
yudha seperti biasa duduk di sofa tamu sambil membaca beberapa berkas perkara, yang kadang suka bikin yudha pusing saking banyaknya kasus kejahatan
"mas ini teh hangat untuk mu " vanila duduk di samping yudha
"terima kasih sayang, senang sekali punya istri, aku bodoh kenapa? tidak dari dulu saja menikah ya " yudha tersenyum
"oh begitu.. berarti jika dari sejak dulu kamu menikah mungkin bukan dengan ku " vanila cemberut
"lho.. bukan begitu sayang, maksudnya aku bahagia memiliki istri cantik dan penyayang seperti diri mu " yudha membelai rambut vanila
"kamu tidak menyesal menikah dengan ku si gadis penakluk yang pernah tinggal di panti asuhan " vanila dengan ekspresi wajah beda
yudha pun menaruh berkas itu, dan menatap serius wajah istrinya
"sayang, ada apa? kamu tampak kesal pada ku, apa karena aku terlalu sibuk dengan kepolisian jadi lupa pada janjiku ingin mencari orang tua mu "
"tidak aku tidak marah.. cuma sedang merasa kamu terlalu sempurna, karier bagus jendral muda, keluarga terpandang, dan hidup mu juga begitu lurus berbanding jomblang dengan hidupku yang acak -acak kan, kamu tahu berkat jadi istrimu dulu orang yang meludah jika aku lewat tapi sekarang berlari hanya untuk agar bisa menyapa ku, dan itu berkat kamu " vanila tampak sedih
"takdir sayang, sudah takdir Illahi kita berjodoh, karena sudah di atur yang maha Kuasa agar kita saling melengkapi, kamu juga tahu kan dulu hidupku saking lurusnya seperti hitam putih tanpa warna, tapi sejak aku bertemu gadis penakluk yang mencuri hatiku, yang berani mengaku sebagai tunangan ku, aku jadi mulai tersenyum, kamu sungguh berani " kenang yudha
"benar juga ya, padahal waktu itu aku panik dan asal bicara tapi kita jadi sungguhan " vanila tersenyum
"ucapan itu doa sayang, dan aku aku pun akan terus berucap agar kita bersama selamanya " yudha mencium kening vanila
"mas boleh aku tanya sesuatu? " vanila tampak ragu
"apa sayang tanya saja? " yudha terus membelai rambut istrinya
__ADS_1
"sebagai polisi kamu harus menegakkan keadilan kan, bagaimana misalnya ada anggota keluarga kita melakukan kejahatan, seperti mencuri, pakai narkoba atau manipulasi keadaan agar orang lain terlihat salah, apa kamu tidak akan membela mereka? "
"wah.. pertanyaan mu seperti mata najwa, menusuk ke dalam, sebagai polisi yang sudah di ambil sumpah jabatannya untuk selalu menegakkan keadilan, aku akan mendukung kebenaran jika saudara, atau orang dekat ku, bersalah dan ada bukti nyata secara hukum, aku tanpa ragu akan menghukumnya sesuai aturan hukum, meski kadang itu pasti melukai hatiku sebagai manusia biasa "
"good.. pantas saja kamu jadi jendral.. tegas galak dan taat hukum " puji vanila
"pasti tapi sekarang di rumah, aku suami mu, takut juga jika kamu suka ngambek " yudha mencubit hidung vanila
dari omongan yudha bisa aku simpulkan, bukti aku memang harus punya bukti dulu, agar bisa menghukum mereka
"sebenarnya tadi aku kesal juga, aku melihat mobil berry, kamu diantar dia pulang tanpa ijin pada ku " mata yudha memicing kesal
"maaf, tadi mobil ku di pakai joni untuk beli bahan baku cafe karena cuaca mendung aku nebeng berry untuk pulang, takut kamu sibuk aku tidak mengabari kamu, soalnya Felix bilang di kantor sedang banyak kasus " semoga yudha percaya
"ok.. alasan mu cukup masuk logika, lagi pula jika dokter itu berfikir bisa lebih dari teman aku akan hajar dia tanpa ragu, lagi pula umur dia sudah matang kenapa berry belum menikah? " yudha kesal
