
9 bulan usia kandungan vio.. gejala kontraksi melahirkan sudah mulai terasa.. hingga dokter pun merujuk vio di bawa ke rumah sakit..
rupanya Bima sudah beristri dan hpl istrinya sama dengan vio, hari ini di ruang bersalin berbeda vio dan istri Bima sedang melakukan persalinan
Bima lebih fokus pada istrinya.. karena kondisi istrinya tidak stabil, istrinya memiliki riwayat kekurangan darah, tapi tetap ingin melahirkan normal..
di jam yang hampir sama, ya 22 april bayi -bayi itu lahir.. bayi Bima berjenis kelamin laki-laki namun sungguh malang istri Bima pendarahan hebat tak bisa tertolong..
vio melahirkan bayi perempuan cantik berkulit putih dan mata coklat mirip Abraham..
namun ayah vio murka, semakin dia melihat bayi itu semakin sesak nafasnya dan seperti kerasukan ingin membunuh bayi itu
"pamela bunuh saja bayi sumber bencana itu " ucap ayah vio..
"om.. bayi ini tidak berdosa, dia tidak salah takdir ini takdir om " bela pamela memeluk bayi
"kalau kamu tidak ingin membunuhnya, biar aku suruh orang untuk membuang nya, pokonya aku tidak sudi " ucap ayah vio dengan dada sesak
saking paniknya pamela pun pergi membawa mobil.. dan menangis
kamu sangat cantik nak, bayi mungil kamu tidak bersalah, aku sendiri belum menikah tidak mungkin merawat mu.. pamela pun menelfon pak iwan yang kebetulan saat itu menjabat sebagai manager
di toko emas milik, calon suami pamela , Hans Wijaya yang juga ayahnya dr Olivia Wijaya
"mbak.. saya binggung kita apa kan bayi ini? " tanya pak iwan
"aku binggung pak iwan, mas Hans pasti juga tidak setuju karena mas Hans benci pada aham terdakwa narkoba dan anti ******* " pamela menangis
"mbak kita, buang ke halte busway kota, pasti banyak orang lewat " ide iwan
"tidak itu kejam, aku tidak Sanggup " pamela menolak
"simalakama mbak, semua terserah mbak "tegas iwan
bayi mungil ku.. aku minta maaf lemah dan bodoh. mungkin biadab.. aku tidak bisa menjaga mu
pamela dan pak iwan pun menaruh bayi itu di kardus, berisi uang, botol susu dan tak lupa menaruh sebuah liontin huruf v.. dan sepucuk surat bertulis
aku mohon jaga bayiku.. vanila aprilia..
mobil pun melaju pergi...
itu lah kronologis.. asal usul vanila aprilia.. banyak air mata yang terjadi di sini
vio pun sadar usai bersalin..
__ADS_1
" ibu dimana aku? "tanya vio..
" di rumah sakit, nak "jawab ibu vio
vio pun mengusap perutnya yang sudah rata, dan histeris
" ibu perut ku, sudah rata ayah tidak mengugur kan bayi ku kan "tanya vio menangis
" bayi mu sudah meninggal "ucap ayah vio
" tidak, ayah bohong aku tidak percaya, tidak ayah pasti mengugur kan ya, agar aku bisa kembali ramping dan terlihat seperti gadis "vio syok
kondisi kejiwaan vio makin parah, dia benar -benar Fiks, ganguan jiwa akibat terlalu sedih dan takut
vio kena mental
seminggu berselang, hari ini jadwal vio pulang pasca melahirkan namun, makin parah vio suka marah dan tertawa sendiri..
