
umpan demi umpan mulai kembali di mainkan, chat dari mr X pria yang vanila temui di lobby apartemen samer
chat mr X..
sist, aku butuh sentuhan pijat, bisa bantu aku
cuih.. donna merasa jijik membaca pesan nyeleneh itu, kalau saja tidak membantu vanila aku ingin sekali datang dan meninju orang itu
"donna, kamu kenapa kok bete? " sapa tya
"lihat ulah vanila, umpan sudah mulai masuk perangkap, lalu aku harus apa ini " donna binggung dan menunjukkan chat mr X
"kali ini biar aku saja yang berperan " pinta tya
"kamu serius, jangan becanda orang itu bisa saja mafia kelas kakap " donna ragu
"aku bisa lagi pula, vanila sudah menikah dia tidak akan bisa berakting bebas seperti dulu, dan kamu donna yakin joni tidak cemburu jika ada adegan intim saat aksi " tya menjelaskan
benar juga sih ucapan tya..
dan sang kapten pun tiba..
"hay guys.. sorry telat " ucap vanila baru tiba
"kapten, baguslah kamu sudah hadir, ini chat umpan mu sudah masuk perangkap " tya pun menunjukkan pada vanila
rupanya mr X.. juga bukan orang baik, aku harus buat skenario lebih apik agar tidak tercium, yang lebih bikin aku khawatir adalah mas yudha, bagaimana caranya agar umpan ku bisa mulus tanpa tercium jendral pintar itu
"tya kamu siap untuk misi ini, jika kamu sudah yakin kita bisa susun strategi penyerangan di awal " ucap vanila
"pasti kapten " jawab tya dan donna
"hey.. kalian tidak bisa show tanpa kami " ucap joni dan Denis yang juga baru tiba..
rencana mulai di susun oleh si gadis penakluk,.
pertama rombak penampilan tya agar terlihat lebih modus sexy hot girl..
soflens biru pun di pasang di kedua bola mata tya bak gadis indo...
baju tas mewah dan branded, aku sengaja Pakaikan pada tya agar tya membuat gadis bukan gadis biasa..
tya akan bertemu mr X di nighty club jam 8 malam ini, mas yudha ada operasi dadakan mungkin akan pulang larut malam sekitar jam 11 malam, aku masih punya waktu sekitar 3 jam untuk beraksi..
wig warna coklat dan mata abu -abu juga aku pakai untuk menunjang kegiatan ku.
night club.. joni dan Denis berpura -pura jadi pengawal
mr X tampak sibuk dengan wine di tangan dan rokok kretek yang terus menyembul asap
"excusme, boleh kami duduk " ucap vanila
"waah.. so beautiful girl.. kenalkan aku Xander and you? " tanya Xander
.
mata vanila dan tya saling menatap.. bak beri kode untuk sine pertama
__ADS_1
"mr Xander, ini Alena dia produsen sangat berkualitas, aku jamin sevisnya pada konsumen tidak di ragukan " vanila bicara sedikit nakal
"ha.. ha.. you sendiri bisa aku panggil apa? " tanya balik Xander..
"mami flora, panggil aku mami flora "
kali ini vanila berperan seperti mucikari yang sedang mencoba promo dagangannya
"Xander, apakah kamu bosan? " sapa tya beranikan diri
"yes,, alena aku butuh kesegaran dan butuh penghangat untuk malam yang dingin " mata genit Xander menatap tya yang berpakaian mini
"boleh, asal prize cocok " bisik tya
ya.. ampun tya, aku tak menyangka gaya mu lebih berani dari aku, cara tya mepet Xander bikin pria hidung belang itu tak berkutik
"Xander, aku tinggal dulu ya, alena enjoy four you " vanila tersenyum
.
