
masih di restoran, aku terus memancing leon agar bercerita semua tentang nova
"lalu apa anda dan nova berkencan seperti suami istri? aku bertanya ini karena anda bilang menyukai ku, sebelum aku memutuskan yang penting aku harus tahu dulu, siapa? pria itu "jelas nila
" benar 2 tahun belakangan nova tinggal bersama ku, kami hidup seperti suami istri tanpa menikah "tegas leon
aku cukup syok mendengar itu, rasanya jika tidak dalam misi mungkin leon sudah ku tonjok karena kesal..
" April aku bukan tipe pria yang percaya pada cinta tapi nova begitu cinta pada ku "tambah leon
" jadi selama itu anda hubungan tanpa status, bersama wanita yang sangat mencintai anda, lalu dimana nova sekarang "tanya nila setengah kesal
" entah lah aku sadar aku salah, sejak kecil aku tumbuh di keluarga broken home, tidak ada yang mengajariku soal cinta, tapi nova cukup sabar menghadapi ku, aku menyesal "leon terlihat menangis
" apa nova tidak hamil? selama kalian bersama"aku sangat ingin tahu lagi
"tidak, nova dan aku sepakat tidak ingin punya anak , terakhir nova bilang dia ingin kembali menata hidup nya, dia meninggalkan aku " leon sedih
"benar kah setelah semua yang terjadi antara kalian, nova pergi begitu saja " aku sungguh tidak percaya
"April beri aku kesempatan lagi untuk jadi orang baik, buka hati mu untuk ku " leon meyakinkan.
"pak mungkin saya bisa saja memberikan anda kesempatan tapi saya punya orang tua yang cukup taat pada agama jika anda memang menyukai saya, tunjukan dengan cara yang baik, karena saya bukan nova yang mudah tinggal bersama dengan pria tanpa menikah " aku ingin melihat leon lebih gencar lagi
"ok, aku akan buktikan padamu, tapi sebagai tanda cinta ku padamu, tolong ambil ini " leon memberikan sebuah kotak
"apa ini? "
"buka saja, aku tahu kamu bukan gadis bebas seperti kebanyakan aku ingin kamu tahu jika ada cinta untuk mu di hati ku " leon meyakinkan
aku pun membuka kotak merah itu..
"pak ini sangat mewah" nila kaget melihat kalung berlian
"lihat inisial nama kita A dan L, jika kamu beri aku kesempatan ijin kan aku pakai kan untuk mu" leon menatap penuh cinta
April aku sangat menyukai mu, kamu wanita yang berbeda
jika aku tolak makin lama misi ini selesai, mungkin aku juga harus main hati untuk bisa membongkar semua nya
"ok, aku setuju tapi anda ingat sebagai calon pacar ku ini seperti per cobaan, tapi di kantor aku akan tetap jadi sekretaris anda " nila setuju.
__ADS_1
"benar kah kamu memberi aku kesempatan, sini aku pakai kan " leon tampak senang..
kalung inisial nama ku dan leon, so sweat sekali
dan setelah itu leon pun mengantar ku pulang
"kalau begitu aku masuk dulu ya " nila hendak pamit
"tunggu, begini cara nya pamit an pada pacar " leon mencium kening ku
aku harus tetap terlihat senang, mungkin ini ada lah ujian akting ku berhasil atau tidak
"selamat malam ya beby i love you" ucap leon pergi
April aku bahagia sekali
hari ini melelahkan sekali, harus selalu tersenyum di depan leon tanpa henti
"ciee.. vanila apakah leon yang memberi kalung itu " ucap ibu agustin
"benar ibu tahu, kami sudah jadian " nila tersenyum
"jadi pergi seharian kalian habis kencan " ucap yudha yang turun dari lantai atas
"bagus, nona kamu memang pintar" puji agustin
"apa kah kamu pakai hati? sudah ku bilang jangan jatuh cinta pada nya " yudha tampak kesal
mendengar ucapan yudha nila maju selangkah menatap nya
"pak polisi bukankah misi ini untuk menaklukkan leon, jadi jika aku tidak main hati, kapan misi ini selesai " nila tampak kesal
"maaf pak, yang di bilang vanila itu benar, leon sudah jatuh cinta pada vanila itu bisa lebih mudah untuk menggali semua info tentang bisnis leon " bela agustin
"tepat, ibu agustin anda sangat pintar, lagi pula tidak apa-apa pura-pura jadi pacar leon, dia kan cukup tampan " nila kembali tersenyum
"tapi dia itu mafia, jangan sampai kamu baper dan terjebak oleh nya " yudha terlihat kesal
"mas yudha aku binggung ya, anda sudah kasih tugas ini kan sama aku, jadi tolong biar kan aku bekerja dengan cara ku, dan perlu anda ingat pria seperti leon itu tidak bisa di lawan kasar dia memilki kolega, bekingan orang penting di negara ini, hukum pun sulit melacak, jadi berhenti lah, cemburu seperti itu " nila hendak pergi
"kalau sudah bicara kesitu, saya permisi ya " ibu agustin pun pergi
__ADS_1
seperti nya mayjen dan vanila terlibat sesuatu
"vanila aku tidak bermaksud kesal pada mu, aku hanya khawatir pada mu " yudha memegang tangan nila
"kalau begitu bersikap lah professionals, jangan bertingkah ke kanak-kanakan " ucap nila
"aku begitu, karena tadi aku dengar kamu dan leon itu sudah jadian apa itu benar? " tanya yudha
polisi bodoh juga, ini kan cuma akting
"mas yudha yang terhormat, benar aku sudah jadian sama leon tapi sebagai aprilia maharani, bukan vanila aprilia, anda paham kan " nila merasa yudha memang cemburu
"benar, aku minta maaf, aku memang cemburu padamu, itu ke bodoh an ku" yudha tersenyum
"ok, paham sebenarnya aku juga mau lapor lagi, jika besok roti gandum impor dari manila tapi kali ini melewati jalur laut, dan email itu dari Mr smith, aku tidak paham itu siapa? tapi leon bilang itu salah satu sumber uang terbesar baginya " ucap nila
"bagus, aku akan segera menelfon seluruh prajurit untuk berjaga di pelabuhan" jelas yudha
"kalau begitu, ini sudah larut malam aku lelah sekali, tidak baik jika anda di sini, ayah ibu ku pasti marah " lagi -lagi nila tersenyum
"tunggu, kemarin kamu juga belum jawab pertanyaan ku" yudha penasaran
.
polisi ini bikin kesal juga, aku kan masih binggung
"mas yudha anda sudah dengar kan aku sudah punya pacar ya itu leon jadi tidak mungkin aku punya 2 pacar, apa lagi aku bisa di tembak jika aku berani main hati pada anda "
yudha pun tertawa, vanila sungguh bikin gemas
"ok, aku tunggu sampai misi kita selesai, dan kamu harus jawab itu tidak boleh tidak "
"ok, tapi jika nanti anda melihat aku dan leon mesra, jangan cemburu, wibawa mu bisa luntur di depan Felix dan agustin "
benar aku ceroboh, susah sekali mengendalikan..
rasa ini..
"vanila, tidur lah jangan lupa ajak aku dalam mimpi mu " tegas yudha
"ya, " nila masuk kamar sambil tersenyum
__ADS_1
polisi bodoh, bisa juga bersikap manis...