Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
aku hanya ingin menikah dengan nya


__ADS_3

setelah kejadian tertangkapnya leon dan komplotan mafia lain membuat bangga seluruh negeri atas keberanian vanila dan tim gadis penakluk nya, secara terhormat vanila dan timnya mendapatkan penghargaan khusus dari kementerian dan dapat bonus masing -masing sebuah mobil mewah..


tak kalah penting prayudha erlangga naik jabatan dari mayor jenderal menjadi jendral termuda


semua tepuk tangan saat vanila naik ke panggung untuk menerima penghargaan khusus


semua anggota keluarga yudha pun turut hadir dalam acara tersebut, yuna juga hadir adik perempuan yudha yang jauh dari Sidney..


"vanila kenalkan ini adik perempuan yang baru tiba dari Sidney "


"kenalkan nama ku vanila " aku pun mengulurkan tangan..


"bukankah kamu teman sekolah yuka waktu SMA dulu " yuna kaget


"benar mbak, vanila teman yuka dulu " sahut yuka dari belakang


entah kenapa? tatapan mata yuna terasa aneh, wajahnya terlihat masam apa dia tidak menyukaiku


setelah makan bersama di resto milik mas yudha, aku pun hendak pamit


"kalau begitu, karena sudah sore aku pamit pulang ya "


"sayang kamu hati -hati ya " ucap umi


"mas yudha, antar yuna pulang ya " ucap yuna


"tidak mas mau mengantar vanila pulang dulu " tolak yudha


"tapi mobil umi sama ayah tidak muat untuk kita sedangkan ada banyak keluarga kita disini "


benar hampir seluruh anggota keluarga besar yudha turut merayakan


"sudah mas aku pulang sendiri saja "


benar sepertinya yuna tidak menyukaiku..


vanila pun melaju dengan sepeda motornya


sebelum pulang ke panti, sebaiknya aku ke makam nenek, karena beliau satu-satunya keluarga ku


nenek pasti senang aku dapat penghargaan


vanila pun terus menuju makam neneknya


sementara yudha, setelah sampai di rumah hatinya tetap gelisah ingin bersama vanila


"mas yudha mau kemana lagi? " tanya Yuna


"bumil, kamu ini kenapa? sepertinya kamu aneh sekali " tatap yudha


yuna sedang mengandung anak keduanya, dan usianya sudah 8 bulan


"mas yudha tahu vanila itu dulu sangat nakal, gadis itu sangat tomboy" tambah yuna


"lalu kenapa? semua orang punya masa lalu kan "


"tapi mas yudha tidak menyukai gadis itu kan, soalnya sepanjang makan mas yudha terus menatap vanila "

__ADS_1


"adik mu tersayang filling mu benar, aku sangat menyayanginya bahkan lebih dari itu aku hanya ingin menikah dengannya "


"tapi aku setuju " yuna kesal


"ada alasan nya? hingga kamu mendadak tidak setuju " tatap yudha


"vanila itu gadis panti asuhan, memang hari ini semua orang sedang membanggakan vanila, tapi tetap saja dia tidak pantas buat mas yudha seorang jenderal polisi "


"yuna sejak kapan? kamu merendahkan orang seperti itu " mata yudha terus menatap


gawat aku tidak pernah lihat mas yudha serius begini


"pokonya aku tidak setuju kalau sampai mas yudha menikahi wanita liar itu " yuna langsung pergi


"ayluna jangan bicara itu pada vanila " bentak yudha


umi yang mendengar perdebatan itu pun langsung ke luar dari kamar


"sabar mas yuna sedang hamil" usap umi pada yudha


"tapi umi, yuna baru saja bertemu vanila tapi dia sudah menjudge buruk padanya "


"mas yudha, vanila hari ini begitu populer pasti apapun tentang vanila di kulik berita, dan mas yudha juga paham vanila dulu seperti apa? meski pun vanila tidak seburuk itu "


ucapan umi benar juga bagaimana pun vanila gadis penakluk, kelakuannya juga tidak di benarkan


