Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
fakta baru


__ADS_3

aku dan Donna datang ke apartemen lama milik om samer, mungkin di sini aku harap ada fakta baru yang bisa jadi puzzle berikut nya


"permisi saya vanila ingin bertemu manager pemasaran, saya ingin beli satu unit apartemen di sini " ucap vanila di depan receptionist


akhirnya kami pun bertemu manager, mulai dari nego harga dan pura -pura ingin melihat -lihat dulu, di ajaklah kaki berkeliling apartemen dan menuju lantai 10..


"pak manager boleh aku bertanya sesuatu? " tatap vanila


"boleh ibu jendral mau tanya apa? " jawab manager ramah


"25 tahun, di tahun 97atau 98 apa pernah terjadi insiden, yang melibatkan adik dari kapolda prasetyo terluka? kira -kira aku boleh tahu unit paman samer itu nomor berapa ya? "


wajah manager pun nampak tidak nyaman


"ibu jendral saya tahu anda menantu pak prastyo tapi saya tidak bisa jawab karena saya baru 5 tahun kerja di sini " manager bohong


vanila pun tersenyum dan melangkah lebih dekat pada pak manager


"jika anda tidak pandai bohong, jangan berani berbohong aku punya datanya jika anda sudah hampir 30 tahun kerja di di sini, aku harap anda mau bekerja sama padaku untuk sedikit info, kalau tidak aku punya data jika salah satu simpanan anda adalah istri pejabat " vanila bicara santai penuh ancaman


"ibu jendral apa yang kamu inginkan? bukankah kamu sudah tidak jadi gadis penakluk lagi, tapi malah mengusik aku " manager penuh ketakutan


"iya aku cuma minta sedikit info, jika kamu bantu aku sedikit, mungkin aku pun bisa bantu promosi ku dengar apartemen mu cukup sepi, dengan sedikit postingan ku aku bisa bantu kamu, itu seimbang kan " tawar vanila


"ibu jendral.. unit milik tuan syamsir sudah lama di jual tak berselang berapa lama sudah ganti kepemilikan, sebenarnya aku juga sedih dan takut sejak peristiwa itu terjadi banyak karyawan ku aku pecat paksa, salah satunya cleaning servis itu " cerita manager


"cleaning servis yang jadi saksi di TKP, dimana dia sekarang aku mohon aku ingin bertemu dengan nya " vanila ingin bertemu


"entahlah, dia masih hidup atau sudah mati yang aku ingat dia itu karyawan baik dan teladan cuma mertua anda ingin dia di mutasi, aku tidak bisa menolak cuma aku tahu rumahnya di pinggiran Jakarta " sambung manager


ayah mertua ku, juga ikut masuk jauh.. dalam hal ini


sebuah alamat di pinggiran Jakarta melewati rel kereta.. aku pun berusaha mencari si punya alamat..


rumahnya kecil.. tapi asri tidak terlihat orang


"mbak mau cari siapa? " ucap tetangga di sebelahnya


"pak Narto ini rumah beliau kan " ucap Donna


"wah, pak narto sudah meninggal mbak, istrinya juga sudah meninggal yang ada cuma anaknya bayu dia sudah jadi pengusaha sate maranggi di stasiun sana "


lagi -lagi aku dan Donna kecewa.. sulit sekali mencari fakta baru

__ADS_1


sate maranggi mas bayu ..


aku dan Donna duduk untuk pura -pura beli sate, dan Tia pun WA ingin ikut datang kesini


"vanila..Donna .. aku telat ya " ucap Tia


"nggak sate nya belum mateng kok " ucap Donna namun vanila terlihat tidak bersemangat


"mbak - mbak satenya sudah siap, silahkan di nikmati " ucap bayu


"bayu, kamu jadi bos nya " ucap tia


"cintya kamu juga sudah sukses ya " bayu senang


nasib pun berpihak bayu dan tia kenal.. mereka satu daerah..


kami pun ngobrol jadi bisa lebih luwes, dan mata ku beri kode pada tia untuk langsung ke pokok masalah


"jadi kalian ingin mencari ayah ku, kamu ibu jendral vanila aprilia yang cukup populer kan.. , apa yang kalian mau tentang ayah ku " tatap bayu


vanila pun menceritakan prihal kejadian di apartemen dulu


"tapi apa yang jadi tujuan kalian bukankah ayah mertua mu dan adiknya ingin menutup akses info tapi kamu ingin mencoba buka luka itu " bayu terlihat kesal


