Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
sesuatu itu kamu


__ADS_3

aku kembali bekerja di kantor sebagai sekretaris, namun leon tidak berangkat ke kantor karena sakit


aku pun minta di temani desi alias donna untuk pergi ke rumah leon untuk minta tanda tangan berkas


"rumah ini besar sekali " ucap donna


"permisi, apa ada orang " nila mengetuk pintu gerbang


satpam pun segera membuka pintu dan menyuruh vanila masuk ke rumah


"selamat siang saya April dan ini desi, saya ke sini untuk minta tanda tangan pak leon " ucap ku pada asisten rumah tangga leon


"mbak April sudah di tunggu, masuk saja ke kamar tuan leon tapi mbak desi tunggu di sini " ucap bibi


nila mengangguk memberi tanda setuju dan agar dona setuju


aku pun menuju kamar leon dan segera masuk


"permisi pak leon, boleh saya masuk " nila mengetuk pintu


"masuk lah aku sudah me nunggu mu " jawab leon


kamar yang luas serta di penuhi barang mewah, aku perlahan mendekati leon yang sedang terbaring


"April tolong aku " leon menggigil


demamnya sangat tinggi dan leon nyaris pingsan


aku pun berlari memanggil semua orang yang ada di rumah untuk segera di bawa ke rumah sakit


"tapi mbak tuan, marah jika di bawa ke rumah sakit"


"tapi ini darurat, kita harus menolong nya " nila panik


"mbak aku tahu, kita bawa ke tempat praktek Dr ruby itu dokter pribadi bapak" ucap supir


"ayo cepat tunggu apa lagi " bentak nila


kami pun membawa leon ke rumah sakit, dan leon segera di tangani


"nila pak leon sakit apa sih? kok aku ngerasa aneh ya, banyak bekas suntik an di lengan ya " ucap donna


"entah lah, aku juga masih binggung "


dokter pun, mengijinkan aku masuk katanya leon sudah sadar


"April masuk lah " leon tersenyum

__ADS_1


"pak anda sudah sehat " nila binggung


"ya, aku hanya lelah " tambah leon


"bos, apa ini sekretaris baru mu? pantas saja dia kaget, biasa nya nova pasti sudah paham " ucap dokter


"memang pak leon sakit apa dokter? kok, cepat sekali seger nya "


"lihat ini " dokter memberi suntik an namun ada yang aneh


"dokter apa itu mengandung zat. meta vitamin? "nila kaget


" jangan kaget, aku hanya ke habisan obat "jelas leon


" jadi anda pasien pecandu narkoba"nila gugup


"benar, nona dia pasien pecandu, sudah hampir 3 tahun pak leon aku therapy, dosis nya saja yang bisa aku kurangi" tegas dokter


wajah ku langsung kaget, benar leon tidak sebaik penampilannya


"sini duduk lah bantu aku makan " leon ingin di suapi


"pak boleh aku tahu, sudah sejauh mana bapak terjebak pada barang haram itu" nila sambil menyuapi


"lama sekali, sejak usiaku 15 tahun orang tua ku divorce, ibu ku meninggal karena sakit, sedangkan ayah ku memilih men jauh dan menikah lagi, aku hanya punya satu kakak, tapi kami jarang bertemu untuk agar aku bisa seperti sekarang, aku tertekan cuma obat itu bisa buat aku happy, April kamu tidak takut pada ku kan " leon menatap dalam


rupanya leon juga mengalami kepahitan dalam hidup


"dokter ruby bilang nova itu siapa? apa dia pacar anda" nila penasaran


"dia mantan sekretaris ku sebelum kamu " leon singkat


"pasti kalian sangat. dekat dan makanya nova paham semua tentang anda "


"nova sangat mencintai ku, dia bahkan mengabdikan semua hidup nya pada ku " jelas leon