"mana aku tahu? dulu sih, waktu aku masih bersama faris, berry juga selalu bilang ingin punya istri seperti aku, dia tidak suka pacaran sembarangan, mungkin dia sengaja menunggu aku putus dari faris, soalnya dia juga tengil terang -terangan mendoakan agar aku putus " cerita vanila
"ha.. ha.. polisi cemburuan, sudah lah jika kita bahas berry terus aku jadi ingat dia terus " ledek vanila
"sayang ku, istriku yang sangat aku sayangi berjanjilah akan selalu berdoa agar kita selalu bersama, karena sampai kapan pun, aku tidak ingin kehilangan diri mu, sebab aku sudah ada luka disini, dan itu sembuh karena cinta mu, aku tidak ingin kamu juga menyakiti hatiku " yudha memegang dada nya
mata yudha selalu memancar ketulusannya, cinta mas yudha sungguh bikin aku bahagia
"iya, aku akan selalu berdoa suami ku, agar apapun yang terjadi dalam pernikahan kita, semoga kita selalu bersama, sebab bukan cuma kamu aku pun ada luka disini, luka yang lebih dalam saat aku di buang di panti, sejak itu aku merasa tidak berharga, tidak ada gunanya jadi baik jika aku saja tidak di inginkan, tapi sejak aku bertemu dirimu polisi ku, aku sangat bahagia bisa di cintai polisi hebat seperti jendral prayudha erlangga " vanila haru
cuaca hujan di luar dingin .. tapi hatiku merasa hangat..
__ADS_1
"sayang aku punya detektif untuk mencari orang v tua asal mu, besok dia akan tiba dari Inggris " ucap yudha
"tidak perlu mas, aku rasa tidak perlu lagi " tolak
vanila
"kenapa? bukankah kamu sangat ingin tahu siapa orang tua asli mu, sekarang kamu tolak usulan ku " yudha terlihat penasaran
"bukan itu, aku hanya ingin mencoba menjalani hidup ini sesuai kenyataan, sejak aku terkenal sebagai gadis penakluk aku yakin semua orang sudah tahu asal usul ku, jika kedua orang tua ku masih hidup tentu pasti dia sudah mencari ku, tapi apa tidak ada yang datang itu tandanya aku sama sekali tidak di ingin kan, jadi aku putuskan untuk mengubur semuanya dan biarkan aku hidup sebagai istri mu saja istri polisi " vanila menangis
"sayang " yudha pun mendekap vanila ke dalam pelukannya
mas yudha aku minta maaf lagi -lagi aku bohong, aku ingin mencari keadilan dengan cara ku, sebab aku yakin semua jika di ungkap akan menyakiti dirimu polisi ku..
"vanila kamu serius tidak ingin tahu orang tua mu " yudha meyakinkan
"tidak, cukup kamu saja aku akan bahagia " alasan vanila
"tentu, aku akan selalu menyayangi mu, sampai maut yang memisahkan " yudha memeluk penuh cinta
vanila aku akan tetap mencari tahu keberadaan orang tua mu, meski secara diam-diam, aku ingin tahu siapa? orang yang telah membuang putrinya secara sadis..
"mas jika nanti di rumah tangga kita ada konflik besar, seperti cobaan kamu akan bertahan kan? " tanya vanila dalam dekapan yudha
"sayang semua rumah tangga akan ada konflik, sebisa mungkin aku akan berusaha untuk bertahan, asal kan kamu tidak pernah selingkuh sebab itu fatal.. aku akan bisa menghabisi semua nya jika istriku berkhianat " ancam yudha lagi
"tidak akan,mana mungkin aku menyiakan nyiakan suami seperti paket komplit" vanila terus memeluk erat yudha
__ADS_1
kita lihat saja akhir kisah ini.. bisakah polisi dan gadis penakluk ini bahagia selamanya?
seakan di depan pintu ada duri yang harus aku cabut meski dalam daging ku sendiri...