
di ruangan itu ada aku dan mas yudha yang berada di kondisi tak karuan..
"vanila di sini tertulis Abraham Khan selain bandar narkoba dia juga pernah menganiaya om syamsir, dan itu ada banyak bukti dan fakta pendukung jika Abraham itu bersalah " tegas yudha
"lalu apa naluri polisi mu itu langsung percaya jika itu benar -benar terjadi " vanila penuh kesal
"dengar itu keputusan di pengadilan, Abraham Khan itu di putus 30 tahun penjara, jadi sebagai polisi aku lebih yakin pada hukum " jawab yudha
"benar itu keputusan pengadilan, tapi naluri ku sebagai seorang anak, aku merasa itu tidak adil " air mata vanila menetes lagi
"apa maksud mu? vanila meski faktanya dia ayah mu, kamu belum kenal siapa Abraham, aku harap jangan gampang percaya, terkadang cinta itu bisa membuat buta mata mu , lagi pula gen kalian belum tentu cocok, kamu tidak boleh terbawa emosi begitu cepat " pinta yudha
.
tidak ada yang salah dengan ucapan yudha, mungkin aku yang begitu baper dan sedih pada keadaan
.
"ok, boleh aku minta ijin padamu untuk memohon ijin agar aku dan Abraham di lakukan test dna, aku ingin memastikan dia ayah biologis ku atau bukan? " tanya vanila
"vanila, aku sayang sekali padamu, jika itu bisa bikin kamu bahagia aku akan ajukan permohonan pada pengadilan, cuma mungkin jika itu terjadi ibu kandung mu, sendiri yang ajukan tuntutan untuk test dna, itu prosedurnya "
benar, jika ingin mengajukan test dna, aku butuh ibu kandung ku muncul
"aku akan usahakan, yang penting aku ingin tekankan, jika Abraham itu terbukti ayah kandung ku, sebagai anak dan istri jendral aku ingin meminta ijin padamu satu lagi "
"apa? apalagi yang ingin kamu lakukan? " yudha penasaran
"aku, akan buka lagi kasus Abraham Khan versus syamsir putra dewangga "
yudha pun kaget, vanila ingin buka kembali kasus itu..
"tidak masalah, tapi ingat jika kamu ingin mengajukan sebuah kasus agar di buka kembali, kamu harus punya bukti dan kuasa hukum " yudha cukup binggung
"aku paham polisi, aku paham "
jika vanila merasa begitu yakin, apa ada yang janggal dari kasus Abraham..
"sayang, jika ayahmu Abraham, apa ibumu itu pamela Wijaya berarti kamu dan Olivia itu saudara " tanya yudha
rupanya, mas yudha masih berpikir jika pamela itu ibuku
__ADS_1
"apa Intel mu, itu kurang canggih hingga belum punya info akurat " vanila tersenyum
.
.
"mungkin aku akui terkadang, kamu gadis penakluk selalu selangkah lebih maju "
ya.. Allah jika vanila cocok anak Abraham, dan ingin kembali buka kasus nya berarti secara langsung aku pun akan bersiap bertarung di persidangan, karena ini menyangkut keluarga ku.. bathin yudha.
di tempat lain..
di sebuah coffe shop
Olivia tampak gelisah, mendengar ibunya mengigau semalam, jika vanila itu anak yang dia buang dan itu bikin pamela sakit..
berry yang di hubungi Olivia, pun datang ke coffe shop.
"Hai, bu dokter sudah lama menunggu " ucap berry duduk
"dokter, anda itu anak dari sepupu ibuku kan, apa ibu anda pernah cerita jika ibu pamela punya anak selain aku, maksud ku anak lain di luar pernikahan dengan ayahku " tanya Olivia
wajah berry tampak bingung, rupanya karena hal ini Olivia berani janjian untuk minum coffe
.
.
"Olivia apa maksud mu? aku tidak paham " tanya balik berry
.