"lalu anda juga mencintai nya? " nila ingin tahu semua kisah hidup leon


"aku tidak percaya cinta, bagiku semua itu tidak berguna ,semua pasti karena uang ku bisa membeli apa pun "


"tapi apa anda bahagia? hidup tanpa tujuan, tanpa cinta dari orang yang di sayangi,mungkin semua uang anda bisa membeli apa pun tapi bukan kebahagiaan" tegas nila


April sesuatu itu kamu.. gadis yang berani bicara itu pada ku


"April, maukah kamu jadi wanita spesial dalam hidup ku? " pinta leon


"anda saja tidak punya cinta mana mungkin, bisa me minta itu pada ku, anda istirahat lah, aku akan urus administrasi dulu ya, met malam " nila pun pergi setelah leon tidur

__ADS_1


pria ini memang penuh misteri, pak yudha harus tahu jika leon ada lah pasien pecandu


namun tidak sengaja vanila bertabrakan dengan dokter olivia wanita yang suka pada yudha


"maaf dokter, saya tidak sengaja " ucap nila


"kamu vanila Aprilia kan? wanita yang pernah mengaku tunangan yudha, akhirnya kita bisa bertemu " olive kesal


"memang dokter kenal mas yudha? " nila binggung


"kenal dekat, aku peringatkan kamu tidak boleh lagi mengaku sebagai tunangan atau apa pun, karena yudha dan kamu itu seperti bumi dan langit, apa lagi umi bilang kamu yatim piatu sedangkan yudha itu mayjen, jauh sekali " olive menghina ku


aku paling benci di bully seperti ini, jika dulu mungkin aku menangis tapi sekarang, lebih baik aku buat panas saja dokter ini


"dokter anda hanya teman nya kan? jadi berhenti bersikap sok tahu, mas yudha bahkan sudah jatuh cinta pada ku, dan mungkin beberapa bulan lagi kami akan menikah, jadi henti kan ocehan tidak berguna itu "


"tidak mungkin, aku kenal yudha bahkan kamu jauh dari halida, itu mustahil " olive marah


"tentu aku jauh dari halida, justru itu yudha butuh wanita seperti ku untuk memberi warna, jika tidak percaya tanya saja pada yudha " nila makin sengaja


dengan wajah kesal, olive pun pergi dan segera telfon yudha untuk minta penjelasan


"nila apa itu benar? bahwa kamu dan pak yudha akan menikah? " dona bingung


"dasar bodoh, aku hanya kesal saja mendengar ucapan dokter sombong itu, biar tahu rasa terbakar cemburu" nila tertawa


"tapi hati-hati lho, kata orang ucapan itu doa kalau kamu dan pak yudha menikah. beneran menikah gimana.? tambah donna


" amien.. gak apa-apa pak yudha kan cakep, soleh lagi sesuatu itu kamu mas yudha "nila tersenyum


" dasar gadis nakal"dona juga tertawa


olive pun meluapkan semua emosinya langsung menemui yudha


"mas apa benar kamu jatuh cinta pada vanilla? bahkan kalian akan segera menikah? Jawab aku mas? "olive sedih dan kesal.


lagi-lagi.. vanilla. buat ulah kali ini pada olivia teman halida yang sejak dulu suka pada ku


" olive apa pun yang terjadi ke depan aku tidak tahu, memang vanilla itu sangat menarik"ucap yudha


"mas gadis yatim piatu itu tidak pantas untuk mu, dia jauh dari halida bahkan dia sangat jauh dari kita " olive. kesal


"apa itu juga yang kamu bilang pada vanilla? jawab olive aku tidak suka kamu merendahkan orang lain, kamu pun jauh dari halida dan tidak akan buat aku jatuh cinta " yudha ketus


"kamu kejam mas" olive menangis dan pergi


vanilla.. sesuatu. itu. kamu.. pasti.. bersikap itu demi pura-pura kuat.. di hina Olivia

__ADS_1


__ADS_2