
weekend pertama aku berstatus sebagai pacar leon, aku akan mengajak nya ke sebuah tempat
"April untuk apa kita ke sini " tanya leon
"kencan bukankah anda ingin kita berkencan , ayo kita naik itu " nila menunjuk sebuah motor
.
"apa kita naik motor? ini balapan bukan kencan "
"jika anda kalah dari ku, lupa kan saja niat mu untuk jadi pacar ku " nila langsung tancap gas
"ok, siapa takut? " leon mengejar
kami balapan motor si sebuah sirkuit di sentul, seperti pembalap professional
"yes, aku menang" leon sampai duluan
", anda hebat " nila membuka helm nya
aprilia terlihat makin cantik saat rambut ya terurai
"karena anda menang, aku traktir makan " ajak nila
"ha.. ha.. kamu mau Mentraktir aku, memang dari mana uang mu " leon tertawa
"tentu bukankah aku sudah gajian " nila pun tersenyum
sementara yudha berada di pelabuhan perbatasan Indonesia dan malaysia, yudha melihat ada 20 kapal yang membawa roti gandum dari Philipina, tapi yudha memilki trik agar leon tidak curiga, hanya 10 yang di periksa dan benar roti itu di dalam nya ada kokain dan heroin
"tangkap 10 kapal yang terakhir, dan biar kan yang 10 lagi lanjut" perintah yudha
"tapi pak, bukankah ke mungkin an besar semua isinya itu sama, kita tangkap saja semua nya " ucap prajurit
"itu perintah, lakukan saja kata ku " yudha tegas
"siap pak "
biar kan barang itu sampai ke kota tujuan, dan disana anak buah ku, sudah siap mengepung
vanila terus berusaha men jadi pacar yang baik untuk leon
"April tadi nya aku pikir kita akan kencan romantis, aku bisa menyewa kapal dan menghabiskan malam bersama, itu pasti seru " ucap leon
"apa itu saja kencan menurut anda, itu kah resiko nya jika anda ingin jadi pacar ku, harus ikuti yang ku suka " jelas ku
"tunggu jangan kamu ikat rambut mu, kamu terlihat sangat cantik dengan terurai " puji leon
tatapan mata leon, sungguh membuat jantung berdebar
"April bisakah jika kita bicara jangan terlalu formal, jangan panggil bapak terus, aku belum tua " pinta leon
__ADS_1
"lalu anda ingin panggil aku baby atau honey "
baby atau honey?
"ok, akan aku coba, ayo coba cake vanila ini enak " nila menyuapi leon
"benar di tambah lagi kamu yang menyuapi, jadi lebih enak "
"boleh aku tanya sesuatu, ada yang ingin sekali aku tahu dari mu, tentang nova? " nila penasaran
"apa? kamu jealous dengan nova " leon tersenyum
"katanya hubungan kalian spesial? apa benar selama itu tidak ada cinta sedikit pun di hati mu? "
"entah lah nova begitu bucin pada ku, tapi rasanya begi ku hanya sekedar kenikmatan karena kami suka sama suka, apa itu men ganggu mu" leon gelisah
"ya aku takut, pada ku kamu juga begitu hanya sekedar mengusir rasa kesepian "
"tidak baby, aku ingin berubah dan itu demi kamu " leon menatap ku dekat
pria ini sungguh keterlaluan setelah tinggal bersama tetap tidak ada cinta
"April aku sangat mencintai mu,jadi aku mohon jangan kecewa kan aku " pinta leon
"ya aku juga mencintai mu "
setelah seharian kencan luar biasa di sirkuit, leon pun kembali mengantar ku pulang
"sayang sebenarnya aku benci, kita harus berpisah seperti ini? kenapa kita tidak tinggal bersama " leon memeluk ku..
"lalu kenapa? kita tidak menikah, aku sekarang pun bisa melamar mu " tegas leon
melamar leon terlihat serius, ayo vanila berpikir
"tidak bisa beby aku harus membahagiakan orang tua ku dulu, kamu kan tahu keluargaku sederhana ibu ku saja masih harus bekerja sebagai buruh cuci dan ayah ku kuli di pasar" semoga leon percaya
"maaf sayang aku tidak tahu, kamu sangat susah, ini ambil kartu ATM ku isinya limited edition berapapun ambilah"
ATM no limit, aku bisa kaya
"tidak sayang ibu menyuruh ku tidak boleh dapat uang dengan percuma, lagi pula ini pasti hasil kerja keras mu kan, aku tidak bisa " nila pura-pura menolak
"tenang saja ini belum seberapa aku masih punya banyak , ini hanya salah satu hasil bisnis yang lain, ambil sayang nanti aku chat kode pin nya " leon memaksa
"baik lah terima kasih sayang " ucap nila
"ya tentu " leon pun mencium pipi nila
ya ampun pria ini agresif sekali, tenang vanila jangan marah leon itu pacar pura-pura mu
leon pun pergi dengan mobil nya
__ADS_1
mungkin dari ATM ini aku bisa tahu dari mana sumber dana yang masuk
"ibu Agustin coba lihat ini " nila menunjukkan ATM
"nila kamu makin pintar, sudah dapat ATM " Agustin senang
"tapi nona apa pak yudha setuju jika anda dapat ATM dari leon " Felix ragu
"dengar ayah dan ibu gadungan ku, dari ATM ini kita bisa tahu sumber dana yang masuk ke rekening leon itu dari siapa? jadi " jelas nila
"jadi makin gampang melacak semua nya " jelas Agustin
"benar vanila anda sangat pintar nona, apa lagi barusan pak yudha menelfon jika benar kapal yang di kirim dari filiphina itu isinya roti gandum di isi heroin" jelas yudha
apa jadi benar? yudha punya pabrik barang haram
vanila pun masuk ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju
yudha pun langsung menemui vanila, setelah melihat foto kencan bersama leon
"selamat malam pak!! " ucap Felix
"selamat malam, apa vanila sudah tidur? " tanya yudha
"belum dia baru saja pulang, saya panggil kan dulu " ucap agustin
selesai mandi vanila pun pergi menemui yudha di teras depan
"permisi apa ada yang mencari ku? " tanya nila
"bagaimana kencan mu, luar biasa kan? " yudha menatap
"tentu kencan ini luar biasa, anda tahu dari mana? aku kencan " nila binggung
"apa pun yang kamu lakukan bersama leon aku pasti tahu "
"selamat ya, akhirnya kapal itu berhasil di tangkap " nila senang
"ya itu berkat dirimu , vanila apa harus begini kamu mendekati leon di cium pipi mu, kamu diam " yudha kesal
sial yudha pasti punya banyak mata -mata untuk mengawasi aku dan leon
"mas aku dan leon itu pacaran, jika aku marah di cium leon, semua akan sia-sia" jelas nila
"nila aku tidak suka melihat mu begitu, meski aku tahu ini pura-pura aku tetap saja kesal " yudha makin mendekat
mas yudha? apa kamu itu serius suka sama aku..
"kamu pasti lelah, aku buat kan teh hangat ya " nila menghindar
"tidak aku hanya ingin berada dekat dengan mu saja " yudha memegang tangan ku
__ADS_1
jantung ini makin berdebar..
apa aku juga suka beneran ya sama mas yudha?..