Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
perang di mulai


__ADS_3

bukti jika samer ternyata memiliki banyak bisnis haram, salah satunya miras dan sabu -sabu melalui mr X yang Tia berpura -pura kencan dengannya bukti itu pun sudah terkumpul


.


"bagus tia, sekarang sudah saatnya aku memberi keadilan pada ayah ku, aku akan segera menyuruh lawyer ku untuk ajukan permohonan banding kasus ayah ku " vanila mantap


.


"tapi kamu yakin suami polisi mu itu setuju? " tanya Donna


"harus suka tidak suka keadilan harus di tegakkan, karena perang segera di mulai "


sementara di tempat lain samer begitu gelisah


istri yudha tidak bisa di remehkan, aku harus bertindak cepat untuk melenyapkan bukti jika toko souvenir di Singapura joint usaha ku dengan Abraham.. rekeningnya sudah berpindah ke rekening pribadi ku mutlak


"pak, pesawat sudah siap untuk ke Singapura toko keramik itu sudah dapat calon pembelinya " ucap anak buahnya


"ok , kita berangkat "


rupanya untuk membuang bukti, samer pun berniat menjual toko keramik dan souvenir di Singapura untuk menghilangkan jejak, benar -benar licik..


sementara Berry duduk sendiri di kantin rumah sakit saat jam makan siang


Olivia yang juga makan siang, merasa heran tumben dokter Berry tampangnya kusut, bisanya rese..


"permisi, boleh saya duduk di sini " ucap Olivia


"kamu oliv, duduk lah " Berry santai


"dokter gak sibuk, kok makanya santai bangat? " sambung Olivia


"gak, saya lagi pengen menikmati makan sendiri aja " tampang Berry terlihat aneh


"oh.. berarti saya gangu ya, kalau begitu saya pindah tempat deh " Olivia hendak bangun, namun tangan nya di tarik berry


"kamu, duduklah gak bisa santai sedikit apa " ucap Berry


deg.. jantung Olivia berdebar saat tangan nya di pegang Berry


"Olivia kamu gak bosen jomblo terus? " tanya Berry


"apa? maksud dokter " olivia kaget


"tahun ini umur ku hampir 27,ibu ku ingin aku segera menikah, menurut mu gimana?

__ADS_1


" itu terserah dokter, kalau sudah ada calonnya lebih cepat itu lebih baik "


entah kenapa? pertanyaan itu aku gak suka ya, jangan -jangan aku mulai nyaman lagi sama dokter Berry, tapi olive gak boleh..


"kalau kamu mau gak sama aku? " tatap Berry


lagi -lagi bikin olive salting..


"dokter, jangan bercanda ah.. itu gak lucu " Olivia gugup


"aku serius, dulu aku pernah jatuh cinta pada vanila gadis cantik tangguh dan pemberani, tapi takdir ternyata mengatakan lain sekarang dia anak dari ibu vio, meski ibu vio ibu sambung ku, tapi tetap saja kami sudah jadi saudara " sambung Berry


.


"jadi, aku cuma jadi pelarian gitu, enak aja aku gak mau gara -gara dokter patah hati pada vanila, lalu seenaknya datang padaku " Olivia bete


"ha.. ha.. bukan begitu dokter cantik dan galak, sungguh aku tidak bermaksud begitu " berry tertawa ngakak..


"dokter perasaan itu bukan untuk di mainin, sama seperti dokter aku pun begitu patah hati saat yudha menikahi vanila, padahal yudha the best yang termasuk calon suami idaman, aku pun berusaha untuk menerima takdir, jika sampai kapan pun yudha memang untuk vanila, dan jika pun aku menikah tentunya aku ingin pria yang baik dan tulus menyayangi ku " tegas Olivia


Berry tersenyum lagi mendengar ucapan Olivia..


"baguslah, akhirnya kamu sudah bisa move on dari polisi itu, berarti aku bisa masuk dong " goda Berry


.