dua mata -mata joni dan Denis siap siaga menatap intens tya dan Xander
tya pun mulai melancarkan aksi nya, membuang rasa gugup demi bisa menggoda pria yang wajah yang mirip oppa Korea
"Xander kamu sangat cute mirip soo jongki " puji tya
"benarkah, itu pujian yang manis tadinya aku ingin mirip lee Min Ho, tapi its okay lah jika kamu suka " tangan liar Xander mulai pegang tangan tya
aku yakin itu pasti palsu, mana mungkin wajahnya tampak mulus seperti manusia tanpa pori-pori
"alena kamu tidak dingin " bisik Xander setengah mabuk
Xander mengeluarkan ponselnya dan mulai ketik sebuah angka nominal
"15 juta, bisa cukup memberi selimut malam mu tak " bisik Xander lagi
pria *****.. 15 juta itu terlalu kecil, bathin tya
"honey kamu tidak lihat tas branded ku ini harganya 50 us,, itu terlalu sedikit beb " tolak tya
Xander pun mengetik angka fantastis, 100juta
"angka yang cantik, aku setuju " tia tersenyum
"ok, lets go " ajak Xander setengah mabuk..
kamar hotel yang sudah di set, di lengkapi CCTV di setiap sudut sudah di persiapkan
"Alena dimana kita? " tanya Xander pusing
"di tempat, yang cuma ada kita berdua " bisik tya sambil terus menuang wine di campur obat tidur
wanita cantik selalu selangkah di depan..
"Xander, wajahmu ini sangat tampan apa ini asli " tia menyentuh pipi Xander
"kenapa? wajah oppa Korea ku, ini bikin kalian para wanita klepek -klepek , iya kan " Xander menatap. dekat wajah tya
__ADS_1
"benar pipi mu begitu mulus, sudah bedain sama kulit bayi " tia tersenyum
"Alena, ayo kita buat bayi saja " Xander pun mencium pipi tya
demi suksesnya peran ini, tia pun begitu nakal mau memeluk erat Xander..
obat tidur itu selalu bekerja tepat sasaran, lama waktu kurang 10 menit Xander sudah tidur lelap
mulai lah beraksi, tia berpose seolah -olah sudah intim bersama..
tak lupa dompet Xander pun di obrak abrik guna mencari identitas
tak ada KTP, cuma ada surat foto copy data pembuatan visa keluar negeri atas nama Alfonso
apakah ini nama asli Xander? atau dokument milik orang lain..
usai mengantar tia, vanila pun bergegas pulang
pokonya aku harus pulang sebelum mas yudha pulang, untung rumah aku dan umi pisah jadi lebih bebas
.
segera lah, aku ganti baju memakai baju dinas malam atau lingerie
aku ingin saat di rumah polisi ku, tetap merasa segar melihat istrinya tampil cantik dan wangi
bell.. pun berbunyi tanda polisi ku sudah pulang
"assalamu'alaikum " ucap yudha
"waalaikum.. salam jendral ku " jawab vanila dengan gaun super sexy
"istriku sayang, kamu sengaja ingin memanjakan mata suami mu ini ya, she's hot " bisik yudha
"tentu sayang, kan suami polisi ku, capek sudah kerja seharian, saatnya ibu jendral memanjakan jendral ku "
seperti pada umumnya, aku melayani suami ku makan malam... mata yudha pun tak bergerak menatap ku
cara paling ampuh untuk mengalihkan pikiran suami adalah istri yang cantik dan sexy tapi khusus untuk suami
usai bersihkan tubuh athletis nya sang polisi pun mendekap vanila
cup.. yudha mulai menciumi punggung vanila
"katakan kenapa? malam.. ini kamu begitu menggoda ku, apa kamu melakukan kesalahan? "
deg.. tanya yudha mirip interogasi, dasar naluri polisi
"tidak, aku hanya ingin memberi obat mujarab pada suami polisi ku yang sudah lelah di kepolisian, saat di rumah biarkan aku memanjakan mu dengan cinta ku " vanila mencium pipi yudha
"ok, kalau begitu lanjut.. bismillah"
doa malam untuk beribadah suami istri pun di ucapkan saatnya tempur.. ibadah malam...
sementara tya di temani donna dan Denis dan joni, keluar dari hotel.. petugas hotel pun sudah di bayar mahal untuk ini..
jadi sampai scene ini.. sesuai.. tinggal menunggu
__ADS_1
hasil maksimal...