
di panti asuhan ibu vio pun membagikan sumbangan pada anak yatim piatu
"Terima kasih ya, ibu vio sudah dermawan pada kami " ucap bunda nety
"aku senang sekali rasanya sudah membantu kalian itu membuat rasa di hatiku sedikit terobati " vio terlihat sedih
"nyonya vio anda tidak punya anak? " vanila bertanya lagi
"dokter berry itu putra ku " jawabnya
deg.. berry nugraha pantas saja dia kenal aku
"vanila kita minum coffe dulu ya, aku senang bisa bertemu dengan mu " ajak vio
meski aku dan berry berteman aku memang tidak tahu asal usul keluarga berry
kami pun berbincang, sambil minum kopi
"vanila setiap hari di Swiss berry selalu cerita tentang diri mu, bahagia sekali melihat senyum anak itu, dia seperti anak kandung ku, walau sebenarnya dia anak sambung ku "
jadi berry itu anak tiri
HP vanila berbunyi chat dari yudha
chat yudha
sayang kamu dimana??
chat vanila
di coffe shop bersama ibu berry
untuk apa istriku bertemu ibu nya berry, yudha kesal
chat yudha
aku kesana..
"nak ada apa? suami mu khawatir " tanya vio
"iya, mas yudha akan menyusul kesini " jawab ku
dan setengah jam kemudian yudha pun sudah duduk bersama kami
"jendral aku senang sekali hari ini istri mu banyak membantu ku " ucap vio
"sama -sama bu, vanila memang jago bela diri makanya dia tidak takut pada preman " jawab yudha
jendral wajah mu sepertinya tidak asing apa ayah mu juga tentara? "vio penasaran
" prasetyo erlangga itu ayah saya, mantan tentara yang jaga di perbatasan Indonesia "
"pantas saja, kamu mirip lalu ameer Khan itu paman kan " vio gelisah
"iya paman ameer Khan itu adik ayah dia ubah nama sejak memilih tinggal di Singapura "
nyonya vio merasa pusing sekali, seperti mengingat sesuatu tapi apa?
"asisten ayo kita pulang " ucap vio
"nyonya anda tidak apa? " jawab asisten
__ADS_1
"tidak, vanila dan pak polisi senang hari ini aku bisa bertemu kalian , semoga bisa jumpa lagi di lain waktu " vio pun pergi dengan mobilnya
hangat sekali rasa di hati ini kembali hangat, andai saja dia ibu ku??.. ah vanila imajinasi apa ini
pesan masuk ke HP vanila lagi
chat pamela
nak hari ini ibu tidak jadi bertemu dengan mu, karena harus pergi ke Brunei Darussalam secara mendadak, satu minggu lagi kita akan bahas hal itu, nak baik -baik ya
vanila cukup terharu, perhatian kecil ini yang aku impikan dari seorang ibu
"sayang ada apa lagi? " tanya yudha
"tidak, kamu memang tidak sibuk kok nyusul kesini? "
"aku kesal kemarin kamu ngobrol akrab dengan berry sekarang ibunya, apa kalian tidak merencanakan sesuatu " yudha curiga
"ha.. ha.. apa yang kamu takuti? " vanila tersenyum
"kamu di rebut dokter itu "
"itu lelucon .. kita sudah menikah, ayo lah mumpung kita sudah bersama, kita jalan yuk "
"benar, tapi kita beli baju dulu, tidak mungkin kan kita kencan pakai baju dinas "
setelah membeli baju kami pun memutuskan nonton film di bioskop
"sayang, bioskop ini gelap sih? " tanya yudha
"apa? kamu pertama ya nonton di bioskop "
"benar, dari lulus SMA aku sibuk di kepolisian mana pernah nonton bioskop "
"ok, siapa takut " yudha tersenyum
di bioskop tentu saja, banyak pasangan muda -mu di, duduk di pojok bahkan tak sungkan begitu nempel sampai kissing di manapun
"sayang aku rasa tempat ini harus di razia " yudha bete
"salah nya di mana pak polisi? "
"di sekeliling kita, mereka pacaran begitu bebas mereka bukan muhrim "
"mas yudha, kita keluar saja ya " vanila menari tangan yudha
"sayang filmnya belum selesai "
"lama -lama di dalam aku takut aku beneran panggil anak buah mu untuk razia "
"benar itu ide bagus "
"mas yudha " vanila melotot
"ha.. ha.., tidak sayang aku cuma bercanda "
lanjut kami makan es krim vanila favourite ku
"vanila aku merasakan kamu sedikit aneh setelah kenal ibu pamela " tatap yudha
"biasa aja, mungkin cuma aku merasakan penuh harap, andai saja ibu pamela dia itu ibu ku, pasti akan sangat senang "
__ADS_1
"sabar sayang, kita akan usut tuntas ya, aku yakin ibu mu pasti kita temukan "
mengingat ibu pamela dan ibu vio aku merasa nyaman pada keduanya
dia atau dia jadi ibu ku? mungkin aku sangat bahagia..
"vanila apa dulu kamu dengan faris suka ke bioskop juga "
"pertanyaan jebakan, ini seperti ruang interogasi "vanila ragu
" aku hanya ingin tahu, pasti hidup mu lebih seru dari pada aku kan, yang hanya tahu penjahat dan mafia"
"bukan lagi.. ayo aku ajak kehidupan yang paling menyenangkan jadi gadis penakluk "
"tapi kemana? "..
vanila pun mengajak, yudha ke sirkus tempat dia sering melakukan first style motor
" vanila aku kira sejak jadi ibu jendral kamu akan lupa pada kami "ucap pemilik sirkus
" tidak lah, aku ingin memberi tahu suami mu tentang senangnya jadi gadis penakluk "
"gadis nakal, sekarang tidak akan ada yang berani minta no WA mu lagi, polisi ini langsung menembaknya jika ada yang menggoda " tambah pemilik sirkus
"jadi begitu ya, selain cari uang kamu juga cari fans di sini " yudha menaikkan alisnya
"ayo lah.. kita nikmati momentumnya "
yudha pun menatap takjub gadis ini benar -benar luar biasa
sebenarnya yudha takut melihat vanila, tapi alhasil yudha malah jadi partner first style vanila
penonton pun bersorak gembira..
kalau vanila sudah show tentu saweran pun melimpah dari hasil aksinya
vanila benar aku bersyukur memiliki istri periang seperti mu, melengkapi hidup ku yang sepi jadi penuh warna
"kamu lelah, ayo minum dulu " vanila beri minum isotonik
"seru.. aku senang, tapi nanti di rumah kamu harus memijat suami mu " perintah yudha
"siap jendral "
kehidupan memang misteri, aku yang nakal dan terakhir yatim piatu, sekarang berubah bisa memilki suami jendral, tadinya sirkus mata pencarian tapi hari ini aku melakukannya untuk hiburan..
cuma belum sempurna jika aku belum tahu jejak orang tua ku, setidaknya aku ingin melihat wajah wanita yang sudah membuat ku terkahir ke bumi
.
salah ku dimana? hingga aku di buang..
Tuhan dia atau dia ibu ku? semoga engkau beri yang terbaik Amien
saking lelahnya vanila pun tertidur lelap di mobil
yudha pun menggendong istrinya ke kamar
"sayang, aku bahagia sekali memiliki kamu, kaulah bidadari jiwa ku yang sepi " yudha pun mencium kening vanila
lebih baik aku mandi.. coba saja kamu tidak tidur pasti seru kita mandi bersama...
__ADS_1
polisi bucin....