Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
saling menatap..


__ADS_3

fakta bahwa vanila adalah anak dari vio dan Abraham, membuat luka di hari prasetyo ayah mertua vanila..


"ayah, umi kok diam, apa berita ini bikin umi tidak suka ya sama vanila " mata vanila melirik sedih


"iya umi, yudha tidak masalah siapapun orang tua kandung vanila itu tidak akan merubah cinta yudha tetap untuk vanila " yudha pun genggam tangan vanila


"ini sudah malam, malam ini tidur di sini ya, umi akan siapkan makan malam untuk kita makan bersama " ekspresi wajah umi juga tidak ceria seperti biasa nya


"vanila apapun yang terjadi kamu adalah menantu kami, menantu keluarga erlangga, asalkan yudha bahagia, kami juga ikut bahagia, atau tinggal dulu ya " prasetyo pergi memilih duduk di taman belakang


aku memang merasa semua tidak baik -baik saja, raut wajah ayah prasetyo juga nampak murung


..


saat mas yudha mandi, aku pun beranikan diri untuk menemui ayah mertua ku


"ayah, vanila bawakan teh hangat, ini cocok untuk teman santai kita " vanila duduk di samping Pras


.


"vanila selama kehadiran mu dalam hidup yudha, ayah akui kamu telah banyak membawa senyuman dalam wajah putra ku yang telah lama kesepian, setelah hatinya mati bersama halida barulah kembali bersinar saat yudha pertama kali membawa mu datang ke rumah ini, dan ayah senang " ucap Pras sambil memberi makan ikan di kolam


"ayah apa fakta kedua orang tua kandung ku itu jadi beban untuk ayah, entah kenapa? aku merasa satu jam ini ayah berbeda melihat ku, ada hal yang ayah tidak suka saat fakta ibu vio dan ayah Abraham jadi orang tua ku " tanya vanila yang tampak tenang


vanila bukan aku tidak suka jika mereka jadi orang tua mu, tapi aku akui aku takut jika kamu menelusuri penyebab Abraham masuk penjara itu karena aku dan samer , bathin prasetyo menatap vanila


ayah prasetyo aku minta maaf jika kabar ini akan bikin hidup ayah tidak tenang, kalian adalah orang tua terbaik yang aku miliki, aku bahagia memiliki punya mertua kalian tapi di sisi lain aku pun tak bisa menutup mata dan telinga ku, tentang dalang di balik penyebab ayah ku Abraham di tahan, bathin vanila juga menatap prasetyo


suasana mulai beku dan hening..


"vanila apa Abraham sudah tahu jika kamu adalah putrinya? " tanya Pras membelah sepi


.


"iya, pria Turki itu sudah tahu sejak lama jika aku putrinya, tapi aku baru tahu beberapa minggu bulan ini, tapi mas yudha masih meragukan dan ingin aku mengajukan test dna untuk mencocokkan fakta "


mata Pras melotot, rupanya hubungan ini juga tak mudah bagi mereka berdua


"ayah tidak menyesal kan mas yudha menikah dengan ku? " mata vanila mulai berkaca -kaca


Pras menarik napasnya terasa sesak, fakta ini bikin rumit..


"vanila kita tidak bisa memilih untuk seperti apa kita di Lahirkan ini sudah suratan takdir, aku sebagai orang tua cuma punya doa semoga kalian selalu bahagia dalam pernikahan " usap Pras


ayah mertua ku... aku terharu.. cinta mu begitu terasa hangat untuk ku

__ADS_1


"tuh kan benar sayang, ayah juga gak masalah dengan asal usul mu " ucap yudha yang menghampiri


"mas kamu sudah mandi " vanila kaget


"udah dong yank.. udah wangi juga " yudha tersenyum


"iya, sudah ayah tinggal ke dalam ya " Pras tersenyum pergi


.


vanila kita lihat apa yang terjadi ke depan yang jelas sebagai orang tua, aku bahagia jika putra ku bahagia..