"yudha serahkan semua pada umi soal yuna, tapi yudha cuma mau bilang kalau yudha hanya ingin menikah dengan nya " tegas yudha


sementara itu jam menunjukkan pukul 6 sore


vanila pun usai berziarah ke makam neneknya langsung pergi untuk pamit pulang


kenapa? mobil itu membuntuti aku


motor pun terus di laju cepat, namun cuaca tidak mendukung tiba -tiba hujan turun


saat vanila mulai tidak fokus menyetir, motor vanila di sengaja di tabrak dari belakang hingga vanila terlempar jauh dari motornya


"ah.. sakit " rintih vanila


luka bekas operasi yang belum semuanya kering harus berdarah lagi


tak cukup di situ, dua orang mirip preman keluar dari mobil itu memang menghampiri vanila


"bangun bukankah kamu terkenal sebagai gadis penakluk, ayo tunjukkan kehebatan mu " ucap preman


"baiklah, ayo lawan aku " teriak vanila


perkelahian itu pun terjadi, namun bahu vanila yang terluka membuat dia kelelahan darahnya pun terus mengalir..


"stop gadis itu tidak boleh mati itu pesan bos " ucap satunya


vanila yang pingsan pun di lempar ke sebuah hutan dekat makam..


waktu semakin larut jam menunjukkan pukul 10 malam, bunda pun panik menelfon yudha untuk mencari vanila


setelah yudha menelfon semua teman vanila dan mereka tidak tahu, yudha pun pergi dengan mencari GPS HP vanila

__ADS_1


untuk HP nya masih nyala, lokasinya hutan dekat makam..


untuk apa vanila kesana?


hujan terus menguyur membuat yudha cukup kesulitan mencari vanila


"vanila kamu di mana? " teriak yudha membelah hutan


vanila yang tadi pingsan, seperti ada yang membangunkan mendengar suara yudha


"aww, sakit sekali, mas yudha aku disini "


gps mengarah pada sebuah tepi jurang kecil, namun beruntung vanila masih tersangkut di pohon besar


"vanila kamu di sana " yudha pun turun mendekati


"iya " tangan melambai


kemampuan yudha sebagai Polisi yang sudah hafal cara menyelamatkan orang, membuat vanila pun akhirnya bisa di bawa ke atas


"vanila ayo sadar, bangun lah "


"mas sakit sekali " jawabnya


darah luka tembak vanila berdarah lagi


yudha pun dengan sigap membawa vanila pergi dari tempat itu


sepi sekali menuju rumah sakit itu terlalu jauh, ada kotak p3k di bagasi mobil yudha


yudha pun menepikan mobilnya melihat ada sebuah rumah


"maaf boleh kah saya menumpang, kami kehujanan " ucap yudha


"boleh nak kamu. berdua atau sendiri? " tanya si nenek


"berdua dengan istri saya tapi. dia baru saja kecelakaan kami butuh tempat untuk segera ganti perban nya "


mengingat ini di desa, aku. harus berbohong agar lebih mudah dapat tumpangan


"bawalah istri mu ke kamar, aku akan bawakan baju ganti untuk kalian "


rumah ini sangat sederhana, tapi cukup untuk kami meneduhkan diri


"ini baju untuk kalian, ganti pakaian istri mu " ucapnya


deg.. yudha binggung bagaimana bisa yudha mengganti baju vanila


"nenek apakah anda tidak bisa bantu istriku ganti baju? " pinta yudha


"nenek ini katarak tidak bisa lihat dengan jelas, jadi mana mungkin mampu ganti bajunya, bukankah kamu suaminya jadi ganti bajunya, kalau tidak istrimu bisa mati kedinginan "


benar apalagi vanila hipotermia alergi dingin


tapi aku hanya pura -pura suami istri


vanila terus menggigil dingin, apalagi lukanya pasti sakit sekali bekas operasi itu

__ADS_1


yudha pun dilema, vanila aku harus bagaimana?


tatap yudha pada vanila...


__ADS_2