"tau ah.. dokter kayaknya aku sibuk aku kembali praktek dulu ya " Olivia hendak pamit


"tunggu, nanti pulang praktek jam 7 aku kita nonton ya, ingat jangan menolak kalau tidak kamu aku beri surat sp " Berry beri tiket bioskop dan pergi


.


olivia pun tersenyum dokter rese.. susah di tebak, mau ngajak nonton aja ngeselin dulu..


bunga -bunga cinta mulai merekah neh... antara Berry dan Olivia...


sementara itu vanila pun datang ke kantor polisi untuk menemui suaminya


.


"permisi pak, ada ibu jendral menunggu di depan " ucap felix


"ok, bilang tunggu sebentar " jawab yudha usai jadi imam sholat di masjid di rutan..


senyum vanila mengembang, saat yudha datang menghampiri nya

__ADS_1


"kejutan, sayang aku bawakan makan siang, tapi ini dari cafe dan kalian juga aku sudah bawain ice susu vanila yang viral dari cafe ku "


semua pun ikut menikmati makan siangnya..


vanila pun menyuapi yudha makan


"istriku, apa ini sebuah sogokan " tatap yudha


"maksud kamu apa mas? aku cuma ingin makan siang bareng suami polisi ku itu aja " vanila tersenyum


"pengajuan berkas perkara peninjauan kembali agar kasus Abraham dan syamsir di buka sudah aku Terima, jadi pasti kamu datang untuk merayu ku kan "


"wah.. suami ku memang the best, iya sayang aku menagih janji mu untuk memberi ijin agar aku kembali membuka kasus ayah ku, kamu tidak lupa kan? " tatap vanila


"iya, aku ini polisi keadilan itu segalanya asalkan bukti mu kuat, aku siap dan setuju "


"meskipun perang segera di mulai? "tanya vanila


" iya aku paham sayang, jika kasus ini kembali di buka yang kamu lawan itu paman ku, aku harus adil dalam hal ini siapapun yang salah harus di hukum, jadi kamu tidak perlu khawatir apapun "yudha mengusap kepala vanila


" mas apakah cinta mu tidak akan berubah ke padaku? "vanila terlihat gelisah


" itu pun pertanyaan yang aku tanyakan pada mu sayang, sebab mungkin setelah ini akan ada banyak masalah baru yang hadir dalam pernikahan kita "


"suamiku jendral prayudha sebenarnya beberapa bulan ini itu yang jadi pikiran ku, aku sangat mencintai mu dan aku sangat bahagia saat seluruh keluarga mu menerima ku jadi istri mu, meski pun secara status sosial kita begitu jauh, tapi masalah ini membuat aku takut semuanya berubah, dan yang paling aku takutin adalah cinta mu padaku akan berubah mas " vanila air matanya menetes..


"sayang ku,kamu aku tidak lebih takut dari kamu, sebaliknya aku yang begitu takut terkadang kamu selangkah lebih pintar dari yang ku bayangkan, kamu selalu melakukan kejutan, aku paling takut jika kamu tahu sesuatu yang lebih dulu, justru benci aku sebab bagaimana pun orang yang memenjarakan ayah mu itu paman ku " yudha sudah paham vanila pasti punya bukti lain yang lebih akurat.


"benarkah, polisi apakah kamu mengakui jika aku sehebat itu makanya di juluki si gadis penakluk " vanila tersenyum


yudha pun tersenyum melihat tingkah istrinya


"sayang " peluk yudha


perang akan segera di mulai, bukan cuma om samer yang bersalah tapi menyeret nama baik ayah mertua ku prasetyo


"sayang, jam pulang kerja nanti kita jalan yuk, malam ini aku ingin kita kencan romantis bersama mu " ajak yudha


.


'


"kencan, ok setelah ini aku akan pulang menunggu mu di rumah dan aku pasti berdandan sangat cantik untuk suami ku "


entah kenapa? setelah ini.. pasti banyak masalah...

__ADS_1


__ADS_2