Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
berbeda pendapat


__ADS_3

di ruang makan suasana tampak sepi, semua sudah berkumpul untuk sarapan, ayah, umi, yuka dan juga yuna


"pagi semua, karena kalian sudah berkumpul aku ingin bicara pada keluarga, jika 1 minggu lagi aku ingin melamar vanila " ucap yudha sambil duduk


"mas umi tidak setuju " jawab umi


"apalagi, yuna sudah aku bilang aku tidak sudi punya kakak ipar liar " yuna ketus


mata yudha seakan menatap tajam, ke arah yuna membuat takut


"sudah jangan berdebat, boleh ayah tahu kenapa umi tidak setuju? " ayah menatap umi


"maksud umi bukanya tidak setuju mas yudha melamar vanila, tapi umi tidak mau kecewa 2 kali, umi trauma pertunangan halida dan yudha yang batal, jadi saran umi lebih baik langsung menikah saja, umi akan urus WO nya " umi tersenyum


"benar aku setuju " sahut yuka


"dan kamu yuna ada alasan? " tambah ayah


"ayah umi, vanila itu tidak pantas untuk jadi menantu keluarga kita, vanila itu liar "


"ayuna putri, dari kemarin mas sudah sabar mendengar hinaan mu pada vanila, jangan sampai aku habis kesabaran " yudha menaikkan wajahnya


"vanila itu wanita penggoda, dia suka sekali menjerat laki -laki, buka mata mas yudha olive lebih pantas "


"kak olive, belum kenal vanila dia tidak seperti itu " bela yuka


"kamu anak kecil tahu apa " yuna marah


"aku teman sekolah nya saat sma, vanila memang tomboy, dia suka sekali berkelahi tapi yang perlu kak yuna tahu, dia justru tidak mudah jatuh cinta " tegas yuka


"kamu dengar itu, aku sudah bilang ingin menikah dengan vanila, dan itu mutlak, ayuna meski kamu adik ku, jika aku dengar kamu sakiti vanila maka aku akan menghukum mu, camkan itu " yudha pergi dengan kesal


"mbak yuna apa alasannya tidak setuju dengan vanila, umi ingin tahu " ucap umi.


"banyak umi, vanila dia yatim piatu, dia nakal juga liar, apalagi dia terkenal sebagai gadis penakluk yang suka tidur dengan laki-laki tua, apa ayah tidak malu punya menantu vanila" tatap yuna


"ayuna justru vanila di juluki gadis penakluk karena dia pintar, dia hanya menjebak para koruptor tapi tidak tidur dengan nya, justru sebaliknya ayah bangga vanila satu-satunya gadis biasa yang berani membantu polisi menangkap gembong narkoba, bahkan pak menteri saja pemberi penghargaan khusus " jelas ayah


"kenapa? gadis itu membuat keluarga kita jadi beda pendapat, vanila menyebalkan sekali gadis itu, pokonya ayah, umi sampai kapan pun, yuna tidak sudi vanila jadi istri mas yudha" yuna pun pergi ke taman belakang menangis


sial, gadis itu benar -benar mengambil perhatian semua orang, mas yudha yang biasanya lembut jadi galak pada ku


"kak yuna apa kebencian mu pada vanila itu karena Pieter? " yuka menghampiri


"untuk apa kesini, pergilah jika kamu ingin membelanya lagi " usir yuna


"setelah lulus SMA aku memutuskan menikah dan ikut suami mu ke Jogja, aku tidak tahu vanila dan Pieter pernah dekat, apa mungkin suami mu itu bohong "

__ADS_1


"apa maksud mu? " tatap yuna


"vanila itu bukan tipe gadis yang gampang jatuh cinta pada pria, satu-satunya pria yang dekat dengannya itu faris setyawan dan mereka sudah pacaran hampir 10 tahun, jadi lebih baik salah paham kakak di cari kebenarannya, feeling aku vanila tidak mungkin selingkuh apalagi faris itu bukan cuma tampan tapi kaya raya, pewaris properti group no 1 di jakarta "


ucapan yuka ada benarnya tapi aku gengsi mengakuinya


jika bukan vanila selingkuhan Pieter lalu siapa?