"bayu, vanila bukan bicara sebagai ibu jendral tapi seorang gadis yang ingin cari keadilan sebab yang jadi korban itu orang penting dalam hidupnya, aku mohon sedikit fakta baru bantu kami " tambah tia


"tidak aku tidak ingin mengingat kamu menantu pak Pras, aku tidak ingin kekuasaannya menekan keluarga ku lagi " tolak bayu


"tapi Abraham juga ayahku, pria Turki yang di penjara itu ayahku meski aku yakin ayahku tidak salah, kejadian di apartemen ayahku bilang cleaning servis itu pernah merekam, aku mohon berikan rekamannya " vanila menangis


bayu tertegun tak percaya, jika vanila itu anak Abraham


"HP ayah ku sudah di banting oleh om samer, waktu itu usiaku pun baru 7 tahun pria itu datang dengan banyak algojo dan memaksa ayah ku membanting hpnya dan lebih kejam lagi mantan kapolda prastyo membuat ayah ku resign dari pekerjaan nya " bayu terlihat sedikit dan marah


"jadi tidak ada fakta baru untuk bisa bantu ayahku bebas " vanila menangis


"mas bayu, coba di ingat lagi bapak Narto pernah cerita tidak soal hal itu " Donna penasaran


bayu mengingat jaman dulu belum ada plasdish atau semacamnya, biasanya untuk menyimpan vidio atau foto dengan memory card HP


"memory card HP, ayah ku pernah bilang menyimpan nya, aku akan coba cari "


"Terima kasih mas bayu " vanila lega

__ADS_1


semoga berhasil...


di tempat lain bak berperan joni dan Denis pun mencari pak santoso dirjen bea cukai dan imigrasi untuk pura -pura bikin visa ke Turki


sebelumnya seperti biasa borok pak santoso di kulik, agar yang bersangkutan bisa di ajak kerja sama.. team penakluk mang the best buat pak santoso tak berkutik dia menyerah kan dokumen rahasia yang berhubungan dengan syamsir putra dewangga kemana saja dia pergi? setelah kejadian Abraham di tahan samer keluar masuk luar negeri...


fakta baru meski sedikit, demi sedikit harus terungkap..


"assalamu'alaikum" ucap vanila langsung duduk di sofa


"dari mana saja? tadi aku cafe mu tutup " ucap yudha ternyata sudah pulang duluan..


"kan tadi aku udah ijin temenin Donna cari apartemen" jawab ku


"lalu kok, receptionist bilang kamu juga sudah beri dp, kamu membelikannya "


rupanya bukan yudha jika dia tidak curiga dengan kegiatan vanila


"sayang joni dan Donna itu karyawan ku, aku membeli kan apartemen untuk mereka tapi tidak gratis semua mereka akan cicil dari potong gaji mereka, kasihan mereka punya penghasilan belum senapan dirimu, aku lebih beruntung punya suami polisi kayak jadi habis nikah langsung jadi nyonya, tidak perlu mikirin cicilan "semoga mas yudha berhenti curiga


" kamu pandai bikin aku senang ya "yudha mencium


" gerah, aku mau mandi dulu "tolak vanila


" kamu tolak aku "yudha cemberut ☹️


" bau keringet, nanti asem kalau kamu cium "


"ya, sudah mandi sana pakai sabun dan parfum yang banyak ya biar nanti wangi " yudha tersenyum


"emang mau ngapain mesti wangi segala "


"sayang tampil cantik di depan suami itu bagus lho.. bisa bikin suami seneng " yudha tersenyum aneh


"siap, jendral aku mandi ya " vanila pun berlalu ke kamar mandi


sekarang giliran yudha yang duduk di sofa..


tadi siang yudha pun diam -diam bertemu seorang detektif mencari orang tua vanila


vanila aku ingin beri kejutan jika diam -diam aku akan bongkar siapa kedua orang tua mu..


makin seru siapa yang bakalan terkejut ya..

__ADS_1


yudha atau vanila jika detektif sewaan yudha bongkar identitas orang tua vanila..


next part..... coming soon


__ADS_2