " yudha makin marah


suasana makin tegang, berry hendak ikut bicara namun di berry kode ayah abraham untuk tetap diam..


"biarkan suami istri itu menyelesaikan masalahnya, vanila yudha masih ada waktu 20 menit sebelum pesawat berangkat, ayah harap selesaikan masalah kalian dengan baik " tegas abraham..


akhirnya vanila dan yudha duduk di salah satu kursi jauh dari mereka


"kenapa diam? waktu 20 menit akan terbuang percuma, vanila apakah kamu tidak mencintaiku dengan serius hingga ingin pergi diam -diam " yudha menangis


"aku sangat mencintaimu, kamu suami hebat yang sangat luar biasa aku sangat mencintai mu, tapi hari ini ayah ibu ku sudah bersatu ini mimpi ku memiliki keluarga aku ingin hidup bersama mereka " vanila terus sedih...


"alasan yang bagus, tapi tak bisakah kamu minta ijin pada ku, atau aku tidak lagi penting hingga keputusan kamu ambil sendiri " yudha kecewa


..


ya.. Allah mas yudha aku tidak mampu berkata apapun..


"mas kamu ini jendral polisi, negara ini butuh kamu, jendral tidak bisa pergi tanpa ijin negara nya, sedangkan aku vanila si gadis penakluk yang liar dan bebas, mungkin sekarang waktunya harus sampai di sini, jika kita tidak cocok "


ucapan vanila bak petir menyambar, yudha kesakitan..


yudha pun meraih dagu vanila dan menatapnya marah tak peduli ini di bandara banyak orang


"jangan permainkan perasaan ku, aku ini jendral jangan macam -macam padaku " yudha makin marah.


abraham memberi kode jika waktunya makin dekat untuk berangkat


vanila pun mencium bibir yudha dan memeluk nya sambil menangis


"aku harus pergi, aku ingin hidup bersama ayah dan ibu ku dan harus sampai disini, hubungan kita " peluk vanila


.


yudha makin bingung tak mengerti yudha masih merasakan cinta luar biasa untuknya tapi vanila dan mengatakan jelas alasan dia ingin ke Turki...


"jaga dirimu jendral, aku harus pergi " vanila melepas pelukan nya


"tidak, aku suami mu tidak beri ijin " yudha marah


ya Tuhan.. bagaimana ini?

__ADS_1


haruskah sampai di sini meski kami saling mencintai...


__ADS_2