"sekarang kamu udah lega kan tadi ayah gak masalah soal asal usul kamu " tambah yudha lagi


"benar cukup senang, ayah bilang itu bukan masalah, apapun yang terjadi itu takdir " vanila menghela napas ini baru permulaan mas


"kalau begitu aku tidak ingin melihat wajah cantik ini sedih, wajah cantik mu makin cantik jika tersenyum bukan menangis " peluk yudha


"mas jangan macam -macam ini rumah umi " vanila malu.....


"sama aja, kita suami istri jadi bebas dong " yudha mengecup pipi vanila


"ehem.. ehem.. aduh.. pasutri ini jam makan malam di tahan dulu ya " yuka menggoda


.


"dari tadi kali, cuma aku di kamar atas tadi anak ku lagi rewel jadi kelonin dulu, mbak vanila aku kangen " yuka ikut peluk vanila


.


"lepas, mas aku juga kangen sama yuka " vanila mendorong yudha


"eits.. enak aja demi peluk yuka, aku suami kamu di dorong " yudha bete


.


"wah.. polisi bucin sama adek sendiri juga bete " yuka tertawa


.


"tahu tuh.. meski jendral tetap aja bucin nya makin akut " vanila tertawa..


"sama istri sendiri bucin halal tahu " yudha makin tersenyum


"udah stop jangan so sweet aku baper ini, soalnya suami mu masih di Singapura jadi nganggur neh"

__ADS_1


"yuka " vanila mencubit pinggul yuka


di tengah asyik, panggil kan masuk ke HP yudha


"sayang, aku akan angkat telfon dulu ya "


.


"iya mas " vanila dan yuka kompak..


yuka bukan sekedar adik ipar tapi dia juga teman waktu sma alhasil kami pun akrab


"vanila aku senang melihat kamu sama mas yudha bisa bahagia dan mesra kayak tadi, akhirnya polisi galak dan dingin itu bertemu pawang nya " goda yuka


.


"aku pun bersyukur meski di awal banyak kesulitan tapi sampai hari ini kami tetap di jaga oleh cinta " vanila tampak sumringah


.


"aduh.. omongan nya udah berubah kayak pujangga cinta, btw tadi pagi aku kesal banget tahu saat Olivia kesini "


deg.. Olivia kesini


"untuk apa Olivia ke rumah umi? " tanya balik vanila


"apalagi kalau bukan ngadu soal asal usul kamu, aku tuh benci banget kayaknya sampai kini Olivia gak rela juga melihat kamu sama mas yudha buktinya dia gosok umi dengan omongan yang kurang baik, untung umi sama ayah tidak terpengaruh " yuka pun tampak bete saat cerita


"jadi Olivia yang sudah ngadu, yuka kamu sendiri tidak keberatan kan soal asal usul ku, apalagi ayahku seorang napi " vanila tampak gugup.


.


"gadis penakluk, kamu itu kakak ipar ku, aku mengaku syok saat pertama kali tahu tapi sekaligus senang akhirnya setelah sekian lama kamu bisa memiliki identitas, vanila aku senang " yuka meyakinkan


.


yuka meskipun adik bungsu tapi pemikirannya cukup dewasa, berbanding terbalik dengan yuna


iya yuna belum tahu nanti jadi masalah atau tidak saat yuna tahu


"Terima kasih adik ipar, tadinya aku takut sekali memikirkan respon kalian jika ini terungkap, tapi aku lega kamu dan ayah juga umi bersikap bijak tetap menerima ku " vanila sedih haru


"kakak ipar biar bagaimana pun kamu istri mas yudha, berkat dirimu kakak ku bisa menemukan cinta dalam hidupnya, bagiku tak peduli apapun yang kamu dan mas yudha bahagia aku ikut "


"yuka " vanila pun memeluk erat yuka...

__ADS_1


__ADS_2