atau mereka pintar sembunyi


"yuka pergi lah, aku sedang tidak ingin meneruskan pembicaraan ini"


"baik, tapi dengar ini mas yudha sudah terlalu lama sendiri bahkan umurnya sudah 33 tahun, pria sudah ke lewat matang di tambah mas yudha sudah pernah terluka akibat kehilangan halida, kakak tega lihat mas yudha seperti itu terus kesepian dan sendirian, bahkan sekarang aku bahagia wajah mas yudha begitu sumringah saat dia bilang mencintai vanila, aku bahagia sekali akhirnya polisi kaku itu menemukan cintanya " yuka pun pergi meninggalkan yuna sendiri


omongan yuka ada benarnya, tapi Pieter bilang selingkuhannya itu vanila primadona di kampus dulu


aku akan selidiki Pieter yang bohong atau vanila benar -benar wanita penggoda


di sebuah cafe vanila tampak sibuk melayani para pengunjung, cafe vanila selalu ramai saat jam makan siang


begitu pun hari ini menunggu jam 2 siang baru lah vanila dan yang lainnya bisa makan juga


"vanila akhirnya kita punya pekerjaan yang menjanjikan seperti ini " Donna senang


"iya investasi bisnis kita sangat menguntungkan " sambut joni


"benar vanila itu owner cafe kita cuma pegawai " ucap Tia


"iya bu bos, kami itu bawahan mu " mereka tertawa


sudah sekian lama kami berlima tidak tertawa seperti ini


"wah, asyik sekali boleh ikutan " yudha duduk di samping vanila


"pak jendral, anda ada disini? " mereka kaget


"apa pak jendral ingin makan siang, biar kami sediakan " ucap Donna lagi


"tidak aku hanya mampir dan ingin melihat calon istriku yang cantik yang sukses jadi owner " yudha tersenyum


semua pun bersorak, wajah vanila memerah menahan malu, di tambah insiden di hotel membuat vanila tambah gugup Bertemu yudha


"ini semua juga karena mu pak polisi, berita kami jadi tim gadis penakluk sudah menyebar otomatis mana ada perusahaan yang mau menerima kami, jadi kami harus buat usaha sendiri "


"bagus dong, boleh aku coba menu andalan di cafe ini"


"boleh pak es susu vanila, semua pengunjung ketagihan saat mencicipi rasanya, dan ayam goreng crispy dengan sambel gledek "

__ADS_1


"benar semua orang pasti ketagihan jika sudah mencoba susu vanila "


ucapan yudha membuat vanila tambah malu, mengingat unboxing pertama


dan itu membuat vanila menginjak kaki yudha


"sakit sekali " canda yudha


"diam dan tunggu makanannya jangan bicara lagi "


melihat ekspresi wajah vanila malu juga kesal


yudha makin semangat menggoda vanila


"mas yudha, berhenti tersenyum"


"kamu ini aneh, aku tidak boleh tersenyum apa salahnya '


" senyum mu menyebalkan "


"salah tapi mengingatkan "


"mas yudha, aku pergi saja "


"eits.. sayang tunggu aku kesini, ingin bicara penting tentang kita, ayah dan umi tidak setuju aku melamar mu "


wajah vanila cukup terkejut


"lalu, berarti mereka tidak mau aku jadi istri mu "


"sayang aku belum selesai, mereka tidak setuju, aku melamar mu tapi mereka ingin kita langsung menikah, dan WO sudah mengurus semua nya 2minggu lagi kita menikah "


air mata pun mengalir di pipi vanila


mas yudha aku bahagia, dan teman yang lainnya pun ikut bersorak senang


"kamu serius tidak bergurau "


"yes, i am serius, will merry you, vanila selangkah lagi kita akan jadi satu, kamu akan jadi nyonya pra yudha erlangga "


vanila pun memeluk yudha sambil menangis haru..


ya Allah apakah ini benar?


mas yudha dan aku menikah


masih penasaran vote ranking 5 dong

__ADS_1


biar author semangat... 😁😁


__ADS_2