" vio, ayo pulang ini sudah waktunya kita pulang "ucap Ibu vio
" tidak aku tidak. mau.. aku mau liburan ke Singapura ah.. aku pasti terlambat "
bersama kejadian sedih yang bertubi-tubi, vio kehilangan separuh ingatannya.. dia bahkan lupa jika dia sudah melahirkan..
vio pun berlari seperti anak kecil dan terhenti mendengar suara tangisan bayi
"bayi ku " vio mengambil bayi Bima dan memeluk nya
semua kaget dan memeluk haru vio termasuk pamela rusak mampu berkata apapun
"vio itu putra ku " ucap Bima
"bohong ini bayi ku, kamu pasti bohong ah.. tidak aku tidak akan menyerah kan bayi ku pada siapapun " naluri seorang ibu tidak bisa di bohongi..
semua menangis.. Bima pun prihatin pada sikap vio yang sumringah melihat bayi, meski depresi tapi pada bayi itu layaknya ibu kandung vio telaten mengurusi nya
seminggu pun berlalu meski senang bayinya di rawat vio, namun Bima juga tidak rela jika anaknya di rawat orang lain
"vio kamu suka pada bayi ku? " tanya Bima
"iya, ini bayi ku pasti aku suka " vio terus memeluk bayi itu "
"Berry nugraha putra ku namanya berry, jika kamu ingin terus menjaga anak ku, maukah kamu menikah dengan ku? " Bima melamar
sontak air mata tak percaya dari orang tua vio.. Bima ikhlas menerima vio
__ADS_1
"aku belum lulus kuliah, dan ingin jadi dokter, ayah pasti marah jika aku menikah, Bima kamu becanda kan" vio malu -malu merasa seperti gadis lupa apapun
"ayah setuju, jika kamu menikah dengan Bima sebab itu lah.. mungkin jalan kebahagiaan mu " ayah vio haru..
permainan takdir sudah di garis kan.. vio menerima Bima sebagai suaminya karena tidak mau jika lepas dan jauh dari berry bayi tampan itu..
itu lah.. sepenggal kisah hidupku.. Abraham Khan narapidana 123..aku tahu cerita itu dari pamela diam -diam dia menulis surat 6 bulan sekali, demi menepati janjinya pada ku untuk,memberi kabar tentang cinta ku violencia ..
Abraham menangis di depan joni dan denis
"paman jadi itu kebenarannya, paman di fitnah dan di dzolimin" ucap joni menangis
"hidup ini, sudah banyak memberi harapan tapi juga menghancurkan, aku sudah tidak ingin apa -apa lagi " Abraham pilu
"paman jika vanila tahu dia pasti marah sebab ayah mertuanya dan uncle yudha terlibat " tambah denis
"tidak, aku mohon cukup kalian tahu, biarkan putri ku hidup bahagia dia sudah memiliki kehormatan hidup sebagai ibu jendral, jangan rusak dengan kenyataan ini " Abraham ragu
"justru kami kesini di urus Kapten kamu si gadis penakluk vanila aprilia, paman jangan khawatir kami ini tim handal akan main cantik" joni meyakinkan
"maaf joni dan denis waktu kalian habis " ucap Feliks
"iya, sebenar lagi untuk paman vanila ingin paman bisa sehat dan makan enak tak lupa ibadah " joni memberikan sebuah kotak makanan dan sebuah tasbih kecil
rupanya joni dan denis pintar, mereka merekam semua percakapan saat Abraham bercerita ini sebagai petunjuk untuk mengusut tuntas.. semua yang sudah terjadi keadilan harus di tegakkan
gadis penakluk bersiaplah.. kita akan kembali berpetualang.. joni dan denis menyeringai 😏😏
vanila tak kalah sibuk mondar mandir menunggu kabar dari joni bahkan matanya tak berkedip di depan HP
hingga waktu sudah malam.. vanila tidak sadar yudha sudah pulang
"sedang apa? berdiri gelisah di balkon " peluk yudha
"kamu sudah pulang? " vanila gugup
"rupanya kamu punya pikiran lain selain aku ya, coba aku ingin tahu kamu gelisah " naluri yudha sebagai polisi pasti peka
"tidak, mungkin aku cuma capek, aku buat kan teh ya " vanila hendak melepas pelukan
"tidak, aku ingin kamu " bisik yudha manja
"aku belum mandi "tolak vanila
" kalau begitu kita mandi bersama "yudha menggendong bridal vanila
__ADS_1
romantis pasutri itu memang sangat romantis.. tapi kita lihat apa yang terjadi jika vanila tahu yudha , termasuk anak dan keluarga dari orang yang menghancurkan hidup ayahnya...
masih seru... di like dong..