"beberapa hari ini ibuku demam, dan dia selalu mengingau minta maaf pada vanila karena sudah membuangnya ke halte, jujur aku syok dan juga kaget, anda dan vanila itu akrab dan beberapa bulan ini ibu ku begitu care pada vanila, apa ini benar? " Olivia penasaran
"Olivia, kenapa tidak tanya langsung pada bibi pamela? itu akan lebih baik untuk dapat jawabannya "saran berry
" yang kamu katakan itu benar dokter, anda tahu sebenarnya aku begitu takut untuk bertanya hal itu pada ibu ku, saking takutnya aku merasa tidak ingin tahu fakta sebenarnya sebab aku tidak mau berbagi cinta ibu ku pada siapapun, meski ibu sambung dia lah satu-satunya orang yang begitu menyayangi ku dengan tulus setelah ayah ku meninggal "Olivia menangis
berry pun melihat sisi lain dari kerapuhan seorang dokter Olivia, sikap judes nya seakan hanya di luar saja, di dalamnya dia begitu rapuh
" Olivia, bibi pamela itu wanita yang sangat baik, meski pun kamu anak sambung ya tapi cinta bibi pamela tak di ragukan, begitu pun jika nanti ada fakta lain yang mengejutkan kamu harus tetap yakin, ibu mu akan selalu menyayangi mu sampai kapan pun "tegas berry
__ADS_1
" dokter apa ini bisa aku artikan jika benar vanila itu anak dari ibu ku, ayo jawab aku mohon "Olivia menatap sedih
bagaimana ini? aku binggung menjawab Olivia, jika vanila itu anak ibu ku tapi akibat ulah ibu pamela yang buang dia ke panti asuhan, vanila jadi seperti ini
HP berry pun berdering chat dari vanila
blueberry, aku ingin bertemu dengan mu penting, aku tunggu di tempat rahasia kita
membaca pesan itu berry pun, jadi langsung ingin pergi
" Olivia, aku cuma bisa bilang cinta ibu mu itu sangat besar, jadi kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, dan maaf aku harus pergi dulu ya "berry pamit
" dokter apa itu chat dari vanila? "tanya Olivia
" iya, aku harus bertemu vanila ada hal penting "berry singkat
" hah.. dari dulu kenapa? vanila selalu selangkah lebih unggul dari ku, merebut apapun yang aku sukai, jika sekarang ibu ku yang akan di rebut sampai kapan pun aku tidak akan merelakannya "Olivia pun pergi dengan kesal
" Olivia tunggu, bukan begitu "
.
dokter pemarah.. selalu saja begitu
di tempat lain vanila sudah duduk termenung di batu nisan neneknya
wanita tua yang dulu ikhlas merawatnya, menjadikan aku cucunya hingga umur ku, 10 tahun baru lah aku benar -benar di lepas di panti asuhan karena nenek ku sudah sepuh dan meninggal..
"tempat ini selalu jadi tempat rahasia kita, apa jendral mu juga tidak tahu kita suka bertemu di sini? " ucap berry yang datang menghampiri
"tidak, sebab tidak mungkin ada Intel atau CCTV di kuburan " vanila tersenyum
"ada apa? hingga sohib ku, terlihat begitu sedih " tatap berry
"mas yudha sudah tahu jika Abraham Khan itu ayah kandung ku, aku ingin mengajukan test dna, jika hasilnya cocok Abraham itu ayah ku, baru lah suami ku mengijinkan aku membuka kembali kasus Abraham versus syamsir alias samer " vanila sendu
"baguslah jika polisi mu sudah tahu, itu akan lebih mudah, bukankah dia suami mu harus mendukung mu "
"dokter masalahnya tidak semudah itu, jika kasus ini kembali di ungkap, musuh ku adalah keluarga suami ku, paman dan ayah mertua ku.. dan mungkin yudha juga akan jadi musuh ku, jika dia tidak sepaham dengan kita "
benar, Abraham versus samer.. itu akan membuat hubungan ku dan keluarga suami ku.. ada dalam masalah besar..
__